Pendidikan
M. Panji Maulana

Panduan Jadwal dan Buku Praktikum Laboratorium Sekolah 2026: Peminjaman Alat, Jurnal Kegiatan, dan Contoh Format

Panduan Jadwal dan Buku Praktikum Laboratorium Sekolah 2026: Peminjaman Alat, Jurnal Kegiatan, dan Contoh Format

31 Oktober 2026 | 06:03

KebonCinta.com – Laboratorium sekolah merupakan fasilitas pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan percobaan, pengamatan, pengukuran, dan kegiatan praktik secara langsung. Namun, laboratorium yang mempunyai peralatan lengkap belum tentu dapat dimanfaatkan secara optimal apabila jadwal dan administrasi penggunaannya tidak dikelola dengan baik.

Dalam kegiatan sehari-hari, laboratorium dapat digunakan oleh beberapa kelas dan guru dengan kebutuhan yang berbeda.

Sebagai contoh, sebuah SMP mempunyai satu ruang laboratorium IPA yang digunakan oleh kelas VII, VIII, dan IX.

Guru kelas VII akan melakukan pengamatan menggunakan mikroskop, sementara guru kelas VIII membutuhkan ruangan yang sama untuk kegiatan pengukuran. Pada waktu lain, kelas IX memerlukan alat praktikum untuk kegiatan pengamatan gejala fisika.

Jika seluruh kegiatan tersebut tidak dijadwalkan, penggunaan ruang dapat bertabrakan. Persiapan alat juga menjadi tidak teratur karena petugas belum mengetahui kebutuhan masing-masing kelas.

Permasalahan lain dapat terjadi ketika peralatan dipinjam tanpa pencatatan. Akibatnya, pengelola kesulitan mengetahui lokasi alat, siapa yang bertanggung jawab, atau apakah peralatan telah dikembalikan.

Oleh karena itu, sekolah membutuhkan jadwal laboratorium, formulir permohonan penggunaan, register peminjaman alat, jurnal praktikum, serta prosedur pemeriksaan setelah kegiatan.

Pada tahun 2026, pengelolaan fasilitas pembelajaran perlu memperhatikan Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana serta Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan.

Kedua peraturan tersebut menjadi rujukan dalam menyediakan dan mengelola sumber daya pendidikan secara efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Apa Itu Administrasi Penggunaan Laboratorium?

Administrasi penggunaan laboratorium merupakan kegiatan mengatur, mencatat, memantau, dan mengevaluasi pemanfaatan ruang, peralatan, serta bahan praktikum.

Administrasi ini berbeda dari inventarisasi.

Inventarisasi digunakan untuk mencatat barang yang dimiliki atau dikelola sekolah, sedangkan administrasi penggunaan mencatat kegiatan yang berlangsung dan perubahan status peralatan selama digunakan.

Secara umum, administrasi operasional laboratorium dapat mencakup:

  1. Jadwal pemakaian ruang.
  2. Permohonan penggunaan laboratorium.
  3. Daftar kebutuhan alat dan bahan.
  4. Pemeriksaan kesiapan praktikum.
  5. Register peminjaman alat.
  6. Register pengembalian alat.
  7. Jurnal kegiatan praktikum.
  8. Kartu pemakaian bahan.
  9. Pemeriksaan kondisi setelah praktikum.
  10. Catatan kendala atau insiden.
  11. Laporan penggunaan laboratorium.
  12. Evaluasi kegiatan.

Dokumen tersebut dapat dibuat secara manual maupun digital.

Sekolah tidak harus menggunakan formulir yang rumit. Hal terpenting adalah memastikan informasi yang dibutuhkan tersedia, akurat, dan dapat ditelusuri kembali.

Dasar Hukum Administrasi Laboratorium Tahun 2026

1. Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana

Peraturan ini mengatur sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan.

Sarana mencakup bahan pembelajaran, alat pembelajaran, dan perlengkapan. Dalam konteks laboratorium, ketentuan tersebut menjadi salah satu dasar penentuan kebutuhan fasilitas praktikum.

2. Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan

Peraturan ini mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan.

Penggunaan laboratorium merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran serta pemanfaatan sumber daya sekolah yang perlu direncanakan dan diawasi.

3. Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 tentang Standar Tenaga Kependidikan

Standar tenaga kependidikan menjadi rujukan untuk memperhatikan kompetensi serta tanggung jawab tenaga pendukung penyelenggaraan pendidikan.

Pembagian pekerjaan laboratorium perlu memperhatikan kompetensi, kewenangan, dan risiko kegiatan.

4. Ketentuan Pengelolaan Barang Milik Daerah

Untuk sekolah negeri yang menggunakan peralatan berstatus Barang Milik Daerah, administrasi penggunaan harus selaras dengan ketentuan penatausahaan aset.

Sementara itu, sekolah swasta mengikuti status kepemilikan barang, kebijakan badan penyelenggara, serta ketentuan terkait.

Contoh jadwal, jurnal, dan formulir dalam artikel ini merupakan alat bantu operasional. Tidak terdapat satu desain formulir yang diwajibkan secara identik bagi seluruh laboratorium sekolah.

Mengapa Jadwal Praktikum Harus Dibuat?

Jadwal laboratorium membantu sekolah mengoordinasikan penggunaan ruang dan memastikan kegiatan praktikum dapat dipersiapkan dengan baik.

Manfaatnya antara lain:

Pertama, mencegah benturan waktu. Dua kelas tidak dijadwalkan menggunakan ruang yang sama secara bersamaan apabila kapasitas tidak memungkinkan.

Kedua, membantu persiapan alat. Petugas mengetahui jenis dan jumlah peralatan yang harus disediakan.

Ketiga, mempermudah pemeriksaan bahan. Ketersediaan bahan praktikum dapat diperiksa sebelum kegiatan.

Keempat, mendukung keselamatan. Pengelola mempunyai kesempatan memeriksa risiko dan prosedur kegiatan.

Kelima, meningkatkan ketertelusuran. Sekolah dapat mengetahui riwayat penggunaan fasilitas.

Keenam, mendukung evaluasi. Jumlah kegiatan, kendala, dan kebutuhan perbaikan dapat diketahui dari jurnal.

Jadwal yang baik tidak hanya mencantumkan nama kelas, tetapi juga waktu, kegiatan, guru, serta status persiapan yang relevan.

Langkah 1: Mengidentifikasi Kebutuhan Praktikum

Sebelum menyusun jadwal, tim pengelola perlu memperoleh informasi kebutuhan dari guru mata pelajaran.

Guru dapat menyampaikan rencana kegiatan berdasarkan tujuan pembelajaran dan perangkat ajar yang telah disusun.

Informasi yang perlu diketahui meliputi kelas, topik praktikum, kebutuhan alat, kebutuhan bahan, jumlah peserta, perkiraan durasi, dan penilaian risiko.

Sebagai contoh, guru IPA kelas VII merencanakan pengamatan struktur tumbuhan.

Pengelola perlu mengetahui jumlah kelompok, kebutuhan mikroskop, bahan pengamatan, dan perlengkapan pendukung.

Jika jumlah mikroskop terbatas, guru dapat menyesuaikan organisasi kelompok atau pelaksanaan kegiatan tanpa mengurangi keselamatan dan tujuan pembelajaran.

Kegiatan yang memerlukan fasilitas atau pengawasan khusus harus direncanakan lebih awal.

Langkah 2: Membuat Jadwal Penggunaan Laboratorium

Jadwal sebaiknya disesuaikan dengan kalender akademik dan jadwal pelajaran sekolah.

Contoh Jadwal Laboratorium IPA

JADWAL PENGGUNAAN LABORATORIUM

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Periode: November 2026

Ruang: Laboratorium IPA

Kegiatan 001

Hari: Senin

Waktu: 08.00–09.20

Kelas: VII-A

Guru: Guru IPA Kelas VII

Topik: Pengamatan bagian tumbuhan

Kebutuhan Utama: Mikroskop dan preparat yang sesuai

Status: Menunggu pemeriksaan kesiapan

Kegiatan 002

Hari: Selasa

Waktu: 09.40–11.00

Kelas: VIII-B

Guru: Guru IPA Kelas VIII

Topik: Pengukuran besaran fisika

Kebutuhan Utama: Alat ukur yang sesuai

Status: Menunggu pemeriksaan kesiapan

Kegiatan 003

Hari: Rabu

Waktu: 08.00–09.20

Kelas: IX-A

Guru: Guru IPA Kelas IX

Topik: Pengamatan rangkaian listrik pembelajaran

Kebutuhan Utama: Peralatan listrik pendidikan bertegangan rendah sesuai penilaian risiko

Status: Menunggu pemeriksaan kesiapan

Seluruh jadwal tersebut merupakan simulasi.

Penetapan kegiatan tidak cukup hanya berdasarkan tersedianya waktu. Persetujuan penggunaan juga perlu memperhatikan kesiapan alat, keselamatan, dan kemampuan pengawasan.

Langkah 3: Menyusun Formulir Permohonan Praktikum

Formulir permohonan membantu guru menyampaikan kebutuhan sebelum kegiatan berlangsung.

FORMULIR PERMOHONAN PENGGUNAAN LABORATORIUM

Nama Sekolah: ....................................

Nomor Permohonan: ....................................

Tanggal Pengajuan: ....................................

Nama Guru: ....................................

Mata Pelajaran: ....................................

Kelas/Rombel: ....................................

Jumlah Peserta: ....................................

Hari/Tanggal Praktikum: ....................................

Waktu: ....................................

Topik Praktikum: ....................................

Tujuan Pembelajaran: ....................................

Alat yang Dibutuhkan: ....................................

Bahan yang Dibutuhkan: ....................................

Perlengkapan Keselamatan: ....................................

Potensi Bahaya: ....................................

Langkah Pengendalian Risiko: ....................................

Rencana Penanganan Sisa Bahan: ....................................

Status Permohonan: Diajukan / Perlu Perbaikan / Disetujui / Tidak Disetujui

Petugas Pemeriksa: ....................................

Tanggal Persetujuan: ....................................

Formulir ini perlu disampaikan sebelum praktikum dengan waktu yang cukup untuk memeriksa kesiapan.

Sekolah dapat menetapkan batas pengajuan berdasarkan kebutuhan operasional, bukan menganggap satu tenggat tertentu sebagai ketentuan nasional.

Langkah 4: Membuat Daftar Persiapan Alat dan Bahan

Setelah permohonan diterima, petugas menyiapkan daftar kebutuhan.

Daftar ini membantu memastikan jumlah peralatan sesuai dengan kegiatan yang direncanakan.

Contoh Daftar Persiapan Praktikum

DAFTAR KESIAPAN ALAT DAN BAHAN

Nomor Kegiatan: PRK-2026-001

Nama Praktikum: Pengamatan bagian tumbuhan

Kelas: VII-A

Tanggal: ....................................

Penanggung Jawab: ....................................

Alat 1

Nama: Mikroskop

Jumlah Dibutuhkan: 6 unit

Jumlah Layak Tersedia: 6 unit

Hasil Pemeriksaan: Siap setelah pemeriksaan fungsi

Alat 2

Nama: Kaca objek

Jumlah Dibutuhkan: 12 buah

Jumlah Layak Tersedia: 12 buah

Hasil Pemeriksaan: Siap

Bahan 1

Nama: Spesimen tumbuhan yang aman digunakan

Jumlah: Sesuai kebutuhan pembelajaran

Status: Tersedia

Pemeriksaan Keselamatan

  • Alat telah diperiksa.
  • Bahan teridentifikasi.
  • Kapasitas ruang sesuai.
  • Pengawasan tersedia.
  • Prosedur praktikum dipahami.
  • Risiko telah dinilai.
  • Penanganan setelah kegiatan disiapkan.

Status Akhir: Siap / Perlu Penyesuaian / Tidak Siap

Nama Pemeriksa: ....................................

Langkah 5: Membuat Buku Peminjaman Alat Laboratorium

Peminjaman alat perlu dicatat, terutama jika peralatan berpindah dari lokasi penyimpanan atau digunakan di luar laboratorium.

Register harus menunjukkan alat yang digunakan, peminjam atau penanggung jawab, waktu peminjaman, dan status pengembalian.

Contoh Register Peminjaman Alat

BUKU PEMINJAMAN ALAT LABORATORIUM

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Transaksi 001

Nomor Transaksi: PJ-LAB-2026-001

Tanggal Pinjam: 2 November 2026

Peminjam/Penanggung Jawab: Guru IPA

Kelas Pengguna: VII-A

Nama Alat: Mikroskop

Kode Inventaris: LAB-2026-0001

Jumlah: 1 unit

Kondisi Sebelum Digunakan: Baik

Lokasi Penggunaan: Laboratorium IPA

Waktu Rencana Pengembalian: 09.30

Status: Sedang Digunakan

Petugas: ....................................

Transaksi 002

Nomor Transaksi: PJ-LAB-2026-002

Tanggal Pinjam: 2 November 2026

Peminjam/Penanggung Jawab: Guru IPA

Kelas Pengguna: VII-A

Nama Alat: Mikroskop

Kode Inventaris: LAB-2026-0002

Jumlah: 1 unit

Kondisi Sebelum Digunakan: Baik

Lokasi Penggunaan: Laboratorium IPA

Status: Sedang Digunakan

Petugas: ....................................

Contoh tersebut menggunakan satu nomor transaksi untuk setiap unit alat agar mudah ditelusuri.

Jika sekolah menggunakan satu formulir untuk beberapa alat, setiap unit tetap harus dapat diidentifikasi secara jelas.

Baca Juga: Panduan Membuat Buku Inventaris Barang Sekolah: Kode Aset, Stok Opname, Mutasi, dan Contoh Format

Langkah 6: Menyusun SOP Peminjaman Alat

Tahap 1: Pengajuan

Guru mengajukan kebutuhan alat berdasarkan rencana praktikum.

Tahap 2: Pemeriksaan Identitas

Petugas memastikan jenis dan kode inventaris peralatan.

Tahap 3: Pemeriksaan Ketersediaan

Periksa apakah alat tersedia dan tidak sedang digunakan kegiatan lain.

Tahap 4: Pemeriksaan Kondisi

Pastikan alat layak digunakan sesuai fungsinya.

Tahap 5: Pemeriksaan Keselamatan

Untuk alat yang mempunyai risiko khusus, pastikan pengguna, pengawasan, dan prosedur memenuhi persyaratan.

Tahap 6: Pencatatan

Nomor inventaris, waktu penggunaan, dan penanggung jawab dicatat.

Tahap 7: Penyerahan

Peralatan diserahkan atau disiapkan setelah dinyatakan layak.

Tahap 8: Pengawasan

Penggunaan alat dilakukan sesuai prosedur.

Tahap 9: Pengembalian

Setelah kegiatan, alat diperiksa dan dicatat kembali.

Tahap 10: Penutupan Transaksi

Status peminjaman diperbarui berdasarkan keadaan sebenarnya.

Alat yang tidak layak atau tidak aman tidak boleh dipinjamkan hanya karena dibutuhkan untuk mengejar jadwal pembelajaran.

Langkah 7: Membuat Jurnal Kegiatan Praktikum

Jurnal praktikum merupakan catatan mengenai kegiatan yang benar-benar dilaksanakan.

Dokumen ini berbeda dari jadwal.

Jadwal menunjukkan rencana penggunaan, sedangkan jurnal mencatat realisasi kegiatan.

Contoh Jurnal Praktikum Laboratorium

JURNAL KEGIATAN PRAKTIKUM

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Mata Pelajaran: IPA

Kelas: VII-A

Tanggal: 2 November 2026

Waktu: 08.00–09.20

Guru: ....................................

Petugas Laboratorium: ....................................

A. Identitas Kegiatan

Topik: Pengamatan bagian tumbuhan

Tujuan: Mengamati struktur tumbuhan menggunakan alat pembesar yang sesuai.

Jumlah Murid Direncanakan: 30

Jumlah Murid Hadir: 28

Jumlah Kelompok: 6

B. Pelaksanaan

Kegiatan dimulai dengan pengarahan penggunaan alat, pengamatan spesimen, pencatatan hasil, dan diskusi.

C. Peralatan

Mikroskop: 6 unit

Kaca objek: 12 buah

Perlengkapan lain: Sesuai kebutuhan

D. Hasil Pelaksanaan

Sebagian besar kelompok dapat melakukan pengamatan sesuai instruksi. Beberapa murid membutuhkan pendampingan dalam pengaturan fokus alat.

E. Kendala

Satu kelompok memerlukan waktu tambahan untuk memperoleh hasil pengamatan yang jelas.

F. Tindak Lanjut

Guru memberikan demonstrasi tambahan dan memeriksa hasil pengamatan kelompok.

G.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
jadwal laboratorium sekolah buku kegiatan praktikum peminjaman alat laboratorium jurnal praktikum SOP laboratorium administrasi laboratorium

Komentar Pengguna