Keboncinta — Tiga pelajar SMAN Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berhasil membawa pulang penghargaan dari festival fotografi pelajar internasional yang berlangsung di Higashikawa, Hokkaido, Jepang.
Mereka adalah Abiyu Surya Affandi, Nadira Khuzaifah Hamzah, dan Sayyid Rezky Maulana Al-Jawi. Ketiganya mewakili Indonesia dengan pendampingan Frangky Kurniawan.
Tim SMAN Cimanggung memperoleh Online Special Choice Award kategori kelompok dalam The 11th International High School Students’ Photo Festival Exchange 2026. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 17–23 Agustus 2026.
Penghargaan diumumkan pada 22 Agustus setelah karya peserta mengikuti pemungutan suara daring yang melibatkan publik dari berbagai negara. Tim Indonesia mendapatkan 2.246 dari total 6.622 suara atau sekitar 33,9 persen.
Perolehan tersebut menunjukkan karya tim mampu menarik perhatian publik internasional. Dukungan pemilih juga menjadi bagian dari penilaian khusus untuk kategori yang menggunakan mekanisme pemungutan suara daring.
Perjalanan menuju Jepang dimulai dari proses seleksi nasional melalui International Youth Photo Festival Indonesia. SMAN Cimanggung bersaing dengan 16 sekolah dari berbagai wilayah sebelum terpilih menjadi perwakilan Indonesia.
Dalam festival tersebut, peserta bertemu dengan pelajar dari sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, Uzbekistan, Australia, Kanada, Finlandia, Mongolia, Rusia, Laos, Kolombia, dan Irlandia. Jepang sebagai tuan rumah mengirimkan dua tim.
Para peserta tidak hanya membawa karya yang telah dibuat sebelumnya. Mereka juga mengeksplorasi lingkungan Higashikawa untuk menghasilkan fotografi yang mampu menggambarkan karakter kota, masyarakat, dan alamnya.
Tim Indonesia menyusun cerita foto kelompok berjudul “Higashikawa Dancing Nature”. Rangkaian gambar tersebut menampilkan interpretasi pelajar terhadap alam dan lanskap kawasan Higashikawa.
Proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Gunung Asahidake, sumber mata air Asahidake, pusat Kota Higashikawa, serta Hutan Kitoushi. Setiap lokasi menghadirkan tantangan pencahayaan, komposisi, dan karakter visual yang berbeda.
Selain karya kelompok, masing-masing pelajar menampilkan karya individu. Abiyu Surya Affandi menghadirkan karya berjudul “Under Pressure”, sementara Nadira Khuzaifah Hamzah menampilkan “Dynamic Levitation”.
Adapun Sayyid Rezky Maulana Al-Jawi membawa karya bertajuk “From the Iron Eye”. Perbedaan tema tersebut memberikan kesempatan kepada setiap anggota tim untuk memperlihatkan gaya visual dan sudut pandangnya sendiri.
Keikutsertaan dalam festival internasional memberikan pengalaman yang tidak selalu didapatkan melalui pembelajaran di kelas. Pelajar dapat mengamati karya peserta lain, menerima umpan balik, serta memahami bagaimana sebuah foto digunakan untuk menyampaikan cerita.
Fotografi membutuhkan lebih dari kemampuan mengoperasikan kamera. Seorang fotografer juga harus peka terhadap lingkungan, mampu menentukan momen, memahami komposisi, dan menyusun rangkaian visual yang memiliki pesan.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seni dan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang pengembangan kemampuan pelajar. Sekolah perlu memberikan dukungan berupa pendampingan, fasilitas, kesempatan mengikuti kompetisi, serta ruang untuk memamerkan karya.
Setelah kembali ke Indonesia, pengalaman ketiga pelajar dapat dibagikan melalui pameran, pelatihan fotografi, atau kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, manfaat prestasi tidak hanya dirasakan anggota tim, tetapi juga dapat menginspirasi siswa lain.
Keberhasilan ini sekaligus membawa nama SMAN Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan Indonesia ke forum pelajar internasional. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi awal bagi ketiganya untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih kuat.