Berita
Hilmi An Naufal

UIII Terima 228 Mahasiswa Baru dari 18 Negara, Pendaftarnya Datang dari 58 Negara

UIII Terima 228 Mahasiswa Baru dari 18 Negara, Pendaftarnya Datang dari 58 Negara

03 September 2026 | 14:56

KEBONCINTA.COM – Universitas Islam Internasional Indonesia atau UIII memulai tahun akademik 2026/2027 dengan menerima ratusan mahasiswa baru dari berbagai negara.

Sebanyak 228 mahasiswa baru resmi bergabung dengan perguruan tinggi yang berlokasi di Depok, Jawa Barat tersebut.

Menariknya, para mahasiswa tidak hanya berasal dari Indonesia.

UIII mencatat mahasiswa baru tahun ini berasal dari 18 negara.

Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang kebangsaan berbeda semakin memperkuat karakter internasional perguruan tinggi tersebut.

Pembukaan tahun akademik dilakukan melalui kegiatan Convocation Day pada 1 September 2026.

Informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru kemudian dipublikasikan pada 3 September 2026.

Dari total 228 mahasiswa baru, sebanyak 192 orang mengikuti program Magister atau S2.

Sementara 36 mahasiswa lainnya masuk pada program Doktor atau S3.

Komposisi tersebut menunjukkan sebagian besar mahasiswa baru UIII berada pada jenjang pendidikan pascasarjana.

Mahasiswa yang diterima berasal dari berbagai negara.

Selain Indonesia, terdapat mahasiswa dari India, Nigeria, Filipina, Myanmar dan Pakistan.

UIII juga menerima mahasiswa dari Kepulauan Åland serta berbagai negara lainnya.

Keragaman tersebut merupakan hasil dari proses penerimaan mahasiswa yang mempunyai jangkauan jauh lebih luas.

UIII mencatat proses admission diikuti pendaftar yang berasal dari 58 negara.

Negara asal pendaftar antara lain Arab Saudi, Nigeria, Mesir, Irak, Yaman, India, Amerika Serikat hingga Kepulauan Åland.

Dari proses seleksi tersebut, 228 mahasiswa akhirnya diterima untuk mengikuti pendidikan pada tahun akademik 2026/2027.

Rektor UIII Jamhari menilai keberagaman mahasiswa merupakan salah satu kekuatan utama universitas.

Kampus ingin lingkungan akademiknya menjadi tempat pertemuan berbagai latar belakang bangsa, disiplin ilmu dan perspektif.

Interaksi tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya belajar melalui materi perkuliahan.

Mereka juga dapat memperoleh pengalaman dengan berdiskusi bersama rekan yang mempunyai latar budaya dan pengalaman berbeda.

Lingkungan internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan dari lebih dari satu sudut pandang.

Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika banyak tantangan dunia saat ini tidak dapat diselesaikan hanya dalam batas satu negara.

Isu ekonomi, pendidikan, perdamaian, teknologi maupun hubungan sosial semakin mempunyai dimensi global.

UIII mendorong mahasiswa mengembangkan nilai moderasi, perdamaian dan inklusivitas selama menjalani pendidikan.

Mahasiswa juga diharapkan mampu membangun hubungan lintas budaya.

Dengan mahasiswa yang berasal dari 18 negara, nilai tersebut dapat dipraktikkan langsung melalui kehidupan akademik sehari-hari.

Mahasiswa akan mengikuti pendidikan pada enam fakultas.

Fakultas tersebut mencakup Fakultas Studi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Pendidikan serta Fakultas Sains dan Teknologi.

Pada tahun akademik ini terdapat tambahan Fakultas Hukum.

Kehadiran Fakultas Hukum menjadi salah satu perkembangan baru dalam perluasan cakupan keilmuan UIII.

Dengan demikian, program akademik universitas tidak hanya berfokus pada satu bidang studi.

Mahasiswa dapat mengikuti pendidikan dari beragam perspektif keilmuan yang nantinya dapat saling berinteraksi.

Fakultas Studi Islam menjadi bagian dari karakter akademik universitas.

Di sisi lain, keberadaan bidang ekonomi, sosial, pendidikan, sains dan teknologi serta hukum memperluas ruang kajian mahasiswa.

Pendekatan lintas disiplin dapat menjadi semakin penting di lingkungan internasional.

Persoalan yang dibahas dalam satu bidang sering mempunyai hubungan dengan bidang lainnya.

Misalnya perkembangan teknologi tidak hanya menyangkut persoalan teknis.

Teknologi juga mempunyai dampak terhadap ekonomi, masyarakat, pendidikan bahkan persoalan hukum.

Lingkungan perguruan tinggi dengan beragam bidang memungkinkan isu semacam itu dilihat dari banyak perspektif.

Masuknya mahasiswa dari 18 negara juga membawa tantangan tersendiri bagi kehidupan kampus.

Setiap mahasiswa datang dengan budaya, kebiasaan, bahasa dan pengalaman pendidikan yang berbeda.

Kampus perlu membangun lingkungan yang memungkinkan seluruh mahasiswa dapat belajar dan berinteraksi secara nyaman.

Di sisi lain, situasi tersebut menjadi kesempatan berharga.

Mahasiswa Indonesia dapat berinteraksi langsung dengan rekan internasional tanpa harus selalu menempuh pendidikan di luar negeri.

Mahasiswa asing juga memperoleh kesempatan mengenal Indonesia melalui pengalaman tinggal dan menempuh pendidikan di Depok.

Hubungan yang terbentuk selama kuliah berpotensi terus bertahan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

Lulusan dapat menjadi bagian dari jejaring internasional yang mempunyai hubungan akademik maupun profesional dengan Indonesia.

Itulah salah satu nilai yang dapat muncul dari internasionalisasi perguruan tinggi.

Kampus bukan hanya menerima mahasiswa dari berbagai negara, tetapi juga membangun jaringan manusia yang dapat berkembang dalam jangka panjang.

UIII memulai tahun ajaran baru dengan membawa semangat tersebut.

Convocation Day menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik 228 mahasiswa baru.

Bagi mahasiswa S2 dan S3, masa perkuliahan nantinya akan banyak berhubungan dengan kegiatan penelitian.

Interaksi dengan dosen maupun mahasiswa dari negara lain dapat memberikan perspektif tambahan ketika mereka mengembangkan kajian akademik.

Mahasiswa juga diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian studi.

Nilai moderasi, perdamaian, inklusivitas dan dialog lintas budaya menjadi bagian yang terus ditekankan universitas.

Pengalaman akademik kemudian diharapkan dapat diterapkan ketika mahasiswa kembali ke negara ataupun lingkungan masing-masing.

Tahun akademik 2026/2027 juga menjadi momentum perluasan UIII melalui hadirnya Fakultas Hukum.

Perkembangan tersebut menambah pilihan bidang pendidikan bagi mahasiswa sekaligus memperluas cakupan akademik universitas.

Dari proses admission yang diikuti pendaftar asal 58 negara, terpilih 228 mahasiswa dari 18 negara.

Sebanyak 192 peserta akan menempuh pendidikan Magister dan 36 orang menempuh program Doktor.

Komposisi internasional tersebut membuat ruang kelas UIII menjadi tempat pertemuan berbagai pengalaman dan perspektif.

Kampus berharap keberagaman tersebut dapat menjadi modal dalam membangun dialog akademik sekaligus menjawab berbagai tantangan global.

Bagi pendidikan tinggi Indonesia, kehadiran mahasiswa internasional juga menunjukkan kampus di dalam negeri mempunyai peluang semakin besar untuk menjadi tujuan studi mahasiswa dari berbagai negara.

Tantangannya adalah mempertahankan kualitas akademik dan lingkungan pendidikan agar kepercayaan tersebut terus berkembang.

Sebanyak 228 mahasiswa baru UIII kini telah memasuki perjalanan akademik mereka.

Mereka datang dari 18 negara, tetapi akan belajar dalam satu lingkungan kampus dengan semangat membangun dialog, pengetahuan dan kerja sama lintas budaya.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna