Peralatan dikembalikan dan diperiksa.
Status kerusakan: Tidak terdapat kerusakan baru yang ditemukan.
H. Pemeriksaan
Guru: ....................................
Petugas Laboratorium: ....................................
Seluruh informasi tersebut merupakan simulasi kegiatan.
Hasil pengamatan tidak boleh diisi sebelum praktikum benar-benar dilaksanakan.
Bahan habis pakai perlu dicatat berbeda dari peralatan yang digunakan berulang.
Pengelola dapat menggunakan kartu pemakaian bahan untuk menghubungkan penggunaan dengan kegiatan praktikum tertentu.
KARTU PENGGUNAAN BAHAN PRAKTIKUM
Nama Sekolah: ....................................
Kode Bahan: ....................................
Nama Bahan: Bahan Praktikum Contoh A
Satuan: Paket
Saldo Awal: 25 paket
Tanggal Pemakaian: 2 November 2026
Nomor Kegiatan: PRK-2026-001
Jumlah Digunakan: 5 paket
Saldo Akhir: 20 paket
Perhitungan:
25 − 5 = 20 paket.
Guru Pengguna: ....................................
Petugas Pencatat: ....................................
Keterangan: ....................................
Contoh ini menggunakan bahan umum yang tidak dispesifikasikan sebagai bahan berbahaya.
Untuk bahan kimia, petugas harus mencatat jumlah menggunakan satuan yang tepat, memeriksa informasi keselamatan, serta mengatur penyimpanan dan penanganan residu sesuai sifat bahan.
Sisa bahan yang telah digunakan tidak boleh otomatis dikembalikan ke wadah asal karena dapat menimbulkan kontaminasi atau reaksi berbahaya.
Setelah praktikum selesai, pengembalian perlu dilakukan secara tertib.
Untuk peralatan listrik, pemanas, optik, atau peralatan khusus, proses penghentian dan pembersihan harus mengikuti petunjuk teknis.
Murid tidak boleh diminta membersihkan bahan atau peralatan berisiko tanpa kompetensi serta pengawasan yang diperlukan.
LEMBAR PENGEMBALIAN ALAT LABORATORIUM
Nomor Transaksi: ....................................
Nomor Inventaris: ....................................
Nama Alat: ....................................
Tanggal Peminjaman: ....................................
Tanggal Pengembalian: ....................................
Penanggung Jawab Peminjaman: ....................................
Kondisi Sebelum Digunakan: ....................................
Kondisi Setelah Digunakan: ....................................
Jumlah Dipinjam: ....................................
Jumlah Dikembalikan: ....................................
Selisih: ....................................
Temuan Kerusakan: ....................................
Tindakan Awal: ....................................
Status Akhir: Selesai / Dalam Pemeriksaan / Belum Lengkap
Petugas Penerima: ....................................
Peminjam/Penanggung Jawab: ....................................
Catatan: ....................................
Status selesai hanya diberikan apabila peralatan telah diperiksa dan kewajiban pengembalian telah dipenuhi sesuai prosedur.
Apabila terdapat ketidaksesuaian jumlah atau kondisi alat, petugas perlu membuat catatan pemeriksaan.
Sebagai contoh, dari enam mikroskop yang digunakan, satu alat ditemukan mengalami gangguan fungsi setelah praktikum.
Petugas harus mencatat kondisi tersebut dan membatasi penggunaannya sampai diperiksa oleh pihak yang kompeten.
Namun, kerusakan yang ditemukan setelah penggunaan tidak otomatis membuktikan bahwa pengguna terakhir menjadi penyebabnya.
Pemeriksaan perlu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan, riwayat pemeliharaan, serta informasi terkait lainnya.
Demikian pula, alat yang belum ditemukan memerlukan penelusuran sebelum dinyatakan hilang secara administratif.
Untuk barang yang berstatus aset pemerintah, keputusan penggantian atau penghapusan harus mengikuti ketentuan pengelolaan aset yang berlaku.
Baca Juga: SOP Pemeliharaan dan Penanganan Kerusakan Sarpras Sekolah, Lengkap dengan Formulir dan Berita Acara
Jurnal praktikum dapat digunakan untuk menghitung jumlah kegiatan dan tingkat penggunaan fasilitas.
REKAP PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Periode: November 2026
Jumlah sesi praktikum direncanakan: 24
Jumlah sesi terlaksana: 21
Jumlah sesi ditunda: 2
Jumlah sesi dibatalkan: 1
Total: 24 sesi
Jumlah sesi penggunaan oleh kelas VII: 8
Jumlah sesi penggunaan oleh kelas VIII: 7
Jumlah sesi penggunaan oleh kelas IX: 6
Total sesi terlaksana: 21
Persentase Keterlaksanaan Jadwal
21 ÷ 24 × 100% = 87,5%.
Artinya, sebanyak 87,5 persen sesi yang direncanakan berhasil dilaksanakan.
Namun, persentase tersebut hanya menunjukkan pelaksanaan jadwal, bukan tingkat penguasaan kompetensi murid atau tingkat keselamatan laboratorium.
Sekolah juga perlu memeriksa kualitas pelaksanaan, kendala alat, dan kejadian keselamatan.
LAPORAN PENGGUNAAN LABORATORIUM SEKOLAH
Nama Sekolah: ....................................
Nama Laboratorium: ....................................
Periode: ....................................
Penanggung Jawab: ....................................
A. Rekap Kegiatan
Kegiatan Direncanakan: ....................................
Kegiatan Terlaksana: ....................................
Kegiatan Ditunda: ....................................
Kegiatan Dibatalkan: ....................................
B. Penggunaan Alat
Jumlah Unit Dipinjam: ....................................
Jumlah Unit Dikembalikan: ....................................
Transaksi Belum Selesai: ....................................
Temuan Kerusakan: ....................................
C. Pemakaian Bahan
Bahan yang Digunakan: ....................................
Jumlah Pemakaian: ....................................
Stok Akhir: ....................................
Kebutuhan Pengadaan Berikutnya: ....................................
D. Hasil Evaluasi
Keterlaksanaan Praktikum: ....................................
Kendala: ....................................
Temuan Keselamatan: ....................................
Kebutuhan Perbaikan: ....................................
E. Rencana Tindak Lanjut
....................................
F. Pengesahan
Petugas Penyusun: ....................................
Penanggung Jawab Laboratorium: ....................................
Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................
Format tersebut merupakan contoh laporan operasional internal.
Tahap 1 – Perencanaan
Guru menyusun kebutuhan berdasarkan rencana pembelajaran.
Tahap 2 – Pengajuan
Permohonan penggunaan laboratorium disampaikan kepada petugas.
Tahap 3 – Penjadwalan
Petugas memeriksa ketersediaan ruangan dan menghindari benturan.
Tahap 4 – Persiapan
Alat dan bahan disiapkan sesuai kebutuhan.
Tahap 5 – Pemeriksaan Keselamatan
Risiko kegiatan diperiksa sebelum praktikum.
Tahap 6 – Pencatatan Peminjaman
Identitas alat dan penanggung jawab dicatat.
Tahap 7 – Pelaksanaan
Kegiatan berlangsung sesuai rencana dan pengawasan yang ditetapkan.
Tahap 8 – Pengisian Jurnal
Guru atau petugas mencatat realisasi kegiatan berdasarkan fakta.
Tahap 9 – Pengembalian
Alat diperiksa dan status peminjaman diperbarui.
Tahap 10 – Pemeriksaan Bahan
Jumlah pemakaian dan sisa bahan dicatat sesuai prosedur.
Tahap 11 – Evaluasi
Kendala, kerusakan, dan kebutuhan perbaikan ditindaklanjuti.
Tahap 12 – Pelaporan
Register direkap dan laporan disampaikan sesuai mekanisme sekolah.
BERITA ACARA EVALUASI KEGIATAN LABORATORIUM
Nomor: ....................................
Pada hari ................ tanggal ................ telah dilakukan evaluasi administrasi penggunaan laboratorium.
Nama Sekolah: ....................................
Nama Laboratorium: ....................................
Periode: ....................................
Petugas Pemeriksa: ....................................
A. Aspek Pemeriksaan
B. Hasil Pemeriksaan
Jumlah Praktikum: ....................................
Tingkat Keterlaksanaan: ....................................
Kendala Utama: ....................................
Temuan Administrasi: ....................................
Temuan Keselamatan: ....................................
C. Rekomendasi
....................................
D. Tindak Lanjut
Kegiatan: ....................................
Penanggung Jawab: ....................................
Batas Penyelesaian: ....................................
E. Pengesahan
Petugas Pemeriksa: ....................................
Penanggung Jawab Laboratorium: ....................................
Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................
Berita acara harus diisi berdasarkan pemeriksaan yang benar-benar dilakukan.
Sekolah dapat menggunakan Microsoft Excel atau aplikasi lembar kerja untuk membantu pencatatan kegiatan laboratorium.
Satu file administrasi dapat dibagi menjadi beberapa lembar kerja.
Sheet 1 – Data Inventaris
Memuat kode alat, nama, spesifikasi, lokasi, dan kondisi.
Sheet 2 – Jadwal Praktikum
Memuat tanggal, jam, kelas, guru, dan kegiatan.
Sheet 3 – Permohonan Praktikum
Memuat kebutuhan alat, bahan, dan status persetujuan.
Sheet 4 – Peminjaman Alat
Memuat nomor transaksi, alat, pengguna, dan tanggal peminjaman.
Sheet 5 – Pengembalian Alat
Memuat waktu kembali, kondisi alat, dan status transaksi.
Sheet 6 – Penggunaan Bahan
Memuat bahan masuk, penggunaan, penyesuaian yang sah, dan saldo.
Sheet 7 – Jurnal Praktikum
Memuat kegiatan yang terlaksana, jumlah peserta, kendala, dan hasil.
Sheet 8 – Rekap Bulanan
Memuat statistik kegiatan, peminjaman, penggunaan bahan, serta evaluasi.
Sistem digital sebaiknya menggunakan kode inventaris unik untuk alat dan nomor transaksi yang dapat ditelusuri.
Untuk bahan habis pakai, pengelola harus menjaga konsistensi satuan serta catatan penggunaan.
Penggunaan aplikasi tidak menggantikan pemeriksaan fisik dan keselamatan sebelum kegiatan.
Kesalahan pertama adalah menyusun jadwal tanpa memastikan ketersediaan ruang.
Kedua, menerima permohonan praktikum tanpa memeriksa jumlah alat yang layak.
Ketiga, menyiapkan bahan tanpa memeriksa identitas serta risiko penggunaannya.
Keempat, mencatat peminjaman berdasarkan nama alat saja tanpa identitas unit yang memadai.
Kelima, mengisi jurnal praktikum berdasarkan rencana meskipun kegiatan belum dilaksanakan.
Keenam, tidak membandingkan kondisi alat sebelum dan setelah penggunaan.
Ketujuh, menganggap alat yang ditemukan rusak sebagai tanggung jawab pengguna terakhir tanpa pemeriksaan.
Kedelapan, mengembalikan sisa bahan ke wadah utama tanpa memperhatikan kemungkinan kontaminasi.
Kesembilan, tidak mencatat penundaan atau pembatalan praktikum.
Kesepuluh, menyamakan persentase keterlaksanaan jadwal dengan keberhasilan pembelajaran.
Kesebelas, tidak melakukan rekonsiliasi jumlah alat yang dipinjam dan dikembalikan.
Keduabelas, tidak menggunakan hasil laporan untuk memperbaiki kegiatan berikutnya.
Kesalahan tersebut dapat dikurangi melalui prosedur yang jelas dan pemeriksaan berkala.
A. Penjadwalan
B. Persiapan
C. Peminjaman Alat
D. Pelaksanaan dan Jurnal
E. Pengembalian
F.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir