Pendidikan
M. Panji Maulana

Contoh Dokumen KSP SMP: Panduan Mengisi 4 Komponen, Penetapan, dan Evaluasi Kurikulum

Contoh Dokumen KSP SMP: Panduan Mengisi 4 Komponen, Penetapan, dan Evaluasi Kurikulum

30 Oktober 2026 | 15:38

KebonCinta.com – Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) merupakan dokumen penting yang digunakan sekolah untuk mengarahkan penyelenggaraan pembelajaran sesuai karakteristik, kebutuhan peserta didik, serta ketentuan kurikulum nasional.

Dokumen ini tidak hanya menjelaskan mata pelajaran yang diajarkan, tetapi juga menggambarkan kondisi sekolah, tujuan pendidikan, pengorganisasian kegiatan belajar, dan perencanaan pembelajaran.

Dalam praktiknya, penyusunan KSP sering menjadi salah satu pekerjaan yang dikoordinasikan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum bersama tim pengembang kurikulum.

Namun, sebagian sekolah mungkin masih menghadapi kesulitan ketika harus menyusun isi setiap komponen, menentukan dokumen pendukung, atau melakukan peninjauan terhadap kurikulum yang sudah digunakan.

Kebingungan juga dapat muncul ketika sekolah memiliki dokumen kurikulum dari tahun sebelumnya, tetapi belum mengetahui bagian mana yang perlu diperbarui dan bagian mana yang dapat dipertahankan.

Padahal, tidak seluruh isi dokumen harus dibuat ulang setiap tahun apabila masih relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Dalam Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Edisi Revisi 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan bahwa KSP merupakan dokumen hidup atau living document yang dikembangkan melalui analisis, refleksi, dan evaluasi berdasarkan data.

Artinya, penyusunan dokumen kurikulum perlu benar-benar menggambarkan kondisi sekolah, bukan sekadar menyalin format atau isi dari satuan pendidikan lain.

Lantas, apa saja komponen wajib dalam KSP? Bagaimana contoh pengisiannya untuk jenjang SMP? Siapa yang menyusun dan menetapkan dokumen tersebut? Bagaimana prosedur evaluasi serta revisinya?

Berikut panduan teknis yang dapat digunakan kepala sekolah, wakasek kurikulum, dan tim pengembang kurikulum.

Apa Itu Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)?

Kurikulum Satuan Pendidikan atau KSP merupakan kurikulum yang dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan kerangka dasar dan struktur kurikulum nasional dengan mempertimbangkan karakteristik serta kebutuhan sekolah.

Dokumen ini menjadi pedoman dalam mengorganisasikan dan merencanakan pembelajaran.

Sebagai contoh, dua sekolah SMP dapat menggunakan struktur kurikulum nasional yang sama, tetapi mempunyai karakteristik peserta didik, kondisi lingkungan, fasilitas, serta program pengembangan yang berbeda.

Sebuah SMP yang berada di kawasan pertanian mungkin mengembangkan kegiatan pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan pertanian sebagai sumber belajar.

Sementara itu, sekolah yang berada di wilayah pesisir dapat menggunakan lingkungan laut dan kehidupan masyarakat pesisir sebagai konteks pembelajaran.

Keduanya tetap harus mengikuti ketentuan kurikulum nasional, tetapi memiliki ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi masing-masing.

Prinsip inilah yang mendasari pengembangan KSP.

Dasar Hukum Penyusunan KSP Tahun 2026

Beberapa regulasi yang perlu diperhatikan dalam menyusun dan meninjau KSP adalah sebagai berikut.

Pertama, Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, sebagaimana diubah melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Pasal 29 mengatur bahwa pengembangan KSP paling sedikit memuat empat komponen, yakni karakteristik satuan pendidikan; visi, misi, dan tujuan; pengorganisasian pembelajaran; serta perencanaan pembelajaran.

Pasal 30 menetapkan bahwa KSP ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan.

Kedua, Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan.

Pasal 7 mengatur bahwa perencanaan bidang kurikulum dan pembelajaran paling sedikit menghasilkan KSP, program pembelajaran, dan program penilaian.

KSP disusun berdasarkan kerangka dasar dan struktur kurikulum nasional serta berpedoman pada visi, misi, dan karakteristik satuan pendidikan.

Ketiga, Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Edisi Revisi 2025.

Panduan ini menjelaskan prinsip pengembangan, tahapan penyusunan, peninjauan, evaluasi, serta contoh strategi yang dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Kepala sekolah dan wakasek kurikulum perlu membaca ketentuan serta panduan tersebut secara bersama-sama agar dokumen yang disusun sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Empat Komponen Utama KSP yang Harus Dipahami

Berdasarkan ketentuan Pasal 29, terdapat empat komponen minimum dalam dokumen KSP.

No.Komponen KSPIsi Pokok
1Karakteristik Satuan PendidikanKondisi sekolah, siswa, lingkungan, sumber daya, dan kebutuhan pembelajaran
2Visi, Misi, dan TujuanArah pengembangan serta sasaran yang ingin dicapai
3Pengorganisasian PembelajaranPengaturan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan kegiatan terkait
4Perencanaan PembelajaranAcuan tujuan, alur pembelajaran, strategi belajar, dan asesmen

Keempat komponen tersebut merupakan isi minimum yang ditetapkan dalam regulasi.

Sekolah dapat menambahkan penjelasan mengenai evaluasi kurikulum, pendampingan guru, dan dokumen pendukung lainnya sesuai kebutuhan.

Namun, penambahan tersebut tidak berarti setiap sekolah harus membuat dokumen yang sangat tebal atau mengikuti format bab yang seragam.

1. Cara Mengisi Karakteristik Satuan Pendidikan

Bagian karakteristik sekolah menjadi dasar untuk memahami kebutuhan pendidikan yang akan dilayani.

Wakasek kurikulum perlu mengumpulkan informasi mengenai kondisi nyata sekolah.

Data yang dapat digunakan meliputi jumlah peserta didik, jumlah rombongan belajar, kondisi tenaga pendidik, fasilitas, lingkungan sosial, hasil belajar, serta potensi dan tantangan yang dihadapi.

Selain data kuantitatif, sekolah dapat menggunakan hasil diskusi guru, refleksi pembelajaran, serta masukan dari peserta didik dan orang tua.

Contoh Redaksi Karakteristik SMP

Berikut contoh yang dapat dijadikan referensi.

A. Karakteristik Satuan Pendidikan

"SMP Tunas Bangsa merupakan satuan pendidikan jenjang menengah pertama yang menyelenggarakan layanan pendidikan untuk peserta didik kelas VII, VIII, dan IX.

Pada tahun pelajaran 2026/2027, sekolah memiliki enam rombongan belajar dengan jumlah 180 peserta didik.

Peserta didik memiliki latar belakang keluarga, kemampuan akademik, minat, dan kebutuhan belajar yang beragam.

Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran, sekolah mengidentifikasi perlunya penguatan kemampuan membaca pemahaman, keterampilan numerasi, serta pembelajaran yang memberikan kesempatan lebih luas bagi peserta didik untuk berpikir kritis dan berkolaborasi.

Sekolah didukung oleh tenaga pendidik serta fasilitas pembelajaran yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Lingkungan sekitar sekolah memiliki potensi sosial dan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual.

Berdasarkan karakteristik tersebut, pengembangan kurikulum diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi peserta didik, serta pemanfaatan lingkungan sebagai bagian dari pengalaman belajar."

Catatan: Nama sekolah, jumlah peserta didik, dan seluruh kondisi pada contoh di atas merupakan ilustrasi.

Sekolah harus menggantinya dengan data dan hasil analisis yang benar-benar dimiliki.

Dokumen Pendukung Karakteristik Sekolah

Beberapa data yang dapat digunakan adalah:

  1. Profil satuan pendidikan.
  2. Jumlah peserta didik dan rombongan belajar.
  3. Data guru dan tenaga kependidikan.
  4. Hasil Rapor Pendidikan atau evaluasi diri.
  5. Data sarana dan prasarana.
  6. Hasil analisis kebutuhan belajar.
  7. Informasi lingkungan sosial, budaya, dan potensi daerah.

Tidak semua data perlu disalin secara lengkap ke dalam narasi utama.

Informasi yang lebih rinci dapat dijadikan lampiran apabila diperlukan.

2. Cara Menyusun Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah

Komponen kedua menjelaskan arah pengembangan satuan pendidikan.

Visi, misi, dan tujuan mempunyai fungsi yang berbeda.

Visi menggambarkan kondisi ideal yang ingin diwujudkan sekolah.

Misi menjelaskan langkah strategis untuk mencapai visi tersebut.

Tujuan merumuskan hasil atau kondisi yang ingin dicapai dalam periode tertentu.

Ketiganya harus mempunyai hubungan yang jelas dengan karakteristik dan kebutuhan sekolah.

Contoh Visi SMP

"Terwujudnya peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, berprestasi, dan peduli terhadap lingkungan."

Visi ini merupakan contoh. Sekolah dapat mengembangkan rumusan sendiri berdasarkan arah lembaganya.

Contoh Misi Sekolah

Untuk mendukung visi tersebut, sekolah dapat merumuskan misi sebagai berikut.

  1. Menyelenggarakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
  2. Mengembangkan kegiatan pembiasaan untuk memperkuat akhlak dan karakter.
  3. Meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran kritis.
  4. Memberikan kesempatan pengembangan minat dan bakat.
  5. Mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan pendidikan.
  6. Meningkatkan kompetensi pendidik secara berkelanjutan.

Contoh Tujuan Sekolah

Tujuan perlu dijabarkan secara lebih operasional.

No.TujuanContoh Indikator
1Meningkatkan kemampuan literasiPerkembangan kemampuan membaca dipantau melalui asesmen yang relevan
2Mengembangkan kemandirian siswaSiswa mampu menyelesaikan tugas belajar sesuai tingkat perkembangannya
3Meningkatkan kualitas pembelajaranGuru menerapkan strategi pembelajaran dan asesmen berdasarkan hasil refleksi
4Memperkuat kepedulian lingkunganProgram pembelajaran dan kegiatan lingkungan terlaksana serta dievaluasi

Contoh tersebut dapat dilengkapi dengan kondisi awal, target terukur, sumber bukti, dan waktu evaluasi.

Apabila sekolah menetapkan target kuantitatif, angka harus didasarkan pada data serta kondisi nyata.

Sekolah tidak seharusnya mencantumkan target yang terlihat tinggi tetapi tidak memiliki dasar pengukuran.

3. Cara Mengisi Pengorganisasian Pembelajaran

Bagian pengorganisasian pembelajaran menjelaskan bagaimana sekolah mengatur kegiatan belajar agar tujuan pendidikan dapat tercapai.

Dalam Kurikulum Merdeka, pengorganisasian pembelajaran mencakup intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Intrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi sesuai struktur kurikulum.

Kokurikuler merupakan kegiatan yang memperkuat, memperdalam, atau memperkaya pembelajaran sesuai ketentuan kurikulum.

Ekstrakurikuler memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, potensi, dan karakter melalui kegiatan di luar intrakurikuler.

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 juga mengatur penyesuaian pelaksanaan kokurikuler dan penyediaan ekstrakurikuler.

Karena itu, wakasek kurikulum harus menggunakan ketentuan struktur terbaru ketika menyusun dokumen.

Contoh Tabel Pengorganisasian Pembelajaran SMP

Jenis KegiatanContoh PengorganisasianPenanggung Jawab
IntrakurikulerPembelajaran mata pelajaran berdasarkan struktur kurikulum dan jadwal sekolahGuru mata pelajaran dan tim kurikulum
KokurikulerKegiatan kolaboratif lintas disiplin atau bentuk lain yang sesuai ketentuanTim yang ditugaskan
EkstrakurikulerKepramukaan/kepanduan dan kegiatan minat bakat sesuai ketentuan serta fasilitas sekolahPembina ekstrakurikuler
Pembiasaan sekolahKegiatan penguatan budaya positif yang terintegrasi dalam program sekolahTim yang ditugaskan

Tabel tersebut merupakan contoh pengorganisasian.

Sekolah tetap harus mencantumkan alokasi pembelajaran yang sesuai dengan struktur kurikulum nasional serta pelaksanaan yang dipilih satuan pendidikan.

Kegiatan pembiasaan yang sudah menjadi bagian dari intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler tidak boleh dihitung ganda sebagai penambahan beban belajar.

Contoh Redaksi Pengorganisasian Pembelajaran

"Pembelajaran di SMP Tunas Bangsa diorganisasikan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler sesuai struktur kurikulum yang berlaku.

Kegiatan intrakurikuler dilaksanakan berdasarkan alokasi waktu dan Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan.

Kegiatan kokurikuler dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang memperkuat kompetensi melalui kegiatan kontekstual dan kolaboratif.

Kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan berdasarkan ketentuan, minat peserta didik, serta sumber daya sekolah.

Sekolah melakukan pengaturan jadwal dan kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, kalender pendidikan, serta kondisi fasilitas yang tersedia."

Contoh ini perlu dilengkapi dengan pengaturan nyata sekolah, termasuk daftar kegiatan, jadwal, dan alokasi yang digunakan.

4. Cara Mengisi Perencanaan Pembelajaran

Komponen keempat menjelaskan bagaimana sekolah mengarahkan perencanaan pembelajaran agar sesuai dengan tujuan kurikulum.

Perencanaan pembelajaran perlu menghubungkan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), alur atau urutan tujuan, kegiatan belajar, dan asesmen.

Guru menggunakan CP yang ditetapkan melalui ketentuan yang berlaku, kemudian mengembangkan perencanaan berdasarkan karakteristik siswa.

Dalam praktiknya, perencanaan dapat menggunakan format yang sesuai kebutuhan, termasuk modul ajar atau dokumen lain yang memenuhi unsur perencanaan pembelajaran.

Sekolah tidak seharusnya mewajibkan pembuatan beberapa dokumen berbeda yang berisi informasi sama tanpa alasan yang jelas.

Contoh Perencanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran: IPA

Kelas: VII

Tema: Pencemaran Lingkungan

Contoh Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk pencemaran lingkungan melalui pengamatan informasi dan mengusulkan langkah sederhana untuk mengurangi dampaknya.

Kegiatan Pembelajaran:

Guru menampilkan gambar atau informasi mengenai kondisi lingkungan.

Peserta didik mengamati, mengidentifikasi persoalan, dan mendiskusikan kemungkinan penyebabnya.

Setiap kelompok menyampaikan hasil pengamatan dan usulan tindakan.

Asesmen Formatif:

Guru menggunakan pertanyaan, hasil diskusi, dan lembar pengamatan untuk memeriksa pemahaman.

Tindak Lanjut:

Siswa yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan dengan contoh tambahan.

Siswa yang telah memahami materi dapat diberikan kegiatan pengembangan sesuai kebutuhan.

Contoh tersebut merupakan ilustrasi pengisian, bukan kutipan langsung rumusan CP resmi. Guru perlu menyesuaikan tujuan dan kegiatan dengan CP yang berlaku bagi mata pelajaran serta fase yang digunakan.

Contoh Redaksi Perencanaan Pembelajaran dalam KSP

"Perencanaan pembelajaran di SMP Tunas Bangsa dikembangkan oleh pendidik berdasarkan Capaian Pembelajaran yang berlaku, karakteristik peserta didik, dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

Guru merancang kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami konsep, menerapkan pengetahuan, serta melakukan refleksi sesuai kebutuhan pembelajaran.

Asesmen digunakan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan kompetensi dan menentukan tindak lanjut.

Sekolah memberikan dukungan melalui koordinasi perencanaan, refleksi bersama, dan pendampingan profesional sesuai kebutuhan guru."

Redaksi tersebut perlu disesuaikan dengan praktik pembelajaran yang benar-benar dilaksanakan sekolah.

Baca Juga: Cara Menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan yang Relevan dan Sesuai Standar Nasional

Contoh Sistematika Dokumen KSP SMP yang Siap Diadaptasi

Setelah memahami empat komponen, wakasek kurikulum dapat mengorganisasikannya menjadi satu dokumen yang mudah digunakan.

Berikut contoh struktur dokumen.

HALAMAN AWAL

  • Sampul KSP.
  • Identitas satuan pendidikan.
  • Lembar penetapan.
  • Kata pengantar apabila diperlukan.
  • Daftar isi.

BAB I — KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

A. Profil dan kondisi sekolah.

B. Karakteristik peserta didik.

C. Kondisi pendidik dan tenaga kependidikan.

D. Sarana, prasarana, dan lingkungan.

E. Potensi, tantangan, serta prioritas kebutuhan pembelajaran.

BAB II — VISI, MISI, DAN TUJUAN

A. Visi satuan pendidikan.

B. Misi satuan pendidikan.

C. Tujuan pendidikan sekolah.

D. Indikator pencapaian tujuan.

BAB III — PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

A.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Contoh dokumen KSP SMP empat komponen kurikulum format pengisian SOP penetapan checklist serta cara evaluasi dan revisi.

Komentar Pengguna