Pendidikan
M. Panji Maulana

Panduan Jadwal dan Buku Praktikum Laboratorium Sekolah 2026: Peminjaman Alat, Jurnal Kegiatan, dan Contoh Format

Panduan Jadwal dan Buku Praktikum Laboratorium Sekolah 2026: Peminjaman Alat, Jurnal Kegiatan, dan Contoh Format

31 Oktober 2026 | 06:03

Kondisi Setelah Kegiatan

Peralatan dikembalikan dan diperiksa.

Status kerusakan: Tidak terdapat kerusakan baru yang ditemukan.

H. Pemeriksaan

Guru: ....................................

Petugas Laboratorium: ....................................

Seluruh informasi tersebut merupakan simulasi kegiatan.

Hasil pengamatan tidak boleh diisi sebelum praktikum benar-benar dilaksanakan.

Langkah 8: Membuat Kartu Penggunaan Bahan Praktikum

Bahan habis pakai perlu dicatat berbeda dari peralatan yang digunakan berulang.

Pengelola dapat menggunakan kartu pemakaian bahan untuk menghubungkan penggunaan dengan kegiatan praktikum tertentu.

Contoh Kartu Pemakaian Bahan

KARTU PENGGUNAAN BAHAN PRAKTIKUM

Nama Sekolah: ....................................

Kode Bahan: ....................................

Nama Bahan: Bahan Praktikum Contoh A

Satuan: Paket

Saldo Awal: 25 paket

Tanggal Pemakaian: 2 November 2026

Nomor Kegiatan: PRK-2026-001

Jumlah Digunakan: 5 paket

Saldo Akhir: 20 paket

Perhitungan:

25 − 5 = 20 paket.

Guru Pengguna: ....................................

Petugas Pencatat: ....................................

Keterangan: ....................................

Contoh ini menggunakan bahan umum yang tidak dispesifikasikan sebagai bahan berbahaya.

Untuk bahan kimia, petugas harus mencatat jumlah menggunakan satuan yang tepat, memeriksa informasi keselamatan, serta mengatur penyimpanan dan penanganan residu sesuai sifat bahan.

Sisa bahan yang telah digunakan tidak boleh otomatis dikembalikan ke wadah asal karena dapat menimbulkan kontaminasi atau reaksi berbahaya.

Langkah 9: Menyusun SOP Pengembalian Alat

Setelah praktikum selesai, pengembalian perlu dilakukan secara tertib.

  1. Guru memastikan kegiatan telah dihentikan dengan aman.
  2. Alat diperiksa sesuai prosedur penghentian penggunaannya.
  3. Petugas mencocokkan jumlah alat dengan register peminjaman.
  4. Nomor inventaris diperiksa.
  5. Kondisi setelah penggunaan dibandingkan dengan kondisi awal.
  6. Kerusakan atau ketidaksesuaian dicatat.
  7. Alat dibersihkan oleh pihak yang sesuai berdasarkan prosedur aman.
  8. Alat dikembalikan ke tempat penyimpanan.
  9. Status peminjaman diperbarui.
  10. Alat bermasalah dipisahkan dari penggunaan sampai dinyatakan layak.

Untuk peralatan listrik, pemanas, optik, atau peralatan khusus, proses penghentian dan pembersihan harus mengikuti petunjuk teknis.

Murid tidak boleh diminta membersihkan bahan atau peralatan berisiko tanpa kompetensi serta pengawasan yang diperlukan.

Langkah 10: Membuat Formulir Pengembalian Alat

LEMBAR PENGEMBALIAN ALAT LABORATORIUM

Nomor Transaksi: ....................................

Nomor Inventaris: ....................................

Nama Alat: ....................................

Tanggal Peminjaman: ....................................

Tanggal Pengembalian: ....................................

Penanggung Jawab Peminjaman: ....................................

Kondisi Sebelum Digunakan: ....................................

Kondisi Setelah Digunakan: ....................................

Jumlah Dipinjam: ....................................

Jumlah Dikembalikan: ....................................

Selisih: ....................................

Temuan Kerusakan: ....................................

Tindakan Awal: ....................................

Status Akhir: Selesai / Dalam Pemeriksaan / Belum Lengkap

Petugas Penerima: ....................................

Peminjam/Penanggung Jawab: ....................................

Catatan: ....................................

Status selesai hanya diberikan apabila peralatan telah diperiksa dan kewajiban pengembalian telah dipenuhi sesuai prosedur.

Langkah 11: Menangani Alat yang Hilang atau Rusak Setelah Praktikum

Apabila terdapat ketidaksesuaian jumlah atau kondisi alat, petugas perlu membuat catatan pemeriksaan.

Sebagai contoh, dari enam mikroskop yang digunakan, satu alat ditemukan mengalami gangguan fungsi setelah praktikum.

Petugas harus mencatat kondisi tersebut dan membatasi penggunaannya sampai diperiksa oleh pihak yang kompeten.

Namun, kerusakan yang ditemukan setelah penggunaan tidak otomatis membuktikan bahwa pengguna terakhir menjadi penyebabnya.

Pemeriksaan perlu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan, riwayat pemeliharaan, serta informasi terkait lainnya.

Demikian pula, alat yang belum ditemukan memerlukan penelusuran sebelum dinyatakan hilang secara administratif.

Untuk barang yang berstatus aset pemerintah, keputusan penggantian atau penghapusan harus mengikuti ketentuan pengelolaan aset yang berlaku.

Baca Juga: SOP Pemeliharaan dan Penanganan Kerusakan Sarpras Sekolah, Lengkap dengan Formulir dan Berita Acara

Langkah 12: Membuat Rekapitulasi Penggunaan Laboratorium

Jurnal praktikum dapat digunakan untuk menghitung jumlah kegiatan dan tingkat penggunaan fasilitas.

Contoh Rekap Bulanan

REKAP PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Periode: November 2026

Jumlah sesi praktikum direncanakan: 24

Jumlah sesi terlaksana: 21

Jumlah sesi ditunda: 2

Jumlah sesi dibatalkan: 1

Total: 24 sesi

Jumlah sesi penggunaan oleh kelas VII: 8

Jumlah sesi penggunaan oleh kelas VIII: 7

Jumlah sesi penggunaan oleh kelas IX: 6

Total sesi terlaksana: 21

Persentase Keterlaksanaan Jadwal

21 ÷ 24 × 100% = 87,5%.

Artinya, sebanyak 87,5 persen sesi yang direncanakan berhasil dilaksanakan.

Namun, persentase tersebut hanya menunjukkan pelaksanaan jadwal, bukan tingkat penguasaan kompetensi murid atau tingkat keselamatan laboratorium.

Sekolah juga perlu memeriksa kualitas pelaksanaan, kendala alat, dan kejadian keselamatan.

Langkah 13: Membuat Laporan Bulanan Laboratorium

LAPORAN PENGGUNAAN LABORATORIUM SEKOLAH

Nama Sekolah: ....................................

Nama Laboratorium: ....................................

Periode: ....................................

Penanggung Jawab: ....................................

A. Rekap Kegiatan

Kegiatan Direncanakan: ....................................

Kegiatan Terlaksana: ....................................

Kegiatan Ditunda: ....................................

Kegiatan Dibatalkan: ....................................

B. Penggunaan Alat

Jumlah Unit Dipinjam: ....................................

Jumlah Unit Dikembalikan: ....................................

Transaksi Belum Selesai: ....................................

Temuan Kerusakan: ....................................

C. Pemakaian Bahan

Bahan yang Digunakan: ....................................

Jumlah Pemakaian: ....................................

Stok Akhir: ....................................

Kebutuhan Pengadaan Berikutnya: ....................................

D. Hasil Evaluasi

Keterlaksanaan Praktikum: ....................................

Kendala: ....................................

Temuan Keselamatan: ....................................

Kebutuhan Perbaikan: ....................................

E. Rencana Tindak Lanjut

....................................

F. Pengesahan

Petugas Penyusun: ....................................

Penanggung Jawab Laboratorium: ....................................

Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................

Format tersebut merupakan contoh laporan operasional internal.

SOP Administrasi Penggunaan Laboratorium

Tahap 1 – Perencanaan

Guru menyusun kebutuhan berdasarkan rencana pembelajaran.

Tahap 2 – Pengajuan

Permohonan penggunaan laboratorium disampaikan kepada petugas.

Tahap 3 – Penjadwalan

Petugas memeriksa ketersediaan ruangan dan menghindari benturan.

Tahap 4 – Persiapan

Alat dan bahan disiapkan sesuai kebutuhan.

Tahap 5 – Pemeriksaan Keselamatan

Risiko kegiatan diperiksa sebelum praktikum.

Tahap 6 – Pencatatan Peminjaman

Identitas alat dan penanggung jawab dicatat.

Tahap 7 – Pelaksanaan

Kegiatan berlangsung sesuai rencana dan pengawasan yang ditetapkan.

Tahap 8 – Pengisian Jurnal

Guru atau petugas mencatat realisasi kegiatan berdasarkan fakta.

Tahap 9 – Pengembalian

Alat diperiksa dan status peminjaman diperbarui.

Tahap 10 – Pemeriksaan Bahan

Jumlah pemakaian dan sisa bahan dicatat sesuai prosedur.

Tahap 11 – Evaluasi

Kendala, kerusakan, dan kebutuhan perbaikan ditindaklanjuti.

Tahap 12 – Pelaporan

Register direkap dan laporan disampaikan sesuai mekanisme sekolah.

Contoh Berita Acara Evaluasi Penggunaan Laboratorium

BERITA ACARA EVALUASI KEGIATAN LABORATORIUM

Nomor: ....................................

Pada hari ................ tanggal ................ telah dilakukan evaluasi administrasi penggunaan laboratorium.

Nama Sekolah: ....................................

Nama Laboratorium: ....................................

Periode: ....................................

Petugas Pemeriksa: ....................................

A. Aspek Pemeriksaan

  • Jadwal penggunaan tersedia.
  • Formulir permohonan tercatat.
  • Daftar kebutuhan alat dan bahan tersedia.
  • Register peminjaman diisi.
  • Jurnal praktikum sesuai pelaksanaan.
  • Pengembalian alat tercatat.
  • Stok bahan diperbarui.
  • Temuan kerusakan ditindaklanjuti.
  • Dokumen keselamatan tersedia.

B. Hasil Pemeriksaan

Jumlah Praktikum: ....................................

Tingkat Keterlaksanaan: ....................................

Kendala Utama: ....................................

Temuan Administrasi: ....................................

Temuan Keselamatan: ....................................

C. Rekomendasi

....................................

D. Tindak Lanjut

Kegiatan: ....................................

Penanggung Jawab: ....................................

Batas Penyelesaian: ....................................

E. Pengesahan

Petugas Pemeriksa: ....................................

Penanggung Jawab Laboratorium: ....................................

Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................

Berita acara harus diisi berdasarkan pemeriksaan yang benar-benar dilakukan.

Cara Membuat Administrasi Praktikum Menggunakan Excel

Sekolah dapat menggunakan Microsoft Excel atau aplikasi lembar kerja untuk membantu pencatatan kegiatan laboratorium.

Satu file administrasi dapat dibagi menjadi beberapa lembar kerja.

Sheet 1 – Data Inventaris

Memuat kode alat, nama, spesifikasi, lokasi, dan kondisi.

Sheet 2 – Jadwal Praktikum

Memuat tanggal, jam, kelas, guru, dan kegiatan.

Sheet 3 – Permohonan Praktikum

Memuat kebutuhan alat, bahan, dan status persetujuan.

Sheet 4 – Peminjaman Alat

Memuat nomor transaksi, alat, pengguna, dan tanggal peminjaman.

Sheet 5 – Pengembalian Alat

Memuat waktu kembali, kondisi alat, dan status transaksi.

Sheet 6 – Penggunaan Bahan

Memuat bahan masuk, penggunaan, penyesuaian yang sah, dan saldo.

Sheet 7 – Jurnal Praktikum

Memuat kegiatan yang terlaksana, jumlah peserta, kendala, dan hasil.

Sheet 8 – Rekap Bulanan

Memuat statistik kegiatan, peminjaman, penggunaan bahan, serta evaluasi.

Sistem digital sebaiknya menggunakan kode inventaris unik untuk alat dan nomor transaksi yang dapat ditelusuri.

Untuk bahan habis pakai, pengelola harus menjaga konsistensi satuan serta catatan penggunaan.

Penggunaan aplikasi tidak menggantikan pemeriksaan fisik dan keselamatan sebelum kegiatan.

Kesalahan Administrasi Praktikum yang Perlu Dihindari

Kesalahan pertama adalah menyusun jadwal tanpa memastikan ketersediaan ruang.

Kedua, menerima permohonan praktikum tanpa memeriksa jumlah alat yang layak.

Ketiga, menyiapkan bahan tanpa memeriksa identitas serta risiko penggunaannya.

Keempat, mencatat peminjaman berdasarkan nama alat saja tanpa identitas unit yang memadai.

Kelima, mengisi jurnal praktikum berdasarkan rencana meskipun kegiatan belum dilaksanakan.

Keenam, tidak membandingkan kondisi alat sebelum dan setelah penggunaan.

Ketujuh, menganggap alat yang ditemukan rusak sebagai tanggung jawab pengguna terakhir tanpa pemeriksaan.

Kedelapan, mengembalikan sisa bahan ke wadah utama tanpa memperhatikan kemungkinan kontaminasi.

Kesembilan, tidak mencatat penundaan atau pembatalan praktikum.

Kesepuluh, menyamakan persentase keterlaksanaan jadwal dengan keberhasilan pembelajaran.

Kesebelas, tidak melakukan rekonsiliasi jumlah alat yang dipinjam dan dikembalikan.

Keduabelas, tidak menggunakan hasil laporan untuk memperbaiki kegiatan berikutnya.

Kesalahan tersebut dapat dikurangi melalui prosedur yang jelas dan pemeriksaan berkala.

Checklist Administrasi Praktikum Laboratorium

A. Penjadwalan

  • Rencana praktikum telah disampaikan.
  • Jadwal sesuai dengan kegiatan pembelajaran.
  • Tidak terdapat benturan penggunaan ruang.
  • Kapasitas dan pengawasan memadai.
  • Petugas mengetahui jadwal terbaru.

B. Persiapan

  • Formulir permohonan tersedia.
  • Daftar alat lengkap.
  • Daftar bahan sesuai kebutuhan.
  • Kondisi peralatan diperiksa.
  • Penilaian risiko dilakukan.
  • Perlengkapan keselamatan tersedia.
  • Kegiatan telah memperoleh persetujuan yang diperlukan.

C. Peminjaman Alat

  • Identitas alat tercatat.
  • Penanggung jawab jelas.
  • Waktu penggunaan diketahui.
  • Kondisi awal didokumentasikan.
  • Status peminjaman dapat diperiksa.

D. Pelaksanaan dan Jurnal

  • Praktikum dilaksanakan sesuai prosedur.
  • Kehadiran peserta dicatat sesuai kebutuhan.
  • Jurnal diisi berdasarkan pelaksanaan sebenarnya.
  • Kendala dicatat.
  • Insiden keselamatan dilaporkan.
  • Hasil kegiatan dievaluasi.

E. Pengembalian

  • Jumlah alat diperiksa.
  • Nomor inventaris dicocokkan.
  • Kondisi setelah penggunaan diperiksa.
  • Peralatan bermasalah dipisahkan.
  • Pemakaian bahan dicatat.
  • Status transaksi diperbarui.
  • Ruang dinyatakan aman setelah kegiatan.

F.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
jadwal laboratorium sekolah buku kegiatan praktikum peminjaman alat laboratorium jurnal praktikum SOP laboratorium administrasi laboratorium

Komentar Pengguna