Jadwal tersebut hanya contoh. Bila jumlah hafalan bertambah, pembagian harus disesuaikan agar pengulangan tetap realistis. Hafalan yang lemah sebaiknya mendapat kesempatan murajaah lebih sering.
Hafalan sebaiknya diuji, bukan hanya diulang dengan melihat mushaf. Sesekali mintalah guru membacakan awal ayat untuk diteruskan, atau pilih surah secara acak dan bacalah tanpa bantuan. Perhatikan kelancaran, urutan ayat, serta ketepatan tajwid. Apabila masih sering terhenti, masukkan bagian tersebut dalam jadwal murajaah berikutnya. Penilaian ini bukan perlombaan cepat menghafal, melainkan cara mengetahui kebutuhan latihan secara lebih jujur dan terarah.
Gunakan mushaf yang sama bila membantu mengenali posisi ayat. Biasakan mendengarkan bacaan dari guru atau qari yang baik, tetapi jangan menjadikan rekaman sebagai satu-satunya pengganti koreksi langsung. Catat tanggal setoran, ayat yang telah dikuasai, dan kesalahan berulang dalam buku sederhana.
Orang tua dapat memberi dukungan dengan menyediakan suasana tenang dan menghargai kemajuan kecil. Hindari membandingkan jumlah hafalan antaranak. Jika siswa kelelahan atau kesulitan, kurangi target sementara dan diskusikan bersama pembimbing.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir