Keboncinta.com-- Dalam Islam, adab makan bukan sekadar tata krama, tetapi juga sarat dengan hikmah kesehatan. Rasulullah ﷺ mencontohkan makan dengan tiga jari dan dalam posisi duduk tegak. Sekilas tampak sederhana, namun kebiasaan ini ternyata selaras dengan prinsip kesehatan modern dan memberi dampak positif bagi tubuh.
Dalam berbagai riwayat sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa makan dengan tiga jari dan menjilatnya setelah selesai makan. Beliau juga tidak makan sambil bersandar. Adab ini mengajarkan kesederhanaan, kesadaran, dan penghormatan terhadap makanan sebagai nikmat dari Allah.
Makan dengan tiga jari membuat seseorang mengambil makanan dalam porsi kecil. Hal ini secara alami memperlambat proses makan, sehingga otak memiliki cukup waktu untuk menerima sinyal kenyang dari lambung. Akibatnya, risiko makan berlebihan dapat diminimalkan.
Selain itu, makan dengan tangan membantu merangsang saraf-saraf di ujung jari yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Beberapa ahli menyebutkan bahwa sentuhan tangan dengan makanan dapat meningkatkan kesadaran terhadap tekstur dan suhu makanan, sehingga pencernaan menjadi lebih optimal.
Posisi duduk tegak saat makan memungkinkan makanan turun ke lambung dengan bantuan gravitasi secara alami. Posisi ini membantu kerja kerongkongan dan lambung menjadi lebih efisien, serta mengurangi risiko naiknya asam lambung.
Sebaliknya, makan sambil bersandar atau berbaring dapat mengganggu proses pencernaan, menyebabkan perut terasa penuh, dan meningkatkan risiko gangguan lambung dalam jangka panjang.
Islam mengajarkan bahwa menjaga adab adalah bagian dari menjaga diri. Dengan makan perlahan, porsi wajar, dan posisi yang benar, tubuh tidak dipaksa bekerja berlebihan. Ini selaras dengan prinsip kesehatan modern yang menganjurkan mindful eating—makan dengan penuh kesadaran.
Makan dengan tiga jari dan duduk tegak juga melatih kerendahan hati dan pengendalian diri. Sunnah ini mengingatkan bahwa makan adalah sarana untuk beribadah dan menjaga kekuatan tubuh, bukan sekadar memuaskan nafsu.
Anjuran makan dengan tiga jari dan duduk tegak bukan hanya sunnah Rasulullah ﷺ, tetapi juga kebiasaan sehat yang penuh hikmah. Praktik ini membantu menjaga pencernaan, mencegah makan berlebihan, dan menumbuhkan kesadaran spiritual. Menghidupkan sunnah dalam hal sederhana seperti makan berarti menjaga kesehatan jasmani sekaligus mendidik jiwa.