Pendidikan
Hilmi An Naufal

BKN Targetkan Profiling 600 Ribu ASN hingga Akhir 2026, Tes Gratis Petakan Kompetensi dan Arah Karier

BKN Targetkan Profiling 600 Ribu ASN hingga Akhir 2026, Tes Gratis Petakan Kompetensi dan Arah Karier

30 September 2026 | 20:17

Keboncinta.com-- Badan Kepegawaian Negara terus menjalankan program Profiling ASN atau ProASN dengan target memetakan sebanyak 600 ribu Aparatur Sipil Negara di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026.

Program tersebut kembali menjadi perhatian pada Rabu, 30 September 2026 karena profiling dilaksanakan secara bertahap di berbagai instansi pemerintah pusat maupun daerah.

BKN menegaskan proses profiling tidak dipungut biaya.

Program tersebut dirancang untuk menghasilkan data mengenai potensi dan kompetensi ASN yang dapat digunakan dalam pengembangan karier, manajemen talenta serta kebutuhan organisasi pemerintah.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa pengelolaan ASN tidak cukup hanya melihat jumlah pegawai.

Pemerintah juga perlu mengetahui kualitas, kompetensi dan potensi masing-masing aparatur sehingga penempatan maupun pengembangannya dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Melalui ProASN, pemerintah berusaha membangun basis data talenta aparatur secara lebih komprehensif.

Ada empat dimensi utama yang diukur dalam profiling.

Pertama adalah kompetensi manajerial dan sosial kultural.

Aspek tersebut membantu melihat kemampuan aparatur dalam menjalankan pekerjaan, bekerja sama, memimpin maupun berinteraksi dalam lingkungan pelayanan publik.

Kedua adalah potensi ASN.

Pengukuran potensi dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan yang dapat dikembangkan pada diri pegawai.

Ketiga adalah literasi digital.

Aspek ini menjadi semakin penting karena berbagai layanan pemerintah dan administrasi kepegawaian terus bergerak menuju sistem digital.

ASN diharapkan tidak hanya dapat menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami pemanfaatannya secara aman dan efektif.

Dimensi keempat adalah preferensi karier.

Informasi ini membantu memberikan gambaran mengenai arah pengembangan yang sesuai dengan kompetensi dan potensi pegawai.

BKN menyebut keseluruhan rangkaian asesmen dapat berlangsung sekitar 180 menit.

Hasilnya tidak dimaksudkan sekadar sebagai nilai ujian.

Data tersebut dapat menjadi bagian dari bahan pertimbangan pimpinan instansi dalam melakukan pengembangan kompetensi, pengelolaan talent pool maupun perencanaan karier pegawai.

Pada pelaksanaan terbaru di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, sebanyak 1.255 ASN mengikuti proses profiling pada 2026.

BKN menyebut secara keseluruhan ribuan ASN di pemerintah kota tersebut telah mengikuti berbagai asesmen yang bekerja sama dengan BKN.

Profiling kemudian diarahkan menjadi dasar untuk mengenali kekuatan sumber daya manusia aparatur.

Peserta juga dapat memperoleh informasi mengenai hasil profiling melalui BKPSDM maupun aplikasi ASN Digital sesuai mekanisme yang berlaku.

BKN menegaskan profiling bukan proses pemberian hukuman kepada ASN.

Pemetaan digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai potensi dan kompetensi pegawai.

Karena itu, hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai evaluasi sekaligus dasar pengembangan.

Hal tersebut perlu dipahami agar ASN tidak keliru menganggap ProASN sebagai seleksi CPNS, ujian kenaikan pangkat otomatis maupun mekanisme pemberhentian pegawai.

Profiling merupakan bagian dari pembangunan sistem manajemen talenta berbasis data.

Dalam sistem manajemen talenta, pemerintah berupaya menempatkan dan mengembangkan pegawai berdasarkan kesesuaian kompetensi, kinerja dan kebutuhan organisasi.

Bagi ASN, perubahan tersebut membuat data kompetensi menjadi semakin penting.

PNS maupun PPPK perlu terus meningkatkan kemampuan, terutama pada bidang yang sesuai dengan tugas dan jabatan masing-masing.

Kemampuan digital juga menjadi salah satu bagian yang tidak dapat diabaikan.

Banyak layanan administrasi pemerintahan kini telah menggunakan aplikasi terintegrasi, termasuk berbagai layanan yang tersedia melalui ASN Digital.

ASN juga perlu memastikan data kepegawaiannya akurat.

Informasi pendidikan, pengalaman, jabatan maupun data lainnya dapat menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan aparatur berbasis data.

Dengan target 600 ribu peserta hingga akhir tahun, pelaksanaan ProASN masih akan terus berjalan di berbagai instansi.

Namun tidak berarti seluruh 600 ribu ASN menjalani tes secara bersamaan atau harus mendaftar secara pribadi.

Pelaksanaannya dilakukan berdasarkan koordinasi BKN dengan instansi dan kuota yang telah disiapkan.

ASN yang mendapat jadwal sebaiknya mengikuti arahan resmi instansi masing-masing dan tidak mempercayai pihak yang meminta pembayaran dengan alasan pendaftaran profiling.

BKN secara tegas menyatakan program tersebut diberikan tanpa biaya.

***

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna