KebonCinta.com - Permainan lato-lato yang menggunakan dua bola keras ternyata menyimpan konsep fisika yang menarik untuk dipelajari.
Ketika kedua bola diayunkan hingga saling bertabrakan, terdapat gaya yang bekerja dan memengaruhi gerakan masing-masing bola.
Fenomena tersebut dapat dijelaskan melalui Hukum III Newton yang membahas hubungan antara gaya aksi dan reaksi.
Baca Juga: Kisi-Kisi TKA Fisika SMA: Kinematika hingga Kelistrikan yang Perlu Dipahami
Hukum III Newton menyatakan bahwa ketika suatu benda memberikan gaya kepada benda lain, benda kedua memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah kepada benda pertama.
Prinsip tersebut berlaku ketika kedua bola lato-lato saling bertumbukan.
Saat bola pertama menekan bola kedua, bola kedua memberikan gaya reaksi dengan besar yang sama dan arah berlawanan.
Kedua gaya tersebut bekerja pada benda yang berbeda sehingga tidak saling menghilangkan.
Akibat tumbukan, kecepatan dan arah gerak bola dapat berubah.
Baca Juga: Materi TKA Fisika SMA: Daftar Topik Penting dan Tips Belajar agar Lebih Siap Ujian
Gerakan lato-lato tidak hanya dipengaruhi Hukum III Newton.
Ketika pemain menggerakkan tangannya, energi diberikan kepada sistem sehingga kedua bola dapat terus berayun dan bertabrakan.
Selain itu, terdapat pengaruh gravitasi, tegangan tali, dan perubahan energi selama permainan berlangsung.
Tanpa tambahan energi dari gerakan tangan, ayunan bola secara bertahap akan melemah karena hambatan udara dan energi yang terdisipasi selama tumbukan.
Baca Juga: Memahami Konsep "Waktu di Akhirat" yang Melampaui Fisika Einstein
Permainan sederhana ini dapat digunakan untuk membantu siswa memahami hubungan antara gaya dan gerak.
Melalui pengamatan, siswa dapat melihat bagaimana tumbukan memengaruhi arah gerakan dan menghasilkan bunyi.
Dengan demikian, lato-lato bukan hanya permainan yang mengandalkan keterampilan tangan, tetapi juga contoh penerapan prinsip fisika dalam kehidupan sehari-hari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir