Pendidikan
Hilmi An Naufal

BKN Targetkan Profiling 600 Ribu ASN hingga Akhir 2026, Program Gratis untuk Petakan Kompetensi dan Arah Karier

BKN Targetkan Profiling 600 Ribu ASN hingga Akhir 2026, Program Gratis untuk Petakan Kompetensi dan Arah Karier

30 September 2026 | 22:41

JAKARTA — Badan Kepegawaian Negara atau BKN terus memperluas pelaksanaan Profiling ASN atau ProASN dengan menargetkan sebanyak 600 ribu Aparatur Sipil Negara di seluruh Indonesia dapat terpetakan hingga akhir 2026.

Program profiling tersebut dilaksanakan secara bertahap dan tidak dipungut biaya bagi instansi pemerintah yang mengikutsertakan ASN-nya. BKN mendorong pemerintah pusat maupun daerah memanfaatkan program ini untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kompetensi dan potensi para pegawai.

Profiling ASN bukan sekadar tes untuk mengetahui kemampuan seorang aparatur. Data yang diperoleh nantinya dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem manajemen talenta ASN sehingga penempatan pegawai dan pengembangan karier dapat dilakukan dengan dasar yang lebih objektif.

Melalui program ini, sejumlah aspek ASN akan dipetakan. Di antaranya kompetensi manajerial dan sosial kultural, potensi individu, kemampuan literasi digital hingga preferensi dan arah karier.

BKN juga menekankan bahwa profiling bukan kegiatan yang ditujukan untuk memberikan hukuman kepada pegawai. Pemetaan justru diarahkan sebagai sarana untuk melihat kekuatan dan potensi ASN secara lebih menyeluruh sehingga pengembangan kompetensi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Hasil profiling nantinya dapat dimanfaatkan untuk membangun talent pool atau kumpulan data talenta ASN berdasarkan potensi dan kinerja. Dengan data tersebut, instansi diharapkan mempunyai dasar yang lebih kuat ketika menentukan kebutuhan pengembangan pegawai maupun penempatan jabatan.

Salah satu pelaksanaan terbaru dilakukan di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Pada 2026, sebanyak 1.255 ASN Pemkot Pekanbaru mengikuti ProASN. Pelaksanaan dilakukan melalui kerja sama dengan BKN dan Kantor Regional XII BKN Pekanbaru.

Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya juga telah mengikutsertakan ASN dalam proses asesmen pada 2025. Program tersebut kemudian diperluas pada tahun ini sebagai bagian dari pemetaan kemampuan aparatur yang lebih menyeluruh.

BKN menyebut hasil profiling dapat diketahui peserta melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di instansi masing-masing maupun melalui aplikasi ASN Digital sesuai mekanisme yang berlaku.

Dengan semakin lengkapnya data kompetensi ASN, pemerintah berharap pengembangan karier tidak hanya berdasarkan pertimbangan administratif. Kemampuan, kompetensi, potensi dan kinerja pegawai diharapkan menjadi dasar yang semakin kuat dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur.

Program ProASN juga menjadi bagian dari transformasi pengelolaan kepegawaian berbasis digital yang terus dikembangkan BKN. Basis data yang lebih lengkap diharapkan membantu pemerintah membangun sistem merit serta manajemen talenta yang lebih terukur.

Bagi ASN, program tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengetahui gambaran mengenai potensi diri dan arah pengembangan karier. Sedangkan bagi instansi pemerintah, hasil pemetaan dapat membantu menentukan program peningkatan kompetensi serta penempatan pegawai yang lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi.

BKN menargetkan keseluruhan rangkaian profiling dapat menjangkau sekitar 600 ribu ASN hingga akhir tahun 2026. Pemerintah daerah dan instansi pusat pun didorong memanfaatkan kesempatan profiling gratis tersebut untuk memperkuat kualitas pengelolaan ASN.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna