KEBONCINTA.COM – Senin, 7 September 2026 – Kesempatan bagi mahasiswa, dosen, peneliti dan akademisi untuk mengikuti forum akademik internasional AICIS+ 2026 masih terbuka.
Kementerian Agama memperpanjang masa pendaftaran Annual International Conference on Islam, Science, and Society atau AICIS+ 2026 hingga 9 September 2026.
Dengan demikian, terhitung Senin, 7 September, calon peserta hanya memiliki waktu sekitar dua hari lagi untuk memanfaatkan masa perpanjangan tersebut.
Sebelumnya, pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 30 Agustus 2026.
Namun tingginya antusiasme sivitas akademika membuat Kementerian Agama memberikan tambahan waktu bagi calon peserta untuk mempersiapkan karya.
AICIS+ 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 20 November 2026.
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, menjadi lokasi penyelenggaraan konferensi internasional tersebut.
Tahun ini AICIS+ mengangkat tema "Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing".
Melalui tema tersebut, forum akademik akan mempertemukan gagasan mengenai warisan lokal, perkembangan teknologi dan kesejahteraan manusia dalam perspektif pembangunan peradaban Islam.
AICIS+ tidak hanya diperuntukkan bagi dosen senior atau peneliti profesional.
Mahasiswa juga memperoleh kesempatan berpartisipasi dan menyampaikan gagasan akademiknya.
Forum ini terbuka bagi peneliti, dosen, akademisi, praktisi, tenaga kependidikan serta mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau PTKIN, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta atau PTKIS, hingga perguruan tinggi umum.
Peserta dari dalam maupun luar negeri juga dapat berpartisipasi sesuai dengan ketentuan penyelenggara.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Sahiron menilai AICIS+ merupakan ruang strategis untuk mempertemukan penelitian keislaman dengan berbagai persoalan dunia kontemporer.
Sementara itu, Kemenag berharap perpanjangan waktu pendaftaran dapat dimanfaatkan peserta untuk menyiapkan karya secara lebih matang.
Bagi mahasiswa, keikutsertaan dalam forum akademik internasional dapat menjadi pengalaman penting.
Mahasiswa dapat belajar menyiapkan penelitian, menyusun argumentasi ilmiah, berkomunikasi dengan akademisi serta mengenal perkembangan penelitian dari berbagai institusi.
Hal yang sama berlaku bagi dosen dan peneliti.
Forum internasional dapat menjadi sarana memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan penelitian yang dikembangkan di perguruan tinggi masing-masing.
Calon peserta perlu memperhatikan bahwa proses pendaftaran tidak hanya berkaitan dengan pengisian identitas.
Ketentuan mengenai abstrak, makalah, subtema dan tahapan seleksi perlu dibaca secara menyeluruh melalui laman resmi penyelenggara.
Dengan batas pendaftaran pada 9 September, peserta yang tertarik sebaiknya tidak menunggu hingga jam-jam terakhir.
Dokumen dapat diperiksa sejak sekarang untuk mengurangi risiko kesalahan administrasi maupun kendala teknis ketika mengunggah berkas.
Kementerian Agama juga mendorong perguruan tinggi di lingkungan PTKIN dan PTKIS ikut menyebarkan informasi AICIS+ kepada sivitas akademikanya.
AICIS+ 2026 diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan pemikiran keislaman, kearifan lokal dan inovasi teknologi untuk menghasilkan gagasan yang relevan dengan tantangan masyarakat modern.
Bagi mahasiswa, dosen maupun peneliti yang memiliki karya sesuai bidang tersebut, perpanjangan hingga 9 September menjadi kesempatan terakhir untuk mempersiapkan diri mengikuti salah satu forum studi Islam internasional tahun ini.