KebonCinta.com — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengapresiasi kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Apresiasi disampaikan ketika Atip meninjau pelaksanaan TKA pada Kamis, 5 November 2026. Hasil kunjungan tersebut dipublikasikan Kemendikdasmen melalui siaran pers pada Sabtu, 7 November 2026.
Dalam kunjungannya, Atip berdialog dengan pihak sekolah dan peserta didik untuk mengetahui pengalaman mereka selama mengikuti asesmen.
PELAKSANAAN TKA BERJALAN LANCAR
Atip menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA di sekolah yang dikunjungi secara umum berlangsung baik.
Tidak ditemukan kendala berarti maupun pelanggaran selama proses asesmen yang ditinjaunya.
Meski demikian, pemerintah tetap memperhatikan sejumlah aspek teknis yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan TKA pada masa mendatang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketersediaan aliran listrik yang harus dipastikan agar kegiatan asesmen dapat berjalan tanpa gangguan.
263 SISWA MENGIKUTI TKA
Baca Juga: Anak Terlambat Bicara? Kenali Tanda Berdasarkan Usia, Penyebab, dan Cara Menstimulasinya
Kepala SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Luh Made Sri Yuniati, menjelaskan bahwa TKA di sekolahnya diikuti oleh 263 siswa.
Peserta dibagi ke dalam dua gelombang, masing-masing terdiri atas tiga sesi. Setiap ruang ujian diikuti oleh 11 siswa.
Sekolah telah mempersiapkan pelaksanaan TKA melalui sosialisasi, penyediaan bahan latihan, serta pendampingan pembelajaran.
Untuk mata pelajaran pilihan, sekolah menyelenggarakan kegiatan pemantapan dua kali dalam seminggu dengan durasi dua jam pelajaran.
Sementara itu, latihan soal untuk mata pelajaran wajib dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran di kelas.
MATEMATIKA MASIH MENJADI TANTANGAN
Melalui dialog dengan siswa, Atip memperoleh masukan bahwa Matematika termasuk mata pelajaran yang cukup menantang bagi sebagian peserta.
Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat kualitas pembelajaran.
Kesulitan yang dirasakan peserta tidak serta-merta menggambarkan hasil TKA secara nasional, tetapi dapat menjadi masukan penting dari pengalaman pelaksanaan di lapangan.
Sekolah diharapkan terus membantu murid memahami materi secara bertahap dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
PERSIAPAN TKA SESUAI MINAT SISWA
SMA Negeri 1 Kuta Selatan juga memberikan pendampingan kepada murid sejak kelas X dalam memilih mata pelajaran sesuai minat dan rencana pendidikan berikutnya.
Salah satu peserta, I Kadek Aditya Widharma, memilih Matematika Tingkat Lanjut dan Fisika karena memiliki rencana melanjutkan pendidikan di bidang Informatika.
Ia mengaku telah mengikuti pendampingan dari sekolah sehingga lebih siap menghadapi asesmen.
APA YANG BISA DIPELAJARI SEKOLAH LAIN?
Pengalaman SMA Negeri 1 Kuta Selatan memberikan gambaran pentingnya persiapan akademik dan teknis secara bersamaan.
Sekolah dapat memperhatikan ketersediaan sarana, pendampingan belajar, pemilihan mata pelajaran, dan kesiapan mental peserta.
Namun, ketentuan TKA pada tahun berikutnya tetap harus merujuk pada pengumuman resmi Kemendikdasmen.
Pemerintah berharap evaluasi pelaksanaan 2026 dapat membantu meningkatkan kualitas asesmen serta menjadi bahan perbaikan pembelajaran di sekolah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir