Keboncinta.com – Ketindihan atau sleep paralysis merupakan pengalaman ketika seseorang merasa sadar, tetapi tidak mampu menggerakkan tubuh atau berbicara saat mulai tertidur maupun ketika terbangun. Kondisi ini terkadang disertai perasaan takut, seolah-olah ada sesuatu yang menekan tubuh atau berada di sekitar tempat tidur.
Dalam kehidupan masyarakat, ketindihan sering dikaitkan dengan gangguan makhluk gaib. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menjadi bukti adanya gangguan jin atau setan. Secara medis, sleep paralysis berkaitan dengan peralihan fase tidur, khususnya fase REM.
Dalam Islam, seorang Muslim dianjurkan membiasakan doa dan dzikir sebelum tidur. Amalan ini merupakan bentuk mengingat Allah sekaligus memohon perlindungan dari segala keburukan.
Baca Juga: Mengapa Doa Tak Selalu Langsung Dikabulkan?
Berikut beberapa bacaan yang memiliki landasan dalam Al-Qur'an dan hadis.
Ayat Kursi terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 255. Rasulullah SAW mengajarkan keutamaan membacanya sebelum tidur. Dalam hadis riwayat Bukhari, disebutkan bahwa orang yang membacanya akan mendapatkan penjagaan dari Allah dan setan tidak mendekatinya hingga pagi.
Membaca Ayat Kursi dapat menjadi bagian dari kebiasaan sebelum tidur untuk memohon perlindungan Allah.
Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca tiga surat terakhir tersebut sebelum tidur. Caranya dengan mengumpulkan kedua telapak tangan, meniupnya, kemudian membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setelah itu, kedua tangan diusapkan ke bagian tubuh yang dapat dijangkau. Amalan ini dilakukan sebanyak tiga kali.
Surah Al-Falaq dan An-Nas secara khusus berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan.
Rasulullah SAW mengajarkan doa singkat berikut:
Arab:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Latin:
Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa.
Artinya:
"Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup."
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari. Membacanya menjadi bentuk penyerahan diri kepada Allah sebelum beristirahat.
Selain doa sebelum tidur, umat Islam dapat membaca doa perlindungan yang terdapat dalam Al-Qur'an, salah satunya Surah Al-Falaq ayat 1–2:
Arab:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin:
Qul a‘ūdzu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq.
Artinya:
"Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya."
Selain membaca doa, terdapat beberapa kebiasaan Rasulullah SAW yang dapat diamalkan.
Baca Juga: Sakit Tak Kunjung Sembuh? Ini Doa Memohon Keteguhan Iman dan Kesabaran
Selain melakukan amalan keagamaan, seseorang perlu memperhatikan kebiasaan tidurnya. Kurang tidur, jadwal tidur tidak teratur, dan stres dapat berkaitan dengan munculnya sleep paralysis.
Usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam, menjaga jadwal tidur tetap teratur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman. Apabila ketindihan sering terjadi hingga mengganggu aktivitas atau menimbulkan ketakutan berlebihan untuk tidur, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis.
1. Apa doa sebelum tidur agar tidak ketindihan?
Tidak ada satu doa khusus yang secara tegas disebut dalam hadis sebagai doa pencegah ketindihan. Namun, umat Islam dianjurkan membaca Ayat Kursi, tiga surat perlindungan, dan doa sebelum tidur.
2.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir