Internasional
Rahman Abdullah

Kemenhaj Keluarkan Peringatan Penting Jelang Kepulangan Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu

Kemenhaj Keluarkan Peringatan Penting Jelang Kepulangan Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu

06 Juni 2026 | 12:53

Keboncinta.com-- Fase kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi kini mulai berlangsung secara bertahap. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus melakukan pengawasan ketat agar seluruh proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah.

Di tengah tingginya mobilitas ribuan jemaah yang kembali ke Tanah Air, pemerintah juga mengingatkan sejumlah aturan penting terkait dokumen perjalanan, bagasi, hingga larangan membawa air zamzam di dalam koper.

Imbauan ini disampaikan untuk mencegah terjadinya hambatan yang dapat mengganggu kelancaran proses kepulangan.

Baca Juga: Ternyata Begini Cara Nilai UTBK SNBT 2026 Dihitung, Panitia Ungkap Sistem Rahasia yang Jaga Keadilan Peserta

Lebih dari 23 Ribu Jemaah Sudah Diberangkatkan ke Indonesia

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 59 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Jumlah tersebut terdiri dari 23.129 jemaah dan 236 petugas haji, sehingga total yang telah diberangkatkan mencapai 23.365 orang.

Sementara itu, sebanyak 56 kloter yang membawa 21.948 jemaah dan 224 petugas telah tiba dengan selamat di Indonesia. Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang sudah kembali ke Tanah Air mencapai 22.172 orang.

Tidak hanya haji reguler, proses kepulangan jemaah haji khusus juga terus berjalan. Hingga saat ini, tercatat 7.702 jemaah dan 368 petugas haji khusus telah kembali ke Indonesia.

Baca Juga: SNPMB Bisa Berubah Total? DPR Usul Seleksi PTN Selesai Akhir Juni, Kampus Swasta Berpotensi Diuntungkan

Jemaah Diminta Menjaga Dokumen Perjalanan

Memasuki masa pemulangan, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah agar lebih berhati-hati dalam menyimpan dokumen perjalanan.

Paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dan dokumen penting lainnya harus disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau. Paspor menjadi dokumen yang paling vital karena berfungsi sebagai identitas resmi selama perjalanan internasional.

Apabila paspor hilang, jemaah diminta segera melapor kepada ketua kloter maupun petugas haji agar dapat segera diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Baca Juga: PIP Juni 2026 Mulai Cair! Cek Sekarang, Siswa SD, SMP, dan SMA Bisa Dapat Bantuan Pendidikan dari Pemerintah

Aturan Bagasi Harus Dipatuhi

Pemerintah juga mengingatkan bahwa setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, serta satu koper bagasi dengan batas maksimal 32 kilogram.

Untuk mempercepat proses keberangkatan, maskapai penerbangan telah melakukan penimbangan koper bagasi sejak dua hari sebelum jadwal penerbangan. Setelah diserahkan kepada petugas, koper akan melalui proses pemeriksaan keamanan sebelum disimpan hingga waktu keberangkatan.

Karena itu, jemaah diimbau tidak lagi menambahkan barang ke dalam koper yang sudah ditimbang dan diserahkan kepada petugas.

Baca Juga: PIP Juni 2026 Mulai Cair! Cek Sekarang, Siswa SD, SMP, dan SMA Bisa Dapat Bantuan Pendidikan dari Pemerintah

Air Zamzam Dilarang Masuk Koper

Salah satu aturan yang kembali ditegaskan pemerintah adalah larangan membawa air zamzam di dalam koper kabin maupun koper bagasi.

Menurut Kemenhaj, keberadaan air zamzam di dalam koper dapat menghambat proses pemeriksaan keamanan, menyebabkan pembongkaran bagasi, hingga mengakibatkan keterlambatan distribusi koper kepada jemaah.

Pemerintah memastikan seluruh jemaah tidak perlu membawa zamzam sendiri karena setiap peserta haji Indonesia akan memperoleh satu galon air zamzam berisi lima liter yang dibagikan di debarkasi setibanya di Indonesia.

Baca Juga: Mengapa Hasil UTBK SNBT Tidak Langsung Diumumkan? Ini Penjelasan Resminya

Sejumlah Penerbangan Dialihkan ke Terminal Internasional

Di sisi lain, tingginya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah membuat otoritas Arab Saudi melakukan penyesuaian operasional.

Sejumlah penerbangan Saudia Airlines yang membawa jemaah Indonesia dialihkan dari Terminal Haji menuju Terminal Internasional atau Terminal 1.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menempatkan personel tambahan di Terminal 1 guna memastikan pelayanan kepada jemaah tetap berjalan optimal.

Jemaah diminta selalu mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi nomor gate keberangkatan, dan tetap berada di area tunggu yang telah ditentukan karena perubahan gate dapat terjadi sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional bandara.

Baca Juga: PIP 2026 Mulai Disalurkan, Ini Besaran Dana Bantuan untuk SD, SMP, hingga SMA/SMK yang Perlu Diketahui

Jaga Kesehatan Hingga Tiba di Tanah Air

Selain mempersiapkan dokumen dan bagasi, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah yang masih berada di Tanah Suci untuk menjaga kondisi kesehatan.

Jemaah dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar ruangan mengingat suhu udara yang masih cukup tinggi.

Dengan persiapan yang baik dan kepatuhan terhadap seluruh aturan, proses pemulangan jemaah haji Indonesia diharapkan dapat berlangsung lancar hingga seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan selamat.***

Tags:
Jemaah haji indonesia Internasional haji

Komentar Pengguna