Pendidikan
Al Fina

TKA Bukan Penentu Murid Lulus atau Gagal! Mendikdasmen Jelaskan Fungsi Hasil Tes untuk Pendidikan

TKA Bukan Penentu Murid Lulus atau Gagal! Mendikdasmen Jelaskan Fungsi Hasil Tes untuk Pendidikan

26 Oktober 2026 | 19:58

KebonCinta.com - Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak dirancang untuk memberikan label berhasil atau gagal kepada peserta didik. Pemerintah menempatkan asesmen ini sebagai instrumen untuk memetakan kemampuan akademik sekaligus memperoleh informasi yang dapat digunakan dalam perbaikan mutu pendidikan.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ketika meninjau pelaksanaan hari pertama TKA gelombang pertama di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Senin.

Menurut Abdul Mu’ti, hasil TKA perlu dipahami sesuai dengan tujuan penilaian pendidikan. Hasilnya bukan sekadar angka, tetapi juga informasi yang dapat membantu mengidentifikasi kemampuan yang telah dikuasai dan aspek pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan.

“TKA tidak bertujuan untuk menentukan murid berhasil atau gagal, melainkan memetakan mutu pendidikan dan menjadi dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran,” tegasnya.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Tiga fungsi asesmen dalam pendidikan

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa asesmen pendidikan memiliki tiga fungsi yang saling berkaitan, yaitu assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning.

Ketiganya menunjukkan bahwa penilaian tidak semestinya berhenti pada pemberian skor. Informasi dari proses asesmen juga dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar dan mengembangkan kemampuan peserta didik.

1. Assessment of learning: mengetahui kemampuan murid

Assessment of learning merupakan penilaian untuk mengetahui tingkat penguasaan atau kemampuan akademik peserta didik.

Melalui penilaian ini, hasil tes dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan yang sudah dicapai murid. Informasi tersebut membantu menunjukkan posisi capaian belajar berdasarkan instrumen dan standar penilaian yang digunakan.

Dalam konteks TKA, hasil pengukuran diharapkan dapat memberikan gambaran kemampuan akademik murid secara lebih menyeluruh, bukan hanya berdasarkan kesan atau perkiraan.

2. Assessment for learning: memperbaiki proses pembelajaran

Fungsi kedua adalah assessment for learning, yaitu penggunaan hasil penilaian untuk membantu memperbaiki proses pembelajaran.

Sebagai contoh, apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa suatu materi masih sulit dipahami, guru dapat meninjau kembali pendekatan mengajarnya. Murid juga dapat menggunakan informasi tersebut untuk menentukan materi yang perlu dipelajari lebih lanjut.

Dengan demikian, hasil asesmen dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

3. Assessment as learning: menjadikan penilaian bagian dari proses belajar

Sementara itu, assessment as learning menempatkan penilaian sebagai bagian dari proses belajar dan perbaikan secara berkelanjutan.

Murid tidak hanya menerima hasil evaluasi, tetapi juga belajar mengenali kekuatan dan bagian yang masih perlu dikembangkan. Proses tersebut dapat membantu mereka membangun kebiasaan mengevaluasi pemahaman dan kemajuan belajar.

Ketika digunakan secara tepat, penilaian dapat menjadi sarana refleksi, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan menjelang akhir pembelajaran.

Mengapa skor TKA berbeda dari nilai maksimal 100?

Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa sistem penilaian TKA menggunakan skala skor yang berbeda dari sistem penilaian konvensional dengan nilai maksimal 100.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan sistem standardisasi evaluasi yang digunakan dalam pengukuran kemampuan akademik. Oleh sebab itu, hasil TKA tidak tepat jika langsung disamakan dengan nilai rapor atau penilaian kelas yang menggunakan skala berbeda.

TKA juga disusun dengan variasi tingkat kesulitan, mulai dari soal kategori mudah hingga sulit. Menurut Abdul Mu’ti, variasi tersebut merupakan bagian dari teori evaluasi dalam penyusunan instrumen penilaian yang memperhatikan validitas dan reliabilitas.

Melalui rancangan tersebut, hasil tes diharapkan mampu menggambarkan kemampuan peserta didik secara lebih objektif berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Bagaimana murid dan guru sebaiknya menyikapi hasil TKA?

Bagi murid, hasil TKA dapat menjadi bahan untuk mengenali kemampuan akademik dan menentukan bagian yang perlu ditingkatkan. Hasil tersebut sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya ukuran untuk menilai potensi diri atau menentukan masa depan.

Bagi guru, informasi hasil penilaian dapat membantu mengevaluasi strategi pembelajaran. Sementara itu, pada tingkat yang lebih luas, pemetaan kemampuan akademik dapat menjadi salah satu bahan untuk mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan.

Meski demikian, hasil asesmen perlu dibaca sesuai tujuan dan batas penggunaannya. Perbaikan pendidikan juga membutuhkan pertimbangan lain, seperti proses pembelajaran di sekolah, ketersediaan fasilitas, kompetensi pendidik, dan kebutuhan peserta didik.

Pesan utama yang disampaikan Mendikdasmen adalah bahwa TKA seharusnya dipahami sebagai alat evaluasi dan pemetaan, bukan sebagai vonis terhadap kemampuan seorang murid. Ketika hasilnya dimanfaatkan dengan tepat, asesmen dapat mendukung proses belajar yang lebih terarah dan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Tags:
skor tka Mendikdasmen Soal TKA TKA SMA 2026 Tes Kemampuan Akademik

Komentar Pengguna