Mobil Listrik
Azzahra Esa Nabila

Mengapa Asal Produksi Bisa Memengaruhi Harga Jual Kembali Mobil Listrik?

Mengapa Asal Produksi Bisa Memengaruhi Harga Jual Kembali Mobil Listrik?

29 September 2026 | 12:49

Keboncinta.com-- Saat membeli mobil listrik, kebanyakan orang mungkin lebih dulu melihat harga, desain, jarak tempuh, hingga fitur yang ditawarkan. Namun, ada satu hal yang sering baru dipikirkan setelah mobil dimiliki beberapa tahun, yaitu berapa nilainya ketika hendak dijual kembali.

Lantas, mengapa asal produksi bisa ikut memengaruhi harga jual kembali mobil listrik?

1. Biaya dan Harga Mobil Baru
Mobil CBU dapat memiliki struktur harga yang berbeda karena kendaraan didatangkan secara utuh dari negara asal. Sementara itu, mobil yang dirakit di Indonesia dapat memanfaatkan komponen lokal dan fasilitas produksi dalam negeri. 

2. Ketersediaan Servis dan Suku Cadang
Asal produksi juga berkaitan dengan seberapa kuat ekosistem kendaraan tersebut di Indonesia. Mobil yang memiliki jaringan servis luas dan ketersediaan suku cadang lebih mudah biasanya lebih menarik bagi pembeli bekas.

3. Popularitas Model Tetap Menentukan
Meski demikian, bukan berarti mobil lokal pasti memiliki resale value lebih tinggi daripada CBU. Permintaan pasar tetap menjadi faktor utama.

Data OLXmobbi yang dikutip GAIKINDO menunjukkan BEV mengalami depresiasi cukup tinggi, sekitar 35–60 persen per tahun, antara lain karena pembaruan model yang cepat dan terbatasnya pembiayaan mobil listrik bekas.

Tags:
Fenomena Remaja Mobil Listrik Rekomendasi

Komentar Pengguna