Keboncinta.com-- Dalam kehidupan, kita tidak pernah benar-benar lepas dari risiko. Memilih pekerjaan baru, memulai bisnis, pindah tempat tinggal, mengambil kesempatan belajar, bahkan memutuskan untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan selalu memiliki kemungkinan berhasil dan gagal.
Di sisi lain, mengambil risiko secara sembarangan juga bukan keberanian.
Lantas, bagaimana cara belajar mengambil risiko tanpa bertindak gegabah?
1. Kenali Risiko Sebelum Melangkah
Langkah pertama adalah mengetahui apa yang mungkin terjadi. Jika ingin memulai usaha, misalnya, pertimbangkan modal, target pasar, biaya operasional, dan kemungkinan kerugian. Jika ingin pindah pekerjaan, pikirkan pendapatan, lingkungan kerja, jarak, serta peluang perkembangan karier.
2. Siapkan Batas Kerugian
Perhitungan matang bukan berarti memastikan semuanya akan berhasil. Justru, kita perlu menyiapkan batas jika keadaan berjalan tidak sesuai rencana. Dalam urusan keuangan, misalnya, jangan mempertaruhkan seluruh dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.
3. Mulai dari Risiko yang Bisa Dikendalikan
Tidak semua risiko harus diambil dalam skala besar. Jika ingin membuka usaha, kita bisa memulainya sebagai kegiatan sampingan sebelum menjadikannya sumber penghasilan utama. Jika ingin mempelajari bidang baru, kita dapat mengikuti kelas atau proyek kecil terlebih dahulu.
Langkah bertahap memberi kesempatan untuk belajar tanpa langsung mempertaruhkan terlalu banyak hal. Dari pengalaman tersebut, kita bisa menilai apakah perlu melanjutkan, memperbaiki strategi, atau berhenti.