Parenting
M. Fadhli Dzil Ikram

Tidak Sempat Sholat saat Perjalanan? Pahami Cara Jamak Takdim dan Takhir

Tidak Sempat Sholat saat Perjalanan? Pahami Cara Jamak Takdim dan Takhir

02 November 2026 | 13:24

Keboncinta.com — Perjalanan jauh terkadang membuat seorang Muslim kesulitan menunaikan sholat fardhu tepat pada waktunya. Islam memberikan keringanan atau rukhsah bagi orang yang memenuhi ketentuan safar, salah satunya melalui sholat jamak.

Sholat jamak adalah menggabungkan dua sholat fardhu untuk dikerjakan dalam satu waktu. Sholat yang boleh dijamak adalah Zuhur dengan Ashar serta Maghrib dengan Isya. Sementara itu, sholat Subuh tidak boleh dijamak dengan sholat lainnya.

Dalam buku Panduan Musafir, Adab dan Hukum Safar, Abdullah Haidir menjelaskan bahwa jamak merupakan salah satu bentuk kemudahan syariat bagi musafir. Keringanan ini bukan kewajiban, melainkan pilihan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan perjalanan.

1. Tata Cara Sholat Jamak Taqdim

Jamak taqdim adalah mengerjakan dua sholat fardhu pada waktu sholat yang pertama. Contohnya, sholat Zuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Zuhur atau Maghrib dan Isya dikerjakan pada waktu Maghrib.

Dalam Mazhab Syafi’i, terdapat empat syarat utama:

  1. Tertib, yaitu mendahulukan sholat pertama sebelum sholat kedua.
  2. Niat jamak, dilakukan ketika sholat pertama, paling utama bersamaan dengan takbiratul ihram.
  3. Muwalat, yaitu mengerjakan kedua sholat secara berurutan tanpa jeda panjang.
  4. Masih berstatus musafir ketika memulai sholat kedua.

Contoh niat jamak taqdim Zuhur dan Ashar:

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī fardhazh-zhuhri arba‘a raka‘ātin majmū‘an bil-‘ashri jam‘a taqdīmin lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat sholat fardhu Zuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak taqdim karena Allah Taala.”

Baca Juga: Tata Cara Sholat Jamak dan Qashar, Lengkap dengan Niat, Syarat, dan Contohnya 

2. Tata Cara Sholat Jamak Takhir

Jamak takhir adalah mengerjakan dua sholat pada waktu sholat kedua. Misalnya, sholat Zuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Ashar atau Maghrib dan Isya pada waktu Isya.

Syarat utamanya dalam Mazhab Syafi’i adalah:

  1. Berniat melakukan jamak takhir ketika masih berada dalam waktu sholat pertama, sebelum waktunya habis.
  2. Tetap berstatus musafir ketika mengerjakan sholat yang dijamak.

Contoh niat jamak takhir Zuhur dan Ashar:

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī fardhazh-zhuhri arba‘a raka‘ātin majmū‘an bil-‘ashri jam‘a ta’khīrin lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat sholat fardhu Zuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak takhir karena Allah Taala.”

Untuk Maghrib dan Isya, redaksi niat dapat disesuaikan dengan nama sholat dan jumlah rakaatnya.

Perlu diketahui, niat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkannya bukan syarat sah sholat.

Syarat Menjamak Sholat bagi Musafir

Dalam ketentuan Mazhab Syafi’i, beberapa persyaratan safar yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Perjalanan bukan untuk tujuan maksiat.
  2. Jarak perjalanan mencapai dua marhalah, yang umumnya diperkirakan sekitar 82 kilometer.
  3. Sudah keluar dari batas permukiman tempat tinggal.
  4. Memenuhi ketentuan status musafir ketika melaksanakan jamak.

Jika seseorang bermakmum kepada imam mukim, ia wajib mengikuti sholat imam secara sempurna apabila sholat tersebut diqashar. Namun, bermakmum kepada imam mukim bukan berarti otomatis menggugurkan seluruh ketentuan jamak.

Perbedaan Sholat Jamak dan Qashar

Jamak dan qashar merupakan dua keringanan yang berbeda. Jamak berarti menggabungkan dua sholat dalam satu waktu, sedangkan qashar berarti meringkas sholat empat rakaat menjadi dua rakaat.

Karena itu, musafir dapat melakukan jamak tanpa qashar, qashar tanpa jamak, atau menggabungkan keduanya apabila memenuhi persyaratan.

Hikmah Sholat Jamak dalam Perjalanan

Sholat jamak menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan kepada umatnya tanpa menghilangkan kewajiban beribadah. Keringanan ini membantu musafir menjaga sholat di tengah perjalanan, menghindari kesulitan, dan tetap mengutamakan hubungan dengan Allah SWT.

Meski demikian, rukhsah tidak boleh dijadikan alasan untuk meremehkan sholat. Seorang Muslim tetap perlu merencanakan perjalanan agar kewajiban ibadah dapat dilaksanakan dengan baik.

Baca Juga: Cara Shalat Jamak & Qashar: Panduan Lengkap Ibadah Saat Mudik atau Traveling 

Pertanyaan Seputar Sholat Jamak

1. Apa perbedaan jamak taqdim dan jamak takhir?

Jamak taqdim mengerjakan dua sholat pada waktu pertama, sedangkan jamak takhir mengerjakannya pada waktu kedua.

2. Berapa jarak minimal untuk menjamak sholat karena safar?

Dalam ketentuan Mazhab Syafi’i, umumnya sekitar 82 kilometer atau dua marhalah.

3. Apakah sholat jamak harus disertai qashar?

Tidak. Jamak dan qashar merupakan dua keringanan yang berbeda.

4. Apakah niat jamak harus dilafalkan?

Tidak. Niat cukup di dalam hati, sedangkan melafalkannya bukan syarat sah.

5.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Jamak Qashar SholatJamak Jamak Takdim Jamak Takhir

Komentar Pengguna