KebonCinta.com – Menulis ringkasan merupakan keterampilan yang sering diberikan kepada siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia maupun mata pelajaran lainnya.
Guru dapat meminta peserta didik merangkum cerita, artikel, bab buku, atau materi yang baru dipelajari.
Namun, hasil pekerjaan siswa tidak selalu menunjukkan bahwa mereka sudah memahami bacaan.
Sebagian siswa hanya menyalin beberapa kalimat dari paragraf pertama dan terakhir. Ada pula yang mengganti sedikit kata, tetapi susunan kalimatnya masih sama dengan buku.
Masalah tersebut dapat terjadi karena siswa belum memahami perbedaan antara membaca, menyalin, dan merangkum.
Padahal, ringkasan seharusnya menunjukkan kemampuan memilih informasi penting lalu menyampaikan kembali inti bacaan secara lebih singkat.
Menurut panduan literasi dari Department of Education Victoria, Australia, salah satu kesulitan siswa dalam kegiatan parafrasa adalah kecenderungan mengambil potongan teks secara langsung, bukan menjelaskan gagasan dengan kata-kata sendiri.
Karena itu, guru perlu mengajarkan proses merangkum secara bertahap.
Ringkasan adalah penyajian kembali isi utama suatu teks dalam bentuk yang lebih singkat tanpa mengubah makna pokoknya.
Sebuah ringkasan tidak harus memuat semua contoh, uraian tambahan, atau pengulangan yang terdapat dalam bacaan.
Namun, informasi penting yang diperlukan untuk memahami topik tetap harus dipertahankan.
Misalnya, sebuah artikel membahas manfaat membaca bagi siswa dan menjelaskan beberapa manfaat melalui contoh.
Ringkasan dapat memuat manfaat utama tanpa harus menyalin setiap contoh yang diberikan.
Perlu dipahami pula bahwa ringkasan berbeda dari parafrasa.
Parafrasa menyampaikan kembali bagian teks dengan susunan bahasa sendiri, tetapi panjangnya belum tentu jauh lebih singkat.
Sementara itu, ringkasan menuntut pemilihan gagasan paling penting agar hasilnya lebih padat.
Guru sebaiknya tidak langsung meminta siswa pemula merangkum satu bab panjang.
Mulailah dengan teks yang terdiri atas satu sampai tiga paragraf.
Misalnya, bacaan mengenai kebersihan sekolah, manfaat membaca, atau kebiasaan hidup sehat.
Teks pendek membantu siswa memusatkan perhatian pada hubungan antargagasan.
Setelah mereka terbiasa, panjang dan kompleksitas bacaan dapat ditingkatkan.
Pemilihan tingkat kesulitan juga perlu mempertimbangkan kemampuan membaca peserta didik.
Jika banyak kosakata belum dipahami, siswa akan kesulitan membuat ringkasan meskipun sudah mengetahui langkah-langkahnya.
Langkah pertama menulis ringkasan adalah memahami isi bacaan.
Guru dapat meminta siswa membaca teks sampai selesai.
Setelah itu, ajukan beberapa pertanyaan sederhana.
Apa topiknya?
Apa informasi paling penting?
Mengapa penulis membahas hal tersebut?
Informasi apa yang hanya menjadi contoh tambahan?
Jika siswa belum dapat menjelaskan isi bacaan secara lisan, mereka mungkin masih membutuhkan bantuan sebelum mulai menulis.
Guru dapat menjelaskan kosakata yang sulit atau membaca bersama bagian tertentu.
Setelah memahami bacaan, siswa perlu mencari ide pokok.
Misalnya, paragraf pertama membahas penyebab sampah menumpuk.
Paragraf kedua menjelaskan akibatnya bagi lingkungan.
Paragraf ketiga menawarkan langkah penanganan.
Siswa dapat mencatat ketiga gagasan tersebut dalam bentuk frasa pendek.
Dengan cara ini, mereka tidak perlu menyalin seluruh isi paragraf.
Guru dapat menggunakan tabel sederhana.
| Paragraf | Gagasan Utama |
|---|---|
| 1 | Penyebab penumpukan sampah |
| 2 | Dampak sampah bagi lingkungan |
| 3 | Cara mengurangi sampah |
Catatan tersebut menjadi bahan awal penyusunan ringkasan.
Baca Juga: Cara Menentukan Ide Pokok Paragraf dengan Cepat dan Tepat
Tidak semua kalimat dalam bacaan harus dimasukkan ke dalam ringkasan.
Jika sebuah artikel menjelaskan pentingnya sarapan dan menyebutkan beberapa contoh menu, siswa dapat mempertahankan gagasan mengenai manfaat sarapan tanpa menyalin seluruh daftar makanan.
Namun, detail yang menentukan makna tidak boleh dihilangkan.
Misalnya, dalam teks sejarah, waktu atau peristiwa tertentu mungkin menjadi informasi utama.
Guru perlu menunjukkan bahwa pemilihan informasi bergantung pada isi dan tujuan teks.
Jangan mengajarkan aturan kaku bahwa setiap ringkasan harus menghapus semua angka, nama, atau contoh.
Salah satu latihan yang berguna adalah meminta siswa menutup bacaan setelah mencatat kata kunci.
Kemudian mereka diminta menjelaskan kembali isi teks menggunakan bahasa sendiri.
Langkah ini membantu mengurangi kecenderungan menyalin susunan kalimat asli.
Namun, siswa tetap boleh membuka sumber ketika perlu memeriksa ketepatan informasi.
Tujuannya bukan melarang penggunaan buku, melainkan membangun kemampuan memahami dan menyampaikan kembali gagasan.
Guru dapat melatih kegiatan ini secara lisan sebelum meminta siswa menuliskannya.
Kata kunci merupakan istilah utama yang membantu mengingat isi bacaan.
Misalnya, sebuah teks membahas manfaat perpustakaan.
Siswa dapat mencatat kata kunci seperti:
perpustakaan – buku – informasi – kebiasaan membaca – belajar mandiri
Selanjutnya, siswa menyusun ringkasan berdasarkan hubungan antarkata tersebut.
Contohnya:
"Perpustakaan menyediakan sumber informasi yang membantu siswa belajar. Pemanfaatannya juga dapat mendukung kebiasaan membaca dan belajar secara mandiri."
Kalimat tersebut tidak harus sama dengan kalimat asli selama maknanya sesuai.
Perhatikan bacaan berikut.
Teks Asli:
"Perpustakaan sekolah menjadi salah satu tempat yang dapat dimanfaatkan siswa untuk memperoleh informasi tambahan. Di perpustakaan tersedia berbagai buku pelajaran, cerita, dan bacaan pengetahuan umum. Guru dapat mengajak siswa melakukan kegiatan literasi di tempat tersebut. Selain itu, siswa dapat menggunakan waktu tertentu untuk membaca secara mandiri sehingga kebiasaan membaca terus berkembang."
Contoh Ringkasan:
"Perpustakaan sekolah menyediakan berbagai bacaan yang mendukung kegiatan belajar dan pengembangan kebiasaan membaca siswa."
Pembahasan:
Ringkasan mempertahankan fungsi utama perpustakaan sebagai sumber bacaan dan pendukung kebiasaan membaca.
Rincian jenis buku serta contoh kegiatan tidak harus dicantumkan seluruhnya.
Namun, makna pokok teks tetap dipertahankan.
Menulis dengan bahasa sendiri bukan berarti mengganti setiap kata menggunakan sinonim.
Misalnya, kalimat "Siswa memanfaatkan perpustakaan untuk mencari informasi" tidak otomatis menjadi ringkasan yang baik jika hanya diubah menjadi "Murid menggunakan ruang buku untuk menemukan keterangan".
Perubahan semacam itu bisa menghasilkan ungkapan yang kurang alami atau mengubah makna.
Lebih baik siswa memahami gagasan terlebih dahulu.
Kemudian, mereka menuliskannya dengan struktur yang sesuai.
Kata teknis tertentu juga tidak harus diganti jika perubahan justru membuat informasi kurang tepat.
Guru dapat meminta siswa berdiskusi sebelum menulis.
Siswa pertama menjelaskan gagasan utama bacaan.
Siswa kedua mendengarkan dan menanyakan informasi yang belum jelas.
Setelah itu, keduanya menulis ringkasan secara mandiri.
Diskusi dapat membantu siswa memahami isi sebelum menyusun kalimat.
Namun, pastikan tugas akhir tetap menunjukkan kemampuan masing-masing.
Jangan menjadikan ringkasan satu siswa sebagai jawaban yang harus disalin seluruh kelompok.
Bacaan Latihan:
"Tanaman membutuhkan air, cahaya matahari, dan unsur hara untuk tumbuh. Air membantu berbagai proses kehidupan tanaman, sedangkan cahaya diperlukan dalam proses fotosintesis. Unsur hara mendukung pertumbuhan bagian-bagian tanaman. Kekurangan salah satu kebutuhan tersebut dapat mengganggu pertumbuhan."
Tugas:
Tulislah ringkasan dalam satu atau dua kalimat menggunakan bahasa sendiri.
Contoh Jawaban:
"Pertumbuhan tanaman membutuhkan air, cahaya matahari, dan unsur hara. Kekurangan salah satu unsur tersebut dapat menghambat pertumbuhannya."
Guru dapat menerima jawaban lain selama mencakup gagasan penting dan tidak mengubah makna.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir