KebonCinta.com - Peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 perlu memperhatikan bukan hanya materi yang diujikan, tetapi juga ketentuan yang mengatur pelaksanaan tes. Pelanggaran terhadap tata tertib dapat berujung pada tindakan disiplin, mulai dari peringatan hingga sanksi yang berdampak langsung pada hasil ujian.
Ketentuan mengenai pelanggaran dan sanksi TKA tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 95/M/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik.
Dalam pedoman tersebut, pelanggaran peserta dibagi menjadi tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Setiap kategori memiliki contoh tindakan yang berbeda dan perlu dipahami siswa sebelum memasuki ruang ujian.
Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026
1. Pelanggaran Ringan: Terlambat dan Tidak Mengikuti Prosedur
Pelanggaran ringan berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap prosedur dasar pelaksanaan ujian.
Beberapa tindakan yang termasuk kategori ini antara lain:
Meskipun tergolong ringan, pelanggaran tersebut tetap perlu dihindari karena dapat mengganggu ketertiban administrasi dan kelancaran ujian.
Peserta disarankan datang lebih awal, memeriksa lokasi tempat duduk, serta memastikan proses daftar hadir telah diselesaikan sesuai instruksi.
Bagi siswa yang mengalami keterlambatan, pedoman memberikan toleransi maksimal 15 menit. Namun, peserta tetap harus memperoleh izin pengawas sebelum mengikuti tes.
2. Pelanggaran Sedang: Masalah Login hingga Mengganggu Ketertiban
Pelanggaran sedang mencakup ketidakpatuhan yang dapat mengganggu proses pelaksanaan ujian atau melanggar prosedur yang telah ditetapkan.
Contoh pelanggaran kategori ini meliputi:
Untuk mencegah masalah login, peserta perlu menggunakan akun sesuai informasi yang diberikan petugas. Jika terjadi kesalahan akses atau aplikasi mengalami gangguan, segera laporkan masalah tersebut agar dapat ditangani sesuai prosedur.
Peserta juga harus meminta izin sebelum meninggalkan ruangan, termasuk ketika menghadapi kebutuhan mendesak selama ujian.
Ketentuan tersebut menegaskan pentingnya komunikasi dengan petugas. Peserta tidak sebaiknya mengambil tindakan sendiri yang justru dapat menimbulkan persoalan baru.
3. Pelanggaran Berat: Menyontek hingga Membocorkan Soal
Pelanggaran berat mencakup tindakan yang merusak integritas ujian dan bertentangan dengan ketentuan pelaksanaan TKA.
Berikut sejumlah tindakan yang termasuk kategori tersebut:
Tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran prosedur administratif. Kecurangan dapat mengganggu keadilan pelaksanaan tes bagi seluruh peserta.
Karena itu, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri dan hanya menggunakan fasilitas yang diizinkan oleh penyelenggara.
Pedoman penyelenggaraan TKA mengatur beberapa bentuk tindakan atau sanksi terhadap peserta yang melakukan pelanggaran.
Pertama, peringatan lisan. Pengawas ruang dapat memberikan teguran kepada peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedua, pembatalan ujian pada mata pelajaran terkait. Tindakan ini dapat dilakukan oleh penyelenggara tingkat provinsi atau kabupaten/kota sesuai kewenangannya.
Ketiga, dikeluarkan dari ruang ujian dan memperoleh nilai nol. Sanksi tersebut dapat dijatuhkan setelah investigasi oleh penyelenggara tingkat pusat sesuai ketentuan dalam pedoman.
Penerapan sanksi perlu mengikuti kategori pelanggaran, prosedur pemeriksaan, serta kewenangan pihak penyelenggara. Karena itu, peserta sebaiknya tidak menganggap semua pelanggaran otomatis menghasilkan sanksi yang sama.
Siswa dapat mengurangi risiko pelanggaran dengan melakukan beberapa persiapan sederhana sebelum ujian.
Pertama, datang sesuai jadwal dan membawa dokumen atau perlengkapan yang memang diminta penyelenggara. Kedua, simpan barang yang dilarang di tempat yang telah ditentukan. Ketiga, periksa kartu login dan gunakan akun sesuai identitas terdaftar.
Selama ujian berlangsung, ikuti arahan pengawas, jaga ketenangan, serta segera laporkan kendala teknis. Hindari mengambil foto atau menyebarkan materi soal setelah maupun selama pelaksanaan tes.
Memahami klasifikasi pelanggaran dan sanksinya menjadi langkah penting agar siswa dapat mengikuti TKA dengan tertib. Dengan begitu, peserta dapat memusatkan perhatian pada pengerjaan soal tanpa menghadapi risiko yang timbul akibat pelanggaran tata tertib.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir