Berita
Hilmi An Naufal

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar untuk 956 Pesantren dan Lembaga Pendidikan Terdampak Banjir Aceh

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar untuk 956 Pesantren dan Lembaga Pendidikan Terdampak Banjir Aceh

29 September 2026 | 22:37

Keboncinta.com-- Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp65,2 miliar untuk membantu pemulihan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang terdampak banjir di Provinsi Aceh.

Bantuan tersebut diberikan kepada total 956 lembaga melalui dua skema utama, yakni Bantuan Operasional Pendidikan serta Bantuan Sarana dan Prasarana Pascabencana.

Informasi penyaluran bantuan disampaikan pada Selasa, 29 September 2026.

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menjelaskan bahwa pemulihan lembaga pendidikan setelah bencana tidak hanya membutuhkan perbaikan gedung.

Pesantren juga membutuhkan dukungan operasional agar proses pembelajaran bagi santri dapat kembali berjalan.

Berdasarkan data Kementerian Agama, Bantuan Operasional Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Pascabencana telah disalurkan sebesar Rp15.289.817.140.

Bantuan operasional tersebut diberikan kepada 305 lembaga.

Dana diarahkan untuk membantu keberlangsungan kegiatan belajar serta berbagai layanan pendidikan bagi santri dan peserta didik pada lembaga yang terdampak banjir.

Sementara itu, bantuan untuk pemulihan sarana dan prasarana memiliki nilai yang lebih besar.

Kementerian Agama menyalurkan Rp49.938.928.000 kepada 651 lembaga melalui program Bantuan Sarana dan Prasarana Pascabencana.

Dana tersebut dapat digunakan sesuai ketentuan program untuk mendukung pembangunan maupun rehabilitasi gedung.

Selain itu, dukungan juga diarahkan pada penyediaan fasilitas pembelajaran dan sarana pendukung lainnya, termasuk peralatan teknologi informasi dan komunikasi.

Apabila kedua skema tersebut digabungkan, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp65.228.745.140 atau sekitar Rp65,2 miliar.

Banjir memberikan dampak yang tidak sedikit terhadap aktivitas pendidikan.

Ketika gedung, ruang belajar, fasilitas sanitasi maupun peralatan pendidikan mengalami kerusakan, kegiatan belajar santri dapat terganggu.

Pesantren juga memiliki karakter yang berbeda dengan sebagian sekolah biasa karena banyak santri tinggal dan menjalani sebagian besar aktivitas sehari-hari di lingkungan pondok.

Kerusakan fasilitas pesantren karena itu dapat berdampak tidak hanya pada kegiatan belajar di kelas, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari para santri.

Pemulihan sarana menjadi penting agar kegiatan pendidikan dapat kembali dilakukan dalam kondisi yang aman dan layak.

Basnang menyebut dukungan pemerintah diarahkan agar proses pembelajaran tidak terhenti terlalu lama.

Pesantren diharapkan dapat kembali menjalankan fungsi pendidikan setelah fasilitas dasar dipulihkan.

Selain menjadi lembaga pendidikan, pesantren juga memiliki peran sosial yang kuat di banyak daerah.

Pada situasi bencana, pesantren tidak jarang menjadi bagian dari jaringan masyarakat yang ikut membantu lingkungan di sekitarnya.

Karena itu, pemulihan pesantren dapat memiliki dampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.

Kementerian Agama juga menekankan perlunya sinergi pemerintah, pengelola pesantren serta berbagai pemangku kepentingan dalam proses pemulihan.

Bantuan pemerintah dapat menjadi salah satu dukungan utama, tetapi penggunaan dana, pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan fasilitas membutuhkan pengelolaan yang bertanggung jawab.

Bagi lembaga penerima, dana yang telah disalurkan diharapkan digunakan sesuai peruntukan dan kebutuhan yang telah diverifikasi.

Pemulihan pascabencana tidak hanya mengejar kecepatan pembangunan, tetapi juga memastikan fasilitas yang dibangun kembali aman serta dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan dalam jangka panjang.

Dengan penyaluran kepada 956 lembaga, Kementerian Agama berharap dampak banjir terhadap pendidikan pesantren di Aceh dapat ditekan.

Target akhirnya adalah santri dapat kembali belajar dalam lingkungan yang layak dan pesantren dapat kembali menjalankan fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

***

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna