Keboncinta.com-- Penggunaan handphone sudah menjadi bagian dari keseharian banyak anak. Perangkat ini dapat membantu proses belajar sekaligus menjadi sarana hiburan. Namun, jika digunakan tanpa batas yang jelas, anak bisa terbiasa menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar.
Kondisi tersebut membuat orang tua perlu mendampingi anak dalam membangun pola penggunaan gadget yang lebih seimbang. Upaya ini tidak selalu harus dilakukan dengan melarang handphone sepenuhnya.
Ada berbagai cara sederhana yang dapat diterapkan di rumah agar anak tetap dapat memanfaatkan teknologi, tetapi tidak menjadikannya sebagai satu-satunya sumber hiburan.
Baca Juga: Guru Non-ASN 2027 Dapat Kepastian Baru, PPPK Paruh Waktu Dialihkan Penuh Waktu Tanpa Tes
Orang tua dapat memulai dengan menetapkan jadwal penggunaan handphone bagi anak. Tentukan waktu kapan perangkat boleh digunakan dan kapan harus disimpan.
Aturan tersebut sebaiknya disesuaikan dengan rutinitas anak, termasuk waktu belajar, makan, tidur, bermain, dan berkegiatan bersama keluarga.
Konsistensi menjadi hal penting. Jika aturan dibuat tetapi tidak diterapkan secara teratur, anak akan lebih sulit memahami batas penggunaan perangkat.
Dengan pembagian waktu yang jelas, anak dapat belajar bahwa handphone hanya menjadi salah satu bagian dari aktivitas sehari-hari, bukan kegiatan yang dilakukan sepanjang waktu.
Salah satu cara mengalihkan perhatian anak dari layar adalah mengajaknya bergerak dan melakukan kegiatan fisik.
Orang tua bisa mengajak anak berjalan-jalan, bersepeda, bermain bola, berenang, atau sekadar bermain di halaman rumah.
Aktivitas tersebut tidak hanya mengurangi durasi anak menggunakan handphone, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bergerak, bermain, dan mengenal lingkungan secara langsung.
Jika dilakukan bersama, kegiatan fisik juga dapat menjadi waktu berkualitas antara orang tua dan anak.
Baca Juga: Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden
Anak akan lebih mudah meninggalkan handphone ketika memiliki kegiatan lain yang menyenangkan. Karena itu, keluarga dapat menyediakan waktu khusus tanpa perangkat digital.
Kegiatan sederhana seperti membaca buku, bermain permainan papan, memasak bersama, bercakap-cakap, atau melakukan hobi keluarga dapat menjadi pilihan.
Kebiasaan tersebut membuat anak memperoleh pengalaman menyenangkan di luar dunia digital. Pada saat yang sama, hubungan antara anak dan orang tua dapat semakin dekat karena adanya interaksi secara langsung.
Membatasi waktu bermain handphone saja belum cukup. Anak juga perlu memahami bagaimana menggunakan internet secara aman dan bertanggung jawab.
Orang tua dapat menjelaskan pentingnya menjaga informasi pribadi, menggunakan bahasa yang baik ketika berkomunikasi, menghormati orang lain, serta tidak sembarangan membagikan foto atau informasi di internet.
Anak juga perlu mengetahui bahwa tidak semua informasi yang ditemukan secara online dapat dipercaya. Pendampingan orang tua dapat membantu mereka mengenali konten yang sesuai maupun yang sebaiknya dihindari.
Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak hanya dibatasi dari sisi durasi, tetapi juga diarahkan agar memberikan manfaat.
Baca Juga: Honor Guru Non-ASN Bisa Dibayar dari BOS, Ini Syarat dan Batasnya
Perangkat dan sejumlah layanan digital saat ini menyediakan fitur pengawasan untuk membantu orang tua mengatur penggunaan gadget anak.
Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk membatasi waktu penggunaan, mengatur aplikasi yang boleh diakses, maupun menyaring konten berdasarkan usia.
Pengawasan tetap perlu dilakukan secara proporsional. Anak sebaiknya mengetahui alasan di balik aturan yang diterapkan sehingga pembatasan tidak hanya dianggap sebagai larangan dari orang tua.
Pendampingan secara bertahap juga dapat membantu anak belajar bertanggung jawab ketika menggunakan perangkat secara mandiri.
Menyuruh anak berhenti menggunakan handphone akan lebih mudah jika tersedia aktivitas pengganti yang menarik.
Orang tua dapat menyediakan buku cerita, alat mewarnai, puzzle, balok susun, permainan edukatif, atau perlengkapan untuk membuat kerajinan.
Aktivitas kreatif seperti menggambar, membaca, membuat prakarya, dan menyusun puzzle dapat memberikan pengalaman yang berbeda dari bermain gadget.
Selain menjadi alternatif hiburan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan mencoba berbagai hal baru.
Orang tua sebaiknya tidak hanya mengetahui berapa lama anak menggunakan handphone, tetapi juga memahami apa yang dilakukan selama berada di dunia digital.
Sesekali tanyakan aplikasi yang digunakan, video yang ditonton, permainan yang dimainkan, atau hal menarik yang ditemukan anak ketika berselancar di internet.
Percakapan tersebut sebaiknya tidak selalu bernuansa pemeriksaan. Berikan ruang bagi anak untuk bercerita mengenai pengalaman mereka secara bebas.
Komunikasi yang terbuka dapat membuat anak merasa lebih aman untuk menyampaikan ketika menemukan konten yang membuat bingung, mendapatkan pesan dari orang asing, atau mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan di internet.
Baca Juga: Mulai 2027, Guru Non-ASN di Sekolah Negeri Punya Kesempatan Ikut Seleksi ASN
Mengurangi ketergantungan anak terhadap handphone merupakan proses yang membutuhkan waktu. Orang tua tidak harus langsung menghilangkan akses terhadap gadget, tetapi dapat mengajarkan batas dan kebiasaan penggunaan yang sehat secara bertahap.
Pembatasan waktu layar dapat disertai dengan aktivitas fisik, kegiatan kreatif, waktu bersama keluarga, serta pendampingan ketika anak menggunakan internet.
Pendekatan seperti ini membantu anak memahami bahwa teknologi dapat digunakan untuk belajar dan bersenang-senang, tetapi tetap ada banyak kegiatan menarik yang dapat dilakukan tanpa handphone.
Keseimbangan tersebut penting agar keseharian anak tidak hanya diisi aktivitas di depan layar, melainkan juga pengalaman bermain, belajar, bergerak, berkomunikasi, dan berkreasi secara langsung.***