TAIPEI, KEBONCINTA.COM – Pertumbuhan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai memberikan tekanan baru terhadap pasar perangkat keras komputer konsumen. Setelah harga RAM dan penyimpanan mengalami kenaikan, kartu grafis serta monitor diperkirakan menjadi komponen berikutnya yang terdampak.
Peringatan tersebut muncul dari sejumlah perusahaan di rantai pasok perangkat keras. PC Partner Group, perusahaan induk yang menaungi merek kartu grafis seperti Zotac, Inno3D, Manli, dan Sapphire, memperkirakan biaya produksi kartu grafis akan meningkat pada paruh kedua 2026.
Kenaikan tersebut berpotensi paling terasa pada kartu grafis kelas terjangkau dan menengah yang selama ini menjadi pilihan utama pengguna komputer rumahan. Salah satu produk yang disebut berisiko mengalami kenaikan harga eceran adalah Nvidia GeForce RTX 5060.
Tekanan harga berkaitan dengan meningkatnya biaya cip memori yang digunakan pada kartu grafis. Permintaan perangkat keras untuk pusat data dan pemrosesan AI membuat produsen memori lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksinya kepada sektor tersebut.
Perusahaan teknologi berskala besar juga dinilai memiliki kemampuan membayar harga lebih tinggi untuk memastikan kebutuhan perangkat keras pusat data mereka tetap terpenuhi. Kondisi itu menyebabkan produk konsumen harus bersaing mendapatkan pasokan dari kapasitas produksi yang terbatas.
Kartu grafis modern menggunakan memori khusus seperti GDDR6 dan GDDR7. RTX 5060, misalnya, dibekali memori GDDR7 berkapasitas 8 GB. Apabila harga cip memori terus naik, biaya pembuatan kartu grafis secara keseluruhan juga berpotensi meningkat.
PC Partner dalam laporan keuangannya menyatakan bahwa kenaikan biaya memori grafis dapat mendorong peningkatan biaya kartu grafis pada paruh kedua tahun ini. Perusahaan juga memperkirakan ketersediaan produk kelas terjangkau dapat semakin terbatas.
Tanda kenaikan harga telah terlihat di pasar Amerika Serikat. Berdasarkan pemantauan terhadap daftar produk di Newegg, median harga RTX 5060 meningkat dari 369,99 dolar AS pada Juni menjadi 469,99 dolar AS pada Agustus 2026.
Kenaikannya mencapai sekitar 27 persen hanya dalam waktu dua bulan. Harga median tersebut juga sudah jauh lebih tinggi dibandingkan harga peluncuran RTX 5060 sebesar 299,99 dolar AS.
Produk lain mengalami kenaikan yang lebih besar. Median harga RTX 5060 Ti 16 GB meningkat sekitar 39 persen, dari 569,99 dolar AS menjadi 804,99 dolar AS. Sementara RTX 5070 naik sekitar 36 persen menjadi 899,99 dolar AS.
Angka tersebut menggambarkan median harga pada produk yang tersedia di pasar Amerika Serikat, bukan harga resmi global. Karena itu, data tersebut tidak dapat langsung dijadikan patokan harga di Indonesia.
Harga di pasar Indonesia masih dipengaruhi nilai tukar rupiah, persediaan distributor, biaya impor, varian kartu dari setiap produsen, serta kebijakan masing-masing penjual.
Meskipun permintaan AI dan kenaikan biaya memori menjadi faktor penting, analis industri grafis Jon Peddie mengingatkan bahwa lonjakan harga tidak selalu sepenuhnya mencerminkan kenaikan biaya komponen.
Menurut analisisnya, produsen kartu grafis juga dapat mengambil peluang dari kekhawatiran pasar mengenai kelangkaan barang. Artinya, kenaikan harga eceran bisa dipengaruhi kombinasi biaya produksi, ketersediaan produk, permintaan konsumen, dan strategi harga produsen maupun distributor.
Data penjualan kartu grafis juga menunjukkan gambaran yang tidak sepenuhnya seragam. PC Partner mencatat penurunan pengiriman pada sejumlah lini bisnisnya, tetapi data Jon Peddie Research menunjukkan penjualan unit kartu grafis tambahan secara global masih tumbuh pada periode tertentu.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa konsumen perlu berhati-hati terhadap klaim kelangkaan dan tidak terburu-buru membeli produk hanya karena khawatir harga akan langsung melonjak.
Tekanan biaya tidak hanya terjadi pada kartu grafis. Produsen panel OEM KTC dilaporkan mulai kesulitan menanggung kenaikan harga komponen untuk pembuatan layar.
Perusahaan itu berencana menyesuaikan harga panel yang dipasok kepada berbagai merek monitor. Jika kenaikan biaya diteruskan oleh produsen dan distributor, harga monitor komputer di tingkat konsumen juga berpotensi meningkat.
Namun, belum terdapat informasi terperinci mengenai besaran kenaikan, model monitor yang terdampak, maupun waktu penerapannya di setiap negara. Penyesuaian harga juga dapat berbeda berdasarkan jenis panel, ukuran layar, resolusi, refresh rate, dan persediaan yang masih dimiliki penjual.
Kabar ini menjadi perhatian bagi pelajar, mahasiswa, kreator konten, dan pemain gim yang berencana merakit atau meningkatkan kemampuan komputer. GPU dan monitor merupakan dua komponen yang dapat mengambil porsi besar dari anggaran perakitan PC.
Konsumen disarankan membandingkan harga dari beberapa penjual resmi dan memeriksa riwayat harga sebelum membeli.