Parenting
M. Panji Maulana

Anak Sering Cemburu kepada Adiknya? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sibling Rivalry

Anak Sering Cemburu kepada Adiknya? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sibling Rivalry

08 November 2026 | 11:15

Tetap sediakan waktu khusus untuk kakak.

Pastikan anak mengetahui bahwa kehadiran adik tidak membuat kasih sayang orang tua berkurang.

Persiapan tersebut tidak menjamin anak sama sekali tidak merasa cemburu, tetapi dapat membantu proses penyesuaian menjadi lebih baik.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua ketika Kakak Menyakiti Adik?

Perselisihan antarsaudara perlu ditangani secara berbeda apabila sudah melibatkan tindakan fisik.

Jika kakak memukul, mendorong, mencubit, atau menggigit adik, orang tua perlu segera menghentikan tindakan tersebut.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Pisahkan anak dengan tenang untuk mencegah cedera lebih lanjut.
  2. Periksa kondisi anak yang terluka dan berikan pertolongan sesuai kebutuhan.
  3. Sampaikan batasan secara tegas bahwa tindakan menyakiti tidak diperbolehkan.
  4. Setelah situasi tenang, cari tahu apa yang memicu perilaku tersebut.
  5. Ajarkan cara menyampaikan kemarahan tanpa menggunakan kekerasan.
  6. Pantau interaksi anak ketika bermain bersama.
  7. Berikan pendampingan tambahan jika perilaku agresif terus berulang.

Jangan membalas tindakan anak dengan memukul atau mempermalukannya.

Jika tindakan tersebut menyebabkan cedera, terjadi berulang, atau menimbulkan risiko keselamatan, orang tua perlu mencari bantuan profesional.

Kapan Sibling Rivalry Perlu Mendapatkan Penanganan Profesional?

Pertengkaran sesekali tidak selalu menunjukkan adanya gangguan psikologis.

Namun, orang tua perlu lebih waspada apabila persaingan antarsaudara mulai berkembang menjadi perilaku yang membahayakan atau mengganggu kehidupan keluarga.

Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Anak berulang kali melakukan kekerasan fisik terhadap saudaranya.
  • Anak menunjukkan kebencian atau permusuhan yang sangat intens.
  • Konflik berlangsung hampir setiap hari dan sulit diselesaikan.
  • Salah satu anak terus-menerus merasa takut terhadap saudaranya.
  • Anak mengalami perubahan perilaku yang menetap.
  • Hubungan keluarga menjadi sangat terganggu akibat konflik.
  • Anak menunjukkan kecemasan, kesedihan, atau penarikan diri yang berkepanjangan.

Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog anak untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut.

Jika terdapat tindakan kekerasan yang membahayakan, keselamatan anak harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan anak untuk bermain bersama atau berdamai sebelum situasinya aman.

Hubungan Kakak dan Adik Tidak Harus Selalu Akur, tetapi Perlu Saling Menghargai

Kakak dan adik tidak harus selalu mempunyai kesukaan, pendapat, atau kebiasaan yang sama.

Perselisihan dapat terjadi karena perbedaan usia, karakter, kebutuhan, dan cara memahami situasi.

Namun, melalui pendampingan yang tepat, anak dapat belajar bahwa perbedaan tidak harus berakhir dengan pertengkaran.

Orang tua dapat membantu membangun hubungan yang sehat melalui kebiasaan berbagi, bekerja sama, menghormati barang pribadi, dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

Hal yang tidak kalah penting adalah memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh sebagai individu.

Kakak tidak harus selalu menjadi contoh yang sempurna, sedangkan adik tidak harus selalu mendapatkan perlakuan khusus hanya karena usianya lebih kecil.

Keduanya berhak mendapatkan perhatian, penghargaan, dan kesempatan untuk berkembang sesuai kebutuhan masing-masing.

Anak Cemburu kepada Adiknya Bukan Berarti Orang Tua Gagal Mengasuh

Kecemburuan dan persaingan antara kakak dan adik merupakan bagian dari dinamika hubungan saudara kandung yang dapat terjadi dalam keluarga.

Namun, cara orang tua merespons konflik mempunyai peran penting dalam membentuk hubungan antaranak.

Membandingkan anak, selalu meminta kakak mengalah, atau menunjukkan keberpihakan dapat memperbesar perasaan tidak adil dan memperkuat persaingan.

Sebaliknya, memberikan perhatian individual, mengajarkan komunikasi, dan membantu anak menyelesaikan konflik dapat menciptakan hubungan keluarga yang lebih sehat.

Orang tua tidak harus membuat kakak dan adik selalu sepakat dalam segala hal. Yang lebih penting adalah memastikan keduanya merasa aman, dihargai, dan mempunyai kesempatan yang sama untuk menyampaikan kebutuhan.

Pada akhirnya, hubungan saudara kandung merupakan salah satu lingkungan pertama tempat anak belajar memahami orang lain, bekerja sama, dan menghadapi perbedaan.

Dengan pendampingan yang konsisten, persaingan yang semula menjadi sumber konflik dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan empati, tanggung jawab, dan kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat.

Referensi

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2017, 16 Februari). Tips Mencegah Sibling Rivalry. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tips-mencegah-sibling-rivalry
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Mengenal Sibling Rivalry pada Anak. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2512/mengenal-sibling-rivalry-pada-
  3. UNICEF. (2024). How to Prepare Your Child for a New Sibling. UNICEF Parenting. https://www.unicef.org/parenting/how-prepare-your-child-new-sibling
  4. American Academy of Pediatrics. (2025). Preparing Your Older Child for a New Baby: How to Help Siblings Adjust. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/prenatal/Pages/Preparing-Your-Family-for-a-New-Baby.aspx
  5. Elinda, F., et al. (2022). Analisis perilaku sibling rivalry pada anak usia 2–3 tahun di Kabupaten Bandung.
LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
3 / 4
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Parenting Sibling Rivalry anak cemburu pada adik hubungan kakak adik Pola Asuh Anak Psikologi Anak

Komentar Pengguna