KebonCinta.com-- Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang dapat terjadi ketika aliran darah menuju otak terhambat atau pembuluh darah di otak pecah. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sel otak dan berdampak pada kemampuan berbicara, bergerak, hingga menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski risikonya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan kemungkinan terkena stroke. Kuncinya adalah menjaga kesehatan pembuluh darah, menerapkan pola hidup sehat, dan mengendalikan penyakit yang dapat meningkatkan risiko stroke.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, diabetes, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik termasuk faktor risiko yang dapat dikendalikan. Artinya, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat menjadi bagian penting dari upaya pencegahan stroke.
Baca Juga: Sering Makan Lele? Ini Kandungan Protein, Vitamin, dan Mineral di Dalamnya
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga seseorang bisa saja mengalaminya tanpa menyadarinya.
Jika tekanan darah terus berada pada tingkat tinggi, pembuluh darah dapat mengalami kerusakan. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat hipertensi atau faktor risiko lainnya.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Bila dokter memberikan obat, konsumsi sesuai petunjuk dan jangan menghentikannya sendiri meskipun tubuh terasa sehat.
Makanan yang dikonsumsi setiap hari turut memengaruhi tekanan darah, kadar kolesterol, dan berat badan. Pola makan yang terlalu tinggi garam, lemak jenuh, serta makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan stroke.
Sebagai langkah pencegahan, perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang lebih sehat. Batasi makanan yang terlalu asin serta perhatikan jumlah gula tambahan dan lemak jenuh dalam menu sehari-hari.
Tidak perlu langsung mengubah seluruh kebiasaan makan sekaligus. Mengurangi makanan tinggi garam secara bertahap dan menambahkan sayuran dalam menu harian dapat menjadi awal yang baik untuk membangun pola makan lebih sehat.
Baca Juga: Sering Dijadikan Lauk, Ini Alasan Belut Layak Masuk Menu Makanan Sehari-hari
Kurang bergerak dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme. Sebaliknya, aktivitas fisik membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Orang dewasa umumnya dianjurkan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu. Contohnya adalah berjalan cepat, bersepeda santai, atau berenang sesuai kemampuan tubuh.
Bagi yang belum terbiasa berolahraga, aktivitas dapat dimulai dari durasi pendek kemudian ditingkatkan secara bertahap. Membiasakan diri berjalan kaki, memilih tangga jika memungkinkan, dan mengurangi waktu duduk terlalu lama juga dapat membantu meningkatkan aktivitas harian.
Kebiasaan merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, termasuk stroke. Paparan asap rokok dari orang lain juga sebaiknya dihindari karena tidak baik bagi kesehatan.
Berhenti merokok merupakan langkah penting untuk memperbaiki kesehatan dalam jangka panjang. Jika sulit menghentikan kebiasaan tersebut, seseorang dapat meminta bantuan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pendampingan yang sesuai.
Menghindari rokok bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga membantu melindungi keluarga dan orang-orang di sekitar dari paparan asap rokok.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir