Berita
Hilmi An Naufal

UNP Bekali Guru SLB dengan Literasi AI untuk Pembelajaran Lebih Adaptif

UNP Bekali Guru SLB dengan Literasi AI untuk Pembelajaran Lebih Adaptif

02 September 2026 | 05:21

PADANG, KEBONCINTA.COM — Universitas Negeri Padang (UNP) mendorong peningkatan literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence di kalangan guru sekolah luar biasa. Penguatan kemampuan tersebut diharapkan membantu para pendidik menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, menarik, dan sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Pengabdian UNP Berdampak bertajuk “Transformasi Pembelajaran melalui Program Penguatan Literasi AI untuk Optimalisasi Pembelajaran bagi Guru SLB di Kota Padang”. Pelatihan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026.

Dalam kegiatan ini, guru memperoleh pemahaman mengenai cara menggunakan AI sebagai perangkat pendukung pembelajaran. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, modul, lembar kerja peserta didik, media belajar hingga instrumen asesmen.

Pemanfaatan AI dinilai cukup relevan bagi guru SLB karena kebutuhan setiap peserta didik dapat berbeda. Materi bagi siswa dengan hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual maupun spektrum autisme perlu dirancang melalui pendekatan yang tidak selalu sama.

Salah seorang peserta, Fadilla Mayristy, menyampaikan bahwa teknologi AI dapat membantu guru membuat video pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Animasi berbasis AI, misalnya, berpeluang digunakan untuk membantu peserta didik dengan autisme mempertahankan perhatian terhadap materi pembelajaran.

Namun, AI tetap ditempatkan sebagai alat pendukung dan bukan pengganti peran guru. Pendidik masih memegang tanggung jawab utama dalam menentukan tujuan belajar, memeriksa ketepatan materi, memahami kondisi emosional siswa serta memastikan pembelajaran berlangsung secara manusiawi.

Guru juga perlu berhati-hati ketika memasukkan data peserta didik ke dalam layanan AI. Informasi pribadi, catatan kesehatan, hasil asesmen maupun identitas siswa tidak seharusnya diberikan kepada platform digital tanpa perlindungan dan dasar penggunaan yang jelas.

Selain perlindungan data, hasil yang dihasilkan AI harus diperiksa kembali. Teknologi tersebut masih berpotensi menghadirkan informasi tidak akurat, bahasa yang sulit dipahami atau materi yang tidak sesuai dengan kondisi peserta didik. Keputusan akhir karena itu tetap berada di tangan guru.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi untuk kepentingan masing-masing. Mereka juga didorong menjadi penggerak yang membagikan pengetahuan kepada rekan guru di sekolah.

Penguatan literasi AI bagi guru SLB menjadi langkah penting di tengah berkembangnya teknologi pendidikan. Jika digunakan secara bertanggung jawab, AI dapat membantu mengurangi pekerjaan administratif sekaligus memberikan lebih banyak ruang kepada guru untuk mendampingi perkembangan setiap siswa.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna