Berita
Hilmi An Naufal

Wamen Stella Ingatkan Mahasiswa di Era AI: Bangun Ilmu yang Tidak Mudah Tergantikan Teknologi

Wamen Stella Ingatkan Mahasiswa di Era AI: Bangun Ilmu yang Tidak Mudah Tergantikan Teknologi

02 September 2026 | 21:52

KEBONCINTA.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin cepat menjadi tantangan baru bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga membangun pengetahuan luas dan kemampuan berpikir yang dapat menjadi bekal menghadapi perubahan.

Pesan tersebut disampaikan Stella saat memberikan pembekalan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Esa Unggul pada Selasa, 1 September 2026.

Menurut Stella, masa kuliah perlu dimanfaatkan mahasiswa untuk menggali sebanyak mungkin potensi dan pengetahuan.

Perkuliahan tidak seharusnya hanya dilihat sebagai proses untuk memperoleh gelar akademik. Mahasiswa memiliki kesempatan memperluas pengalaman sekaligus membangun kemampuan yang tetap relevan ketika teknologi berkembang semakin cepat.

Stella mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya memiliki ilmu yang tidak mudah tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Kemampuan manusia untuk memahami persoalan, membangun pengetahuan dan terus belajar menjadi modal yang harus diperkuat selama berada di perguruan tinggi.

Mahasiswa juga didorong tidak membatasi diri hanya pada satu pengalaman selama menempuh pendidikan.

Masa kuliah dapat digunakan untuk mengeksplorasi berbagai bidang, memperdalam pengetahuan dan mengembangkan kemampuan yang dapat mendukung kehidupan setelah lulus.

Perkembangan AI membuat perubahan di berbagai bidang menjadi semakin cepat.

Teknologi dapat membantu manusia memperoleh informasi maupun menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat. Namun kondisi tersebut sekaligus membuat manusia perlu terus memperbarui pengetahuan dan kemampuan.

Karena itu, mahasiswa perlu memiliki fondasi pengetahuan yang kuat sehingga tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi.

Dalam pembekalannya, Stella juga membagikan pengalaman mengenai menjalani pekerjaan sambil menempuh pendidikan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu seseorang belajar mengatur waktu dan menentukan prioritas dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Kemampuan mengelola waktu menjadi salah satu keterampilan penting bagi mahasiswa.

Selain menghadapi tuntutan akademik, mahasiswa sering berhadapan dengan kegiatan organisasi, pengembangan keterampilan, pekerjaan, hingga aktivitas lain di luar kelas.

Semua pengalaman tersebut dapat memberikan manfaat apabila mahasiswa mampu menentukan prioritas serta tetap menjaga proses pembelajarannya.

Pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan diharapkan menjadi fondasi agar mahasiswa dapat terus berkembang setelah menyelesaikan pendidikan.

Stella merangkum pembekalan tersebut melalui lima pesan utama untuk mahasiswa baru.

Mahasiswa diajak menjalani kehidupan kampus secara maksimal dan tidak setengah-setengah.

Mereka juga didorong berani melakukan eksplorasi, memperluas pengalaman serta membangun pengetahuan yang bersifat luas atau universal.

Selain itu, mahasiswa diminta melihat tantangan sebagai bagian dari proses membangun kemampuan diri.

Pengalaman sulit selama menjalani pendidikan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran apabila dihadapi dengan cara yang tepat.

Pesan berikutnya adalah agar mahasiswa tetap mengingat asal-usul dan lingkungan tempat mereka tumbuh.

Pendidikan tinggi pada akhirnya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas kepada lingkungan dan masyarakat.

Perkembangan teknologi AI membuat pesan mengenai penguasaan ilmu menjadi semakin relevan bagi mahasiswa baru.

Kemampuan menggunakan perangkat teknologi memang diperlukan, tetapi kemampuan berpikir, memahami konteks, mempelajari pengetahuan baru serta beradaptasi dengan perubahan tetap menjadi bagian penting dari pendidikan tinggi.

Perguruan tinggi menjadi salah satu tempat mahasiswa memiliki kesempatan membangun kemampuan tersebut.

Mahasiswa dapat memanfaatkan proses pembelajaran, interaksi dengan dosen, organisasi, kegiatan akademik maupun pengalaman lain selama di kampus untuk memperluas perspektif.

Stella berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan tinggi dapat membuat mahasiswa menjadi individu yang lebih adaptif.

Kemampuan tersebut diharapkan tidak berhenti untuk kepentingan karier pribadi, tetapi juga dapat digunakan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah kekhawatiran mengenai perubahan dunia kerja akibat kecerdasan buatan.

Alih-alih hanya memandang AI sebagai ancaman, mahasiswa perlu mempersiapkan kemampuan yang membuat mereka dapat memanfaatkan perkembangan teknologi.

Masa pendidikan tinggi menjadi kesempatan penting untuk membangun fondasi tersebut.

Mahasiswa baru karena itu didorong tidak menyia-nyiakan kesempatan selama menjalani kuliah.

Semakin luas pengetahuan, pengalaman dan kemampuan berpikir yang dibangun, semakin besar pula kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan teknologi di masa depan.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna