Khazanah
Rahman Abdullah

Qurban Bukan Hanya Soal Daging, Ini Pesan Besar di Balik Syariat Zulhijah

Qurban Bukan Hanya Soal Daging, Ini Pesan Besar di Balik Syariat Zulhijah

26 Mei 2026 | 11:34

Keboncinta.com-- Bulan Zulhijah selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, bulan ini juga identik dengan Hari Raya Idul Adha dan ibadah qurban yang sarat makna spiritual.

Namun, di balik tradisi penyembelihan hewan qurban, tersimpan pesan mendalam yang sering kali luput dipahami. Qurban ternyata bukan hanya tentang membagikan daging atau menjalankan ritual tahunan, tetapi juga tentang ketulusan hati, pengorbanan, serta bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Baca Juga: Tak Sekadar Potong Hewan, Ternyata Ini Syarat Penyembelihan Agar Daging Benar-Benar Halal

Qurban Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Terdahulu

Syariat qurban bukanlah ajaran baru yang muncul pada masa Nabi Muhammad SAW. Dalam sejarah Islam, perintah qurban telah hadir sejak manusia pertama, yakni pada masa Nabi Adam AS.

Kisah Qabil dan Habil menjadi salah satu contoh awal bagaimana qurban dijadikan simbol ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah SWT di tengah perselisihan yang terjadi di antara keduanya.

Selain itu, sejarah qurban juga sangat erat dengan perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS. Dalam kisah yang diabadikan Al-Qur’an, Nabi Ibrahim menerima perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ujian keimanan dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Meski secara manusiawi terasa sangat berat, Nabi Ibrahim dan Ismail menunjukkan keteguhan hati luar biasa dalam menjalankan perintah tersebut.

Baca Juga: Tak Lagi Sekadar Bayar, Dam Haji 2026 Kini Bisa Dipantau Langsung dari HP Jemaah

Perintah Qurban dalam Al-Qur’an

Dalam Islam, ibadah qurban memiliki landasan yang jelas di dalam Al-Qur’an. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Hajj ayat 34 yang menjelaskan bahwa penyembelihan hewan qurban disyariatkan bagi setiap umat agar manusia senantiasa mengingat dan menyebut nama Allah atas nikmat yang diberikan-Nya.

Ayat tersebut sekaligus mengajarkan bahwa qurban merupakan sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui bentuk penghambaan dan rasa syukur.

Menurut penafsiran sejumlah ulama, termasuk Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, syariat qurban tidak hanya dipahami sebagai ritual penyembelihan, tetapi juga simbol kepatuhan dan upaya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Perintah qurban juga ditegaskan secara spesifik dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:

"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah."

Ayat ini memperlihatkan bahwa qurban menjadi bagian penting dari bentuk ibadah dan penghambaan seorang Muslim.

Baca Juga: Arab Saudi Sampai Kagum! Layanan Haji Indonesia 2026 Dipuji Alami “Lompatan Besar”

Kisah Nabi Ibrahim dan Pelajaran Tentang Keikhlasan

Salah satu hikmah terbesar dari ibadah qurban dapat dipelajari melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Ketika Nabi Ibrahim hendak menjalankan perintah Allah untuk menyembelih putranya, Allah SWT kemudian mengganti Ismail dengan seekor hewan sembelihan. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa ketakwaan dan ketulusan hati seorang hamba jauh lebih bernilai dibanding sekadar bentuk pengorbanan fisik.

Kisah tersebut diabadikan dalam Surah As-Shaffat ayat 104–108, yang menggambarkan bagaimana Allah memberikan balasan kepada hamba yang tulus menjalankan perintah-Nya.

Baca Juga: Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Nasional 2026 Resmi Dibuka, Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi Guru

Hakikat Qurban: Menyembelih Ego dan Hawa Nafsu

Di balik penyembelihan hewan qurban, Islam sejatinya mengajarkan pesan yang lebih mendalam: menyembelih egoisme dan hawa nafsu dalam diri manusia.

Qurban menjadi pengingat bahwa manusia tidak boleh diperbudak oleh kepentingan duniawi, rasa memiliki, atau keinginan pribadi yang berlebihan.

Melalui ibadah ini, umat Islam diajak belajar tentang keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, serta kepatuhan penuh kepada Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bergantung.

Karena itu, qurban bukan hanya tentang hewan yang disembelih di Hari Raya Idul Adha, melainkan juga tentang sejauh mana manusia mampu mengalahkan ego diri demi menjadi pribadi yang lebih bertakwa.***

Tags:
Khazanah Islam Khazanah Qurban

Komentar Pengguna