Berita
Rahman Abdullah

Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Cek Tema dan Ketentuannya

Sayembara Surat Santri untuk Presiden Dibuka, Cek Tema dan Ketentuannya

30 September 2026 | 15:13

Keboncinta.com-- Kabar menarik datang bagi para santri menjelang peringatan Hari Santri 2026. Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pesantren menggelar sayembara bertajuk “Surat Santri untuk Presiden”.

Melalui kegiatan ini, santri dari berbagai daerah mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasan, harapan, serta pandangan mengenai masa depan Indonesia melalui surat yang ditulis secara langsung.

Sayembara tersebut bukan hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan menulis. Kementerian Agama menjadikannya sebagai wadah bagi santri untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperlihatkan cara generasi pesantren melihat berbagai persoalan bangsa.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengatakan santri memiliki bagian penting dalam perjalanan Indonesia. Menurutnya, kalangan santri juga mempunyai pemikiran dan gagasan mengenai arah bangsa pada masa mendatang.

Karena itu, melalui surat yang dikirimkan dalam sayembara tersebut, santri dapat menyampaikan suara, harapan, dan pemikiran mereka secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga: Honor Guru Non-ASN Bisa Dibayar dari BOS, Ini Syarat dan Batasnya

Kemenag Beri Ruang bagi Santri Menyampaikan Gagasan

Tradisi menulis sudah lama menjadi bagian dari kehidupan intelektual di pesantren. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Kemenag menghadirkan sayembara “Surat Santri untuk Presiden”.

Melalui kegiatan ini, santri didorong untuk berani menyampaikan pemikiran melalui tulisan. Surat yang dibuat diharapkan tidak berhenti pada penyampaian pendapat pribadi, tetapi juga mampu menggambarkan cara santri memahami perubahan zaman dan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Basnang Said menyampaikan bahwa karya para santri nantinya dapat memberikan gambaran mengenai perspektif generasi pesantren dalam membaca kondisi Indonesia. Dari tulisan tersebut juga dapat terlihat gagasan dan harapan yang mereka miliki untuk masa depan bangsa.

Dengan demikian, surat menjadi sarana sederhana bagi santri untuk menyampaikan aspirasi dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

Ada Tiga Tema yang Dapat Dipilih

Kemenag menyediakan tiga pilihan tema untuk peserta sayembara. Santri dapat memilih tema yang paling sesuai dengan gagasan yang ingin dituangkan dalam surat.

Ketiga tema tersebut meliputi aspirasi mengenai pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan untuk kesejahteraan rakyat.

Peserta dapat mengembangkan pemikirannya berdasarkan salah satu tema tersebut. Dengan adanya pilihan tema, isi surat diharapkan lebih fokus sekaligus menunjukkan perhatian santri terhadap sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan masa depan Indonesia.

Baca Juga: Mulai 2027, Guru Non-ASN di Sekolah Negeri Punya Kesempatan Ikut Seleksi ASN

Surat Wajib Ditulis Tangan Maksimal 700 Kata

Kemenag juga menetapkan sejumlah ketentuan teknis bagi santri yang ingin mengikuti sayembara.

Surat yang dibuat tidak boleh lebih dari 700 kata atau dua halaman kertas A4. Peserta juga tidak diperkenankan membuat surat menggunakan ketikan komputer sejak awal.

Naskah harus ditulis menggunakan tangan dengan pulpen bertinta hitam atau biru. Setelah surat selesai dibuat, peserta perlu melakukan pemindaian atau scan terhadap naskah tersebut untuk kemudian dikirim dalam bentuk PDF.

Selain ketentuan format, keaslian karya juga menjadi syarat penting. Surat yang dikirim harus merupakan karya peserta sendiri, bukan hasil plagiasi. Karya tersebut juga belum pernah mendapatkan juara dalam kompetisi lainnya.

Pengiriman Karya Dilakukan Secara Daring

Peserta dapat mengirimkan karya secara online melalui alamat email resmi yang disediakan Kemenag, yakni harisantri2026@kemenag.go.id.

Dalam pengiriman tersebut, peserta perlu mencantumkan sejumlah informasi pendukung. Data yang diminta antara lain identitas peserta, identitas pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru maupun pembina santri, tema yang dipilih, serta naskah surat dalam format PDF.

Peserta juga perlu melampirkan pernyataan bahwa surat yang dikirim merupakan karya asli yang dibuat sendiri.

Berdasarkan pengumuman Kemenag pada 27 September 2026, pengiriman karya berlangsung 25 September hingga 2 Oktober 2026. Sementara itu, rangkaian resmi Hari Santri yang diumumkan Kemenag sebelumnya mencantumkan agenda “Surat Santri untuk Presiden” dalam rentang 22 September hingga 8 Oktober 2026, sehingga peserta sebaiknya mengacu pada ketentuan teknis terbaru dari panitia saat mengirimkan karya.

Baca Juga: Jadwal PPG Tahap 3 Tahun 2026 Lengkap, Mulai SIMPKB hingga UKPPPG

Pemenang Berkesempatan Hadir di Malam Bakti Santri

Sayembara “Surat Santri untuk Presiden” merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian Hari Santri 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”

Bagi peserta yang terpilih sebagai pemenang, Kemenag memberikan kesempatan untuk menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri, yang menjadi bagian dari agenda puncak peringatan Hari Santri. Kemenag juga menyebut karya terbaik dari para peserta akan disampaikan kepada Presiden sebagai bentuk aspirasi dan gagasan santri mengenai masa depan Indonesia.

Hari Santri 2026 sendiri akan diisi dengan sejumlah agenda lain yang menyoroti peran santri dan penguatan pesantren. Selain sayembara surat, rangkaian kegiatan mencakup Pesantren Award, Santri Vision, Expo Kemandirian Pesantren, Upacara Hari Santri pada 22 Oktober, hingga Malam Bakti Santri untuk Negeri pada 24 Oktober.

Melalui “Surat Santri untuk Presiden”, Kemenag membuka kesempatan bagi santri untuk menyampaikan pemikiran mereka dengan cara yang sederhana tetapi bermakna. Gagasan mengenai pendidikan, lingkungan, maupun kesejahteraan rakyat dapat dituangkan menjadi surat yang menggambarkan aspirasi dan harapan generasi pesantren terhadap Indonesia di masa depan.***

Tags:
Santri hari santri nasional Hari Santri

Komentar Pengguna