Keboncinta.com-- Menjelang fase paling penting sekaligus paling menguras tenaga dalam ibadah haji, pemerintah mulai melakukan sejumlah penyesuaian layanan bagi jemaah Indonesia.
Salah satu perubahan yang cukup mencuri perhatian tahun ini berkaitan dengan konsumsi menjelang keberangkatan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Jika biasanya makanan disiapkan segar dari dapur hotel di Makkah, kini jemaah akan menerima paket makanan siap santap yang lebih praktis.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi menghadapi pengaturan transportasi dan mobilitas besar-besaran selama puncak musim haji berlangsung.
Baca Juga: Jelang Puncak Haji 2026, Arab Saudi Siapkan Dua Miqat Penting Ini, Jemaah Wajib Tahu!
Kenapa Makanan Jemaah Haji Diganti Paket Siap Santap?
Pemerintah menjelaskan bahwa perubahan sistem konsumsi dilakukan karena dapur penyedia makanan di Makkah untuk sementara menghentikan operasional menjelang perpindahan massal jemaah ke Armuzna.
Situasi ini berkaitan dengan rekayasa lalu lintas dan pembatasan transportasi di kawasan sekitar Makkah selama fase puncak ibadah haji.
Sebagai pengganti, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan makanan siap saji yang praktis, mudah dibawa, dan langsung dapat dikonsumsi oleh jemaah.
Baca Juga: Jemaah Haji Wajib Tahu! Ini Barang yang Sebaiknya Dibawa Saat Armuzna agar Ibadah Tetap Lancar
Ini Daftar Menu Paket Makanan Jemaah Haji Indonesia
Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi, Tri Hidayatno, menyebutkan bahwa terdapat enam variasi menu yang telah disiapkan.
Menariknya, menu yang diberikan tetap disesuaikan dengan cita rasa khas Indonesia agar jemaah tetap nyaman selama menjalankan ibadah.
Beberapa pilihan menu meliputi:
Seluruh paket makanan diproduksi oleh perusahaan Indonesia bersama mitra lokal di Arab Saudi. Dalam setiap paket sudah tersedia nasi, lauk, alat makan, hingga tisu sehingga siap disantap kapan saja.
Baca Juga: Arab Saudi Ubah Aturan Salat Saat Haji 2026, Jeda Azan dan Ikamah Dipersingkat Drastis
Jadwal Pembagian Konsumsi Jemaah Haji
Distribusi paket makanan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan jemaah selama masa transisi menuju Armuzna.
Berikut jadwal pembagiannya:
7 Zulhijah: tiga kali makan
8 Zulhijah: dua kali makan
13 Zulhijah: satu kali konsumsi
Pola distribusi ini dibuat untuk memastikan kebutuhan energi jemaah tetap terjaga menjelang fase ibadah yang membutuhkan stamina ekstra.
Baca Juga: Haji 2026 Belum Selesai, Arab Saudi Sudah Siapkan Haji 2027! Ini Strategi Besarnya
Jemaah Diingatkan Jangan Jadikan Paket Ini Bekal Armuzna
Meski praktis, petugas mengingatkan bahwa makanan siap santap tersebut bukan untuk dibawa sebagai bekal selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pasalnya, kebutuhan konsumsi di kawasan Armuzna telah dipersiapkan tersendiri oleh syarikah penyelenggara haji melalui sistem makanan siap saji khusus.
Karena itu, jemaah diminta tidak memenuhi tas Armuzna dengan makanan tambahan yang justru bisa memperberat bawaan.
Sebaliknya, tas lebih disarankan diisi perlengkapan esensial seperti pakaian ganti, obat pribadi, perlengkapan ibadah, dan kebutuhan penting lainnya.
Selain itu, jemaah juga dianjurkan menyempatkan sarapan sebelum berangkat ke Arafah agar kondisi tubuh tetap prima menghadapi salah satu tahapan paling padat dalam seluruh rangkaian ibadah haji.***