KebonCinta.com – Memasuki usia 2 tahun, kemampuan komunikasi anak biasanya mengalami perkembangan yang cukup pesat. Anak mulai mengenali lebih banyak nama benda, menyampaikan keinginan menggunakan kata-kata, memahami instruksi sederhana, hingga menggabungkan dua kata menjadi kalimat pendek.
Namun, sebagian orang tua masih menemukan anak yang belum mampu berbicara dengan jelas. Ada yang hanya mengucapkan satu atau dua suku kata, menggunakan bahasa yang sulit dipahami, atau lebih sering menunjuk dan menarik tangan orang tua ketika menginginkan sesuatu.
Situasi tersebut sering menimbulkan kekhawatiran. Apakah anak usia 2 tahun yang belum bisa berbicara jelas masih termasuk perkembangan normal? Apakah kondisi tersebut merupakan tanda speech delay atau keterlambatan bicara?
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa kemampuan mengucapkan kata dengan jelas berbeda dengan kemampuan memahami dan menggunakan bahasa. Pada usia 2 tahun, anak belum harus mampu melafalkan seluruh kata secara sempurna. Akan tetapi, ia diharapkan sudah menunjukkan perkembangan komunikasi tertentu, termasuk mulai menggabungkan dua kata yang mempunyai makna.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa pada usia 24 bulan, anak diharapkan sudah dapat membuat kalimat dua kata yang dapat dimengerti. Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencantumkan kemampuan menggabungkan setidaknya dua kata, seperti "mau susu" atau "tambah lagi", sebagai salah satu tonggak perkembangan komunikasi usia 2 tahun.
Karena itu, orang tua perlu membedakan anak yang pelafalannya belum sempurna dengan anak yang memang belum menunjukkan perkembangan bahasa sesuai usianya.
Lantas, seperti apa kemampuan bicara anak usia 2 tahun yang masih dianggap wajar? Apa saja tanda keterlambatan yang perlu diperiksa dan bagaimana cara membantu perkembangan komunikasinya di rumah?
Jawabannya bergantung pada kemampuan komunikasi yang sudah dimiliki anak.
Pada usia 2 tahun, pelafalan anak memang belum harus sempurna. Beberapa kata mungkin masih terdengar kurang jelas, sebagian bunyi belum dapat diucapkan dengan tepat, atau anak masih menyederhanakan kata yang lebih panjang.
Contohnya, anak mungkin mengucapkan:
Jika anak sudah menggunakan banyak kata bermakna, mulai menggabungkan dua kata, memahami instruksi sederhana, dan menunjukkan keinginan untuk berkomunikasi, ketidakjelasan beberapa bunyi belum tentu menunjukkan keterlambatan bahasa.
American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menjelaskan bahwa pada rentang usia 19–24 bulan, anak umumnya sudah menggunakan dan memahami setidaknya 50 kata berbeda serta mulai menggabungkan dua kata atau lebih.
Sementara itu, IDAI menyebutkan bahwa pada usia 2 tahun, sekitar 50 persen ucapan anak dapat dimengerti orang lain. Artinya, orang yang belum terlalu mengenal anak mungkin masih kesulitan memahami sebagian perkataannya.
Dengan demikian, orang tua tidak perlu langsung panik ketika anak belum mampu mengucapkan semua kata secara sempurna.
Namun, apabila anak belum mempunyai kata bermakna, belum dapat menggabungkan dua kata, atau mengalami kesulitan memahami instruksi sederhana, pemeriksaan perkembangan sebaiknya dilakukan.
Untuk memahami apakah kemampuan komunikasi anak berkembang sesuai usianya, orang tua perlu memperhatikan beberapa aspek, bukan hanya jumlah kata yang dapat diucapkan.
Berikut gambaran kemampuan yang umumnya mulai terlihat pada usia 24 bulan.
Anak mulai menggunakan kata untuk menyebutkan benda, orang, makanan, aktivitas, dan hal-hal yang sering ditemui.
Contohnya:
ASHA mencantumkan penggunaan dan pemahaman setidaknya 50 kata berbeda sebagai salah satu kemampuan komunikasi pada rentang usia 19–24 bulan.
Kosakata tersebut tidak harus diucapkan dengan sempurna. Yang penting, kata digunakan secara konsisten untuk menyampaikan makna tertentu.
Salah satu tonggak perkembangan penting pada usia 2 tahun adalah kemampuan menggabungkan dua kata.
Contohnya:
Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa anak mulai menggunakan kata untuk menyampaikan hubungan antara benda, orang, dan aktivitas.
Menurut CDC, kemampuan mengatakan setidaknya dua kata secara bersamaan merupakan salah satu tonggak perkembangan bahasa pada usia 2 tahun.
Jika anak belum menunjukkan kemampuan tersebut, orang tua sebaiknya berkonsultasi untuk mendapatkan evaluasi.
Kemampuan komunikasi tidak hanya dilihat dari apa yang dapat diucapkan anak, tetapi juga apa yang dapat dipahaminya.
Pada usia ini, anak mulai mampu mengikuti instruksi sederhana, termasuk instruksi yang terdiri dari dua langkah.
Contohnya:
ASHA mencantumkan kemampuan mengikuti instruksi dua langkah sebagai salah satu kemampuan komunikasi pada rentang usia 19–24 bulan.
Anak juga mulai menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan keinginan dan berinteraksi.
Beberapa contohnya:
Gestur merupakan bagian penting dari perkembangan komunikasi. Orang tua perlu memperhatikan apakah anak menggunakan gerakan tersebut untuk berinteraksi, bukan hanya melakukan gerakan secara berulang tanpa tujuan komunikasi yang jelas.
Anak mulai memahami bahwa kata dapat digunakan untuk meminta sesuatu, menyampaikan penolakan, dan menarik perhatian orang lain.
Misalnya, anak mengatakan "mau air" ketika haus atau "tidak mau" ketika menolak makanan.
Kemampuan ini menjadi bagian dari perkembangan bahasa ekspresif, yaitu kemampuan menggunakan bahasa untuk menyampaikan pikiran dan kebutuhan.
Pada usia 2 tahun, anak biasanya tertarik meniru suara dan kata-kata yang didengar dari lingkungan sekitarnya.
Anak dapat meniru nama benda, suara hewan, ucapan anggota keluarga, atau bagian sederhana dari lagu.
Kemampuan meniru tersebut membantu anak memperluas kosakata dan memahami cara menggunakan bahasa dalam percakapan.
Keduanya sering dianggap sama, padahal mempunyai karakteristik yang berbeda.
| Aspek | Pelafalan Belum Sempurna | Kemungkinan Keterlambatan Bahasa |
|---|---|---|
| Kosakata | Sudah memiliki banyak kata bermakna | Kosakata sangat terbatas |
| Kombinasi kata | Mulai menggabungkan dua kata | Belum mampu menggabungkan dua kata |
| Pemahaman | Memahami instruksi sesuai usia | Mengalami kesulitan memahami bahasa |
| Komunikasi | Menggunakan kata dan gestur untuk berinteraksi | Kesulitan menyampaikan keinginan |
| Pengucapan | Beberapa bunyi masih kurang jelas | Dapat disertai keterbatasan bahasa ekspresif atau reseptif |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum, bukan alat diagnosis.
Anak yang belum jelas mengucapkan beberapa kata dapat mempunyai kemampuan bahasa yang berkembang baik. Sebaliknya, anak yang dapat mengucapkan beberapa kata belum tentu sudah mempunyai kemampuan komunikasi yang sesuai dengan usianya.
Karena itu, pemeriksaan perlu melihat kemampuan memahami bahasa, menggunakan kata, berinteraksi, serta perkembangan pendengaran dan aspek lainnya.
Orang tua perlu lebih memperhatikan apabila anak belum menunjukkan kemampuan komunikasi yang diharapkan pada usia 24 bulan.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
IDAI secara khusus menyebutkan bahwa anak yang belum dapat membuat kalimat dua kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan perlu diwaspadai dan diperiksakan kepada dokter.
CDC juga menyarankan orang tua berbicara dengan tenaga kesehatan apabila anak belum mencapai tonggak perkembangan sesuai usianya.
Perlu diingat bahwa tanda-tanda tersebut tidak secara otomatis menunjukkan diagnosis tertentu.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir