Level pertama berfokus pada kemampuan memahami konsep dasar dan menggunakan prosedur matematika yang telah dipelajari.
Terdapat empat proses berpikir utama yang diukur:
Pada level ini, peserta perlu menguasai dasar-dasar matematika agar dapat menyelesaikan soal secara tepat.
Level aplikasi mengukur kemampuan menggunakan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan persoalan yang membutuhkan penerapan konsep dan prosedur.
Proses berpikir pada level ini meliputi:
Sebagai contoh, peserta dapat diminta menyusun persamaan dari suatu permasalahan sehari-hari, membaca grafik untuk menentukan nilai tertentu, atau menggunakan konsep barisan dalam persoalan pertumbuhan.
Level penalaran menuntut kemampuan berpikir lebih mendalam untuk menyelesaikan persoalan yang kompleks atau belum pernah ditemui dalam bentuk yang sama.
Proses berpikir yang diukur meliputi:
Pada level ini, peserta tidak cukup hanya memperoleh jawaban akhir. Mereka juga perlu memahami alasan di balik pemilihan metode dan memastikan bahwa solusi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara matematis.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA Matematika, peserta dapat memetakan materi berdasarkan elemen dan submateri yang menjadi cakupan asesmen.
| Elemen | Submateri yang Perlu Dipelajari |
|---|---|
| Bilangan | Bilangan real, jenis dan sifat bilangan, operasi hitung, sifat komutatif, asosiatif, dan distributif |
| Aljabar | Persamaan dan pertidaksamaan linear, sistem persamaan linear multivariabel, program linear, fungsi, invers dan komposisi fungsi, barisan dan deret |
| Geometri dan Pengukuran | Hubungan sudut, garis, bidang, bangun datar dan ruang, kesebangunan, kekongruenan, Teorema Pythagoras, transformasi, luas, keliling, volume, luas permukaan, dan jarak |
| Trigonometri | Sinus, kosinus, tangen, kotangen, sekan, dan kosekan |
| Data dan Peluang | Diagram, tabel, ukuran pemusatan dan penyebaran data, aturan pencacahan, permutasi, kombinasi, peluang kejadian tunggal dan majemuk |
Seluruh elemen tersebut dapat diuji melalui tiga level kompetensi, mulai dari pemahaman dasar, penerapan konsep, hingga penalaran tingkat lanjut.
Dengan demikian, satu materi yang sama dapat muncul dalam bentuk soal yang berbeda sesuai kemampuan berpikir yang ingin diukur.
Memahami kisi-kisi merupakan langkah awal dalam persiapan menghadapi TKA. Agar pembelajaran lebih efektif, peserta perlu membangun strategi belajar yang menggabungkan penguasaan konsep, latihan soal, dan penalaran.
Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan.
TKA Matematika mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami konsep, menerapkan prosedur, dan menggunakan penalaran untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.
Materi yang diujikan mencakup lima elemen utama, yaitu bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, trigonometri, serta data dan peluang. Sementara itu, kemampuan berpikir yang diukur dibagi menjadi tiga level: pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, serta penalaran.**
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir