KebonCinta.com - Nasi dingin belakangan sering dikaitkan dengan pola makan sehat karena dianggap memiliki kalori lebih rendah dibandingkan nasi hangat.
Anggapan tersebut membuat sebagian orang tertarik mengganti nasi yang baru matang dengan nasi yang telah disimpan di dalam kulkas.
Namun, apakah mendinginkan nasi benar-benar dapat mengurangi jumlah kalorinya?
Baca Juga: Bukan Malas, 7 Hal Ini Bisa Terasa Sulit saat Kesehatan Mental Menurun
Ahli gizi Adisty Pavitasari menjelaskan bahwa kandungan energi dan zat gizi dasar nasi hangat maupun nasi dingin tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
Dalam pemberitaan CNN Indonesia pada Oktober 2026, Adisty menyebut bahwa 100 gram nasi mengandung sekitar 180 kilokalori, 39 gram karbohidrat, dan 3 gram protein.
Angka tersebut merupakan gambaran komposisi nasi yang dapat bervariasi berdasarkan jenis beras dan kadar airnya.
Artinya, nasi yang didinginkan tidak otomatis kehilangan sebagian besar kalorinya.
Baca Juga: Kolagen Bisa Berkurang Seiring Usia, Ini Nutrisi dan Kebiasaan yang Membantu Menjaga Kesehatan Kulit
Perbedaannya terletak pada perubahan struktur pati.
Ketika nasi didinginkan, sebagian pati dapat mengalami retrogradasi dan membentuk pati resisten.
Pati resisten lebih sulit dicerna di usus halus dibandingkan pati biasa.
Proses tersebut berpotensi memengaruhi jumlah karbohidrat yang tersedia untuk dicerna dan respons gula darah setelah makan.
Namun, efek tersebut tidak cukup menjadi alasan untuk menganggap nasi dingin sebagai makanan rendah kalori.
Baca Juga: 5 Manfaat Kurma bagi Kesehatan, dari Menjaga Jantung hingga Melancarkan Pencernaan
Penurunan berat badan pada dasarnya dipengaruhi keseimbangan energi dalam jangka panjang.
Mengonsumsi nasi dingin dalam porsi besar tetap dapat menyebabkan asupan energi berlebihan.
Sebaliknya, nasi hangat masih dapat dikonsumsi dalam program diet apabila porsinya disesuaikan dengan kebutuhan.
Mendinginkan nasi bukan cara instan untuk memangkas kalori.
Pengaturan porsi, pemilihan lauk, aktivitas fisik, dan konsistensi pola makan tetap lebih penting daripada sekadar memilih suhu nasi.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir