Keboncinta.com-- Banyak remaja menganggap rokok elektrik sebagai tren yang lebih modern dibandingkan rokok konvensional. Bentuknya yang ringkas, pilihan rasa yang beragam, serta aroma yang tidak terlalu menyengat membuat produk ini terlihat lebih menarik dan terkesan tidak berbahaya. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa penggunaan rokok elektrik hanyalah bagian dari gaya hidup atau sekadar mengikuti pergaulan. Akibatnya, semakin banyak remaja yang mencobanya tanpa benar-benar memahami risiko yang mungkin muncul di balik uap yang mereka hirup setiap hari.
Pandangan tersebut muncul karena masih banyak informasi yang beredar secara setengah-setengah. Sebagian orang percaya bahwa rokok elektrik sepenuhnya aman hanya karena tidak menghasilkan asap seperti rokok biasa. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa cairan rokok elektrik dapat mengandung nikotin serta berbagai zat kimia lain yang tetap berisiko bagi kesehatan. Nikotin sendiri dapat memengaruhi perkembangan otak remaja yang masih berada dalam fase pertumbuhan. Selain itu, penggunaan rokok elektrik juga berpotensi menimbulkan ketergantungan, sehingga tidak sedikit pengguna yang akhirnya sulit berhenti. Ketika persepsi yang keliru lebih cepat menyebar daripada informasi yang benar, remaja menjadi kelompok yang paling rentan terpengaruh.
Di sinilah edukasi memiliki peran yang sangat penting. Mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan masyarakat dan sekolah. Edukasi tidak harus dilakukan dengan cara menghakimi atau menakut-nakuti. Justru pendekatan yang komunikatif, berbasis fakta, dan dekat dengan kehidupan remaja akan lebih mudah diterima. Diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, kampanye media sosial, maupun kegiatan bersama organisasi kepemudaan dapat menjadi sarana untuk meluruskan berbagai mitos tentang rokok elektrik. Ketika remaja memahami alasan ilmiah di balik bahaya tersebut, mereka akan lebih mampu mengambil keputusan secara sadar, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan dari lingkungan pergaulan.