KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Desain smartphone yang benar-benar tanpa bezel akhirnya berhasil diwujudkan dalam bentuk perangkat fisik.
Tecno memamerkan Bezelless Concept Phone di ajang IFA 2026 di Berlin, Jerman.
Berbeda dengan smartphone modern yang sering dipromosikan mempunyai bezel sangat tipis, perangkat konsep Tecno benar-benar menghilangkan area hitam tidak aktif yang biasanya terlihat di antara layar dan frame.
Layar berjalan hingga ke tepi perangkat.
Tecno menyebut konsep tersebut mempunyai display border 0 mm.
Secara teknis masih terdapat frame fisik di sekeliling smartphone.
Namun ketika perangkat dilihat dari depan, tidak terdapat garis bezel hitam yang memisahkan konten layar dengan frame.
Hasilnya memberikan kesan layar memenuhi hampir seluruh bagian depan smartphone.
Perangkat menggunakan panel OLED berukuran 6,78 inci.
Resolusinya berada pada kelas 1.5K dengan refresh rate mencapai 144 Hz.
Refresh rate tinggi membuat scrolling, animasi dan permainan kompatibel dapat terlihat lebih mulus.
Namun teknologi paling menarik bukan berada pada resolusi maupun refresh rate.
Tecno harus mengubah struktur pemasangan layar agar bezel dapat disembunyikan.
Pada smartphone konvensional, panel layar mempunyai bagian tidak aktif di bagian tepi.
Area tersebut digunakan untuk berbagai komponen dan jalur koneksi.
Produsen selama bertahun-tahun berusaha memperkecil area tersebut.
Namun menghilangkannya sepenuhnya tidak sederhana.
Tecno menyelesaikan masalah itu menggunakan dua lapisan cover glass.
Lapisan kaca bagian atas mencapai langsung ke ujung frame.
Sementara kaca bagian bawah dan panel OLED memanjang ke bawah frame.
Dengan kata lain, bagian panel yang sebenarnya tidak aktif masih ada.
Namun bagian itu disembunyikan di bawah bingkai.
Pendekatan tersebut memaksa Tecno mengubah cara layar dipasang.
Pada smartphone normal, layar biasanya dimasukkan dari bagian depan perangkat.
Untuk konsep Bezelless, display justru dipasang dari belakang.
Panel kemudian diamankan menggunakan adhesive khusus yang berada di antara frame dan lapisan kaca.
Desain seperti ini menunjukkan bahwa menghilangkan bezel bukan sekadar membuat frame semakin tipis.
Seluruh struktur internal smartphone harus disesuaikan.
Jika dilihat langsung dari depan, layar seolah berhenti tepat ketika frame dimulai.
Foto dan video dapat mencapai hampir seluruh ujung permukaan depan tanpa dikelilingi garis hitam.
Namun konsep tersebut belum sepenuhnya menghasilkan smartphone "full screen".
Tecno masih menggunakan punch-hole pada bagian atas layar untuk kamera selfie.
Kamera depan mempunyai resolusi 32 MP.
Penggunaan kamera bawah layar sebenarnya dapat membuat bagian depan terlihat lebih bersih.
Namun Tecno memilih tetap menggunakan punch-hole.
Perangkat konsep tersebut ternyata juga dapat digunakan secara normal.
Tecno memasang MediaTek Dimensity 7400e sebagai chipset.
RAM yang digunakan sebesar 8 GB dengan penyimpanan internal 256 GB.
Baterainya mempunyai kapasitas cukup besar, yakni 6.000 mAh.
Meski demikian perangkat dilaporkan tetap mempunyai bodi relatif tipis dan ringan.
Pada bagian belakang terdapat kamera utama 50 MP.
Kamera kedua adalah ultrawide 8 MP.
Sekilas modul belakang terlihat mempunyai tiga kamera.
Namun salah satu lingkaran bukan sensor kamera tambahan.
Desain bagian belakang juga cukup unik.
Tecno memberikan efek 3D berbentuk kupu-kupu.
Ketika perangkat digerakkan terhadap cahaya, sayap kupu-kupu tampak seperti naik keluar dari bodi.
Ada pula lampu notifikasi LED berwarna merah.
Konsep seperti ini memang menjadi salah satu cara Tecno menunjukkan teknologi eksperimentalnya.
Pada Mobile World Congress sebelumnya, perusahaan juga membawa sejumlah smartphone konsep yang tidak biasa.
Salah satunya menggunakan E Ink pada bodi belakang sehingga warna atau desain perangkat dapat berubah.
Tecno juga pernah memperlihatkan smartphone dengan efek cahaya neon serta sistem kamera modular magnetik.
Sebagian besar konsep tersebut belum menjadi produk komersial.
Hal serupa kemungkinan berlaku untuk Bezelless.
Tecno menegaskan perangkat ini merupakan konsep teknologi dan belum mempunyai rencana penjualan.
Artinya konsumen tidak dapat langsung membeli smartphone tersebut setelah IFA selesai.
Namun tujuan prototype bukan selalu untuk menjadi produk yang dijual.
Perangkat dapat digunakan untuk menguji apakah sebuah teknologi memungkinkan secara teknis.
Jika berhasil, sebagian desainnya dapat dimasukkan ke smartphone komersial beberapa generasi kemudian.
Industri smartphone sebenarnya sudah mengejar desain tanpa bezel selama lebih dari satu dekade.
Pada generasi smartphone lama, bagian atas dan bawah layar dapat mempunyai bingkai sangat besar.
Produsen kemudian memperkenalkan layar dengan rasio semakin tinggi.
Tombol fisik depan dihilangkan.
Sensor sidik jari dipindahkan ke belakang lalu akhirnya masuk ke bawah layar.
Kamera selfie menjadi salah satu tantangan terakhir.
Produsen mencoba notch, punch-hole, kamera pop-up hingga kamera bawah layar.
Pada saat yang sama bezel kiri dan kanan terus mengecil.
Namun beberapa tahun terakhir perkembangan tersebut terlihat melambat.
Bezel pada flagship sekarang sudah sangat tipis sehingga perbedaan setengah milimeter sulit dirasakan pengguna.
Akibatnya produsen lebih fokus meningkatkan kamera, baterai dan AI.
Tecno mencoba kembali membuka pertanyaan: apakah bezel benar-benar bisa dibuat nol?
Prototype tersebut membuktikan jawabannya setidaknya secara teknis adalah bisa.
Namun keberhasilan di perangkat konsep belum berarti teknologi cocok diproduksi jutaan unit.
Ada beberapa persoalan yang harus dipertimbangkan.
Smartphone harus mampu bertahan ketika jatuh.
Frame dan bezel biasanya ikut membantu melindungi tepi kaca.
Semakin banyak area kaca mencapai ujung perangkat, desain perlindungan menjadi semakin penting.
Proses manufaktur juga harus ekonomis.
Metode pemasangan layar dari belakang dan penggunaan adhesive khusus dapat menambah kompleksitas produksi.
Perangkat juga harus mudah diperbaiki.
Jika mengganti layar menjadi terlalu sulit, biaya servis dapat meningkat.
Inilah alasan banyak teknologi concept phone membutuhkan waktu sebelum akhirnya digunakan pada perangkat konsumen.
Meski begitu, konsep Tecno datang pada momen menarik.
Apple sudah lama dirumorkan mempunyai rencana membuat iPhone dengan tampilan benar-benar edge-to-edge untuk memperingati 20 tahun iPhone pada 2027.
Belum diketahui apakah rumor tersebut akan terealisasi.
Namun keberhasilan Tecno menunjukkan desain smartphone tanpa bezel terlihat tidak mustahil.
Produsen lain kemungkinan juga mempunyai eksperimen serupa di laboratorium.
Jika teknologi berkembang, beberapa tahun mendatang smartphone dapat kembali mengalami perubahan desain seperti ketika bezel besar mulai menghilang satu dekade lalu.
Perbedaannya sekarang tinggal pada beberapa milimeter.
Namun pada perangkat yang digunakan setiap hari, detail kecil tersebut dapat memberikan tampilan yang jauh lebih futuristis.
Untuk sementara, Bezelless Concept Phone masih sekadar demonstrasi di IFA 2026.
Tetapi Tecno sudah menunjukkan bahwa garis hitam kecil yang selama ini masih mengelilingi layar smartphone ternyata memang dapat dihilangkan.