Keboncinta.com-- Kita sering membuat penilaian hanya dari apa yang terlihat. Seseorang yang jarang berbicara dianggap sombong. Orang yang memiliki pilihan berbeda dianggap aneh.
Bahkan seseorang yang berasal dari lingkungan tertentu kadang sudah diberi label sebelum kita benar-benar mengenalnya.
Prasangka muncul karena otak manusia senang mencari kesimpulan dengan cepat. Ketika informasi yang dimiliki terbatas, kita mengisi kekosongan tersebut dengan dugaan berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Masalahnya, dugaan tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Padahal, di balik sikap seseorang biasanya ada cerita yang tidak langsung terlihat.
Orang yang tampak pendiam mungkin sebenarnya hanya membutuhkan waktu untuk merasa nyaman.
Seseorang yang terlihat tegas bisa saja sedang berusaha menyelesaikan tanggung jawabnya.
Tanpa rasa ingin tahu, kita mungkin berhenti pada penilaian pertama.
Di sinilah rasa ingin tahu memiliki peran penting.
Lantas, apa yang terjadi ketika kita memilih bertanya dan memahami daripada langsung berprasangka?
Rasa ingin tahu membuat kita mau mencari alasan di balik sebuah sikap. Alih-alih berkata, “Dia memang seperti itu,” kita mulai bertanya, “Kenapa dia bersikap demikian?” Perubahan kecil dalam cara berpikir ini dapat membuka kemungkinan bahwa kenyataan ternyata jauh berbeda dari dugaan.