Berita
Admin

Melalui Program Desa Nelayan, Pemerintah Indonesia Lakukan Penguatan di Sektor Kelautan dan Perikanan Nasional

Melalui Program Desa Nelayan, Pemerintah Indonesia Lakukan Penguatan di Sektor Kelautan dan Perikanan Nasional

17 Oktober 2025 | 14:08

Keboncinta.com-- Bidang kelautan dan perikanan nasional mendapat perhatiuan serius dari Pemerintah Indonesia yang terus memperkuat sektor tersebut melalui peluncuran program Desa Nelayan yang merupakan inisiatif besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan memanfaatkan potensi laut nasional secara berkelanjutan.

Dengan program ini, pemerintah Presiden Prabowo berupaya menghadirkan solusi nyata bagi pemberdayaan komunitas nelayan di seluruh Indonesia.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tentang belum adanya program peningkatan kesejahteraan nelayan yang efektif.

Baca Juga: Menag Jelaskan Lembaga Pendidikan Pesantren telah Berjasa bagi Indonesia dan jadi Pilar Peradaban Bangsa

“Jadi pada dasarnya, dalam 80 tahun sejarah Indonesia, belum ada program yang benar-benar efektif untuk memberdayakan komunitas nelayan kami. Dan inilah yang sedang kami coba lakukan,” ungkap Presiden Prabowo saat menghadiri Forbes Global CEO Conference 2025, di Hotel The St. Regis, pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Presiden RI menjelaskan bahwa program Desa Nelayan dimulai dengan proyek percontohan yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Salah satu model yang dikembangkan disebut Fishing Village Project yaitu desa dengan sekitar 2.000 nelayan yang direorganisasi dan difasilitasi dengan infrastruktur memadai.

Selanjutnya, Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa pemerintah membangun dermaga sederhana, menyediakan fasilitas produksi es, cold storage, serta panel surya untuk kebutuhan energi. Dan juga yang tak kalah penting ialah disiapkan pula klinik bersih dan sekolah yang layak bagi masyarakat di sana.

Baca Juga: Operasi Militer Besar-besaran dan Titik Balik Strategis dalam Perang Dunia Kedua

“Dan kami menemukan dari kesaksian mereka, setelah satu setengah hingga dua tahun, pendapatan mereka meningkat hingga 100%. Itu luar biasa. Saya sendiri sangat terkejut. Saya pikir mungkin 40%, 50%, tapi ternyata meningkat 100% dan semua itu hanya karena hal-hal dasar seperti es, dan tentu saja fasilitas untuk pelelangan ikan,” jelas Presiden.

Dengan tersedianya fasilitas pelelangan, ikan segar dari desa nelayan kini dapat dijual langsung dengan harga lebih baik, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pemerintah berencana mereplikasi model Desa Nelayan ini secara nasional. Tahun 2025, program tersebut telah membangun 65 desa, dan ditargetkan hingga akhir tahun 2026 akan mencapai 1.000 desa nelayan di seluruh Indonesia.

“Dan targetnya adalah pada akhir tahun 2026, kami akan membangun setidaknya 1.000 desa seperti ini di seluruh Indonesia. Seribu desa berarti akan memberdayakan dua juta nelayan. Dua juta nelayan dengan istri mereka dan mungkin dua anak, itu berarti delapan juta orang Indonesia,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Animo Masyarakat Tinggi! Pendaftar Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) S3 Kemenag Tembus Ribuan Orang

Keberhasilan program ini juga akan memperkuat pasokan protein segar bagi masyarakat dan terhubung dengan jaringan koperasi desa.

Saat ini, pemerintah telah membentuk lebih dari 81.000 koperasi desa yang masing-masing memiliki gudang, cold storage, minimarket, apotek, dan klinik sendiri. Setiap koperasi juga akan memperoleh pembiayaan untuk dua truk pengangkut hasil produksi, agar distribusi ke pasar berjalan baik tanpa hambatan berarti.***

Tags:
berita nasional Presiden Prabowo Subianto

Komentar Pengguna