Burung Gagak Selalu Dikaitkan dengan Kematian, Mitos Menyeramkan atau Fakta yang Disalahpahami?

Burung Gagak Selalu Dikaitkan dengan Kematian, Mitos Menyeramkan atau Fakta yang Disalahpahami?

27 Februari 2026 | 12:51

Keboncinta.com-- Begitu mendengar suara burung gagak yang serak dan berat, banyak orang langsung merinding. Apalagi jika burung itu bertengger di atap rumah atau pohon dekat permukiman. Di berbagai budaya, gagak sering dianggap sebagai simbol kesialan, pertanda kematian, bahkan pembawa malapetaka. Tapi benarkah kehadiran burung gagak memang seburuk itu?

Anggapan ini sebenarnya lebih tua dari yang kita kira. Dalam banyak kisah rakyat dan mitologi, burung gagak kerap muncul dalam konteks gelap. Warna bulunya yang hitam pekat, kebiasaannya memakan bangkai, serta sering terlihat di tempat sepi atau kuburan membuatnya mudah diasosiasikan dengan kematian. Dari sinilah cerita-cerita mistis berkembang, lalu diwariskan turun-temurun tanpa pernah diuji secara rasional.

Padahal jika dilihat dari sudut pandang ilmiah, burung gagak hanyalah hewan liar yang sangat cerdas. Mereka termasuk burung dengan tingkat kecerdasan tinggi, mampu mengenali wajah manusia, mengingat lokasi makanan, bahkan bekerja sama dalam kelompok. Kehadiran mereka di suatu tempat biasanya berkaitan dengan faktor lingkungan, bukan pertanda supranatural.

Misalnya, gagak sering muncul di area tertentu karena ada sumber makanan. Jika ada bangkai hewan, sampah organik, atau sisa makanan, gagak akan datang. Ketika mereka terlihat di sekitar rumah sakit, pemakaman, atau daerah tertentu, bukan karena “mengetahui” akan ada kematian, melainkan karena tempat-tempat itu secara ekologis menyediakan sumber makanan atau ruang yang aman bagi mereka.

Lalu mengapa gagak sering “kebetulan” muncul saat ada peristiwa duka? Di sinilah peran psikologi manusia bekerja. Otak kita cenderung mengingat kejadian yang terasa emosional dan mengaitkannya dengan simbol tertentu. Ketika seseorang melihat gagak lalu tak lama terjadi peristiwa buruk, ingatan itu melekat kuat. Sebaliknya, saat melihat gagak dan tidak terjadi apa-apa, momen tersebut jarang diingat. Fenomena ini dikenal sebagai bias kognitif.

Di budaya lain, makna burung gagak justru sangat berbeda. Dalam beberapa kepercayaan, gagak dianggap simbol kebijaksanaan, penjaga keseimbangan alam, bahkan pembawa pesan perubahan. Artinya, makna gagak sangat bergantung pada sudut pandang budaya, bukan pada sifat alami burung itu sendiri.

Secara ekologis, gagak justru punya peran penting. Mereka membantu membersihkan lingkungan dengan memakan bangkai dan sisa-sisa organik. Tanpa disadari, mereka ikut mencegah penyebaran penyakit dengan mempercepat proses penguraian alami.

Tags:
Penelitian Sejarah Fakta Menarik Anak Muda Wajib Tau! Mitos dan fakta

Komentar Pengguna