Pendidikan
Dewi Safitri

UKBI Gratis bagi Guru Mulai 2027, Pemerintah Perkuat Kompetensi Bahasa Indonesia di Sekolah

UKBI Gratis bagi Guru Mulai 2027, Pemerintah Perkuat Kompetensi Bahasa Indonesia di Sekolah

31 Oktober 2026 | 10:56

KebonCinta.com - Pemerintah berencana menggratiskan Uji Kompetensi Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi guru. Kebijakan yang disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kemahiran berbahasa Indonesia di lingkungan pendidikan, sekaligus mendorong penggunaan bahasa yang lebih terstandar dalam proses pembelajaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa fasilitas UKBI gratis diharapkan membantu guru mencapai tingkat kemahiran berbahasa Indonesia sesuai kebutuhan profesinya. 

Kebijakan tersebut terutama relevan bagi guru bahasa Indonesia, tetapi pemerintah juga mendorong guru mata pelajaran lain untuk mengikuti pengujian.

Baca Juga: Cara Menyusun Prota dan Promes Guru 2026/2027: Alokasi Waktu, Langkah, dan Contoh Format 

Menurut Mu’ti, UKBI memiliki konsep yang serupa dengan TOEFL, yakni sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan berbahasa berdasarkan standar tertentu. Bedanya, UKBI dirancang untuk menilai kemahiran berbahasa Indonesia, baik bagi penutur jati maupun penutur asing.

Pemerintah menargetkan pelaksanaan UKBI gratis bagi guru dapat dimulai sesegera mungkin, dengan rencana paling lambat pada 2027.

Baca Juga: Panduan Administrasi Kepegawaian Sekolah 2026: Buku Induk Guru dan Tendik, SK Tugas, Absensi, dan Contoh Format 

Mengukur kemahiran, bukan sekadar penguasaan materi

UKBI merupakan sarana untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam menggunakan bahasa Indonesia secara lisan maupun tulis. Pengujian ini mencakup lima seksi, yaitu mendengarkan, merespons kaidah, membaca, menulis, dan berbicara.

Melalui lima aspek tersebut, UKBI tidak hanya mengukur pemahaman terhadap kaidah bahasa, tetapi juga kemampuan seseorang dalam menerima, mengolah, dan menyampaikan informasi menggunakan bahasa Indonesia.

Baca Juga: Cara Menyusun Jadwal Pelajaran Sekolah 2026/2027: Pembagian Jam Guru, Rombel, dan Contoh Format 

Bagi guru, kemahiran berbahasa memiliki kaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. Bahasa menjadi medium untuk menjelaskan konsep, menyampaikan instruksi, membangun interaksi dengan peserta didik, serta mengembangkan kemampuan literasi di kelas.

Karena itu, pengujian kompetensi bahasa dapat dipandang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidik. Namun, hasil UKBI juga perlu ditempatkan sebagai bahan refleksi dan pengembangan profesional, bukan semata-mata sebagai angka atau sertifikat administratif.

Mendorong budaya berbahasa di lingkungan pendidikan

Rencana menggratiskan UKBI membuka peluang bagi lebih banyak guru untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia tanpa terbebani biaya. Perluasan peserta ke berbagai bidang studi juga menunjukkan bahwa kompetensi bahasa tidak hanya menjadi tanggung jawab guru bahasa Indonesia.

Dalam lingkungan sekolah, kemampuan berbahasa yang baik dibutuhkan lintas mata pelajaran. Guru perlu menyampaikan materi secara jelas, menyusun bahan ajar yang mudah dipahami, serta membimbing peserta didik agar mampu menggunakan bahasa secara tepat dalam kegiatan akademik.

UKBI dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kesadaran tersebut. Meski demikian, penguatan kompetensi bahasa tidak cukup berhenti pada pelaksanaan ujian. Hasil pengukuran perlu diikuti dengan ruang pengembangan, seperti pelatihan, pendampingan, dan pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam kegiatan belajar mengajar.

Calon peserta UKBI Adaptif dapat mendaftarkan diri melalui laman resmi ukbi.kemendikdasmen.go.id. Pengujian ini terbuka bagi penutur bahasa Indonesia, baik penutur jati maupun penutur asing.

Dengan rencana pembiayaan gratis bagi guru, UKBI berpotensi menjadi bagian dari penguatan kualitas pembelajaran sekaligus upaya membangun budaya berbahasa Indonesia yang lebih terukur di sekolah.

Tags:
Guru kemendikdasmen uji kompetensi berbahasa indonesia UKBI

Komentar Pengguna