KebonCinta.com-- Pernah merasa sudah belajar berjam-jam, tetapi justru lupa ketika mencoba mengingat kembali materi yang baru dibaca? Kondisi ini cukup sering dialami pelajar maupun mahasiswa, terutama ketika harus memahami banyak informasi dalam waktu singkat.
Membaca buku berulang kali memang bisa membantu mengenali materi. Namun, mengenali informasi saat membaca tidak selalu berarti kita mampu mengingatnya kembali tanpa bantuan.
Agar proses belajar lebih efektif, diperlukan strategi yang membantu otak menyimpan sekaligus mengambil kembali informasi ketika dibutuhkan. Salah satu caranya adalah menggabungkan pengulangan terjadwal dengan latihan mengingat secara aktif.
Teknik ini dapat diterapkan saat mempelajari berbagai materi, mulai dari pelajaran sekolah, bahasa asing, hingga persiapan ujian.
Baca Juga: 7 Mitos Daging Kambing yang Banyak Dipercaya, Ini Fakta Sebenarnya
Setelah mempelajari satu topik, jangan langsung berpindah ke materi berikutnya. Luangkan waktu untuk menemukan gagasan utama dan menuliskannya menggunakan bahasa sendiri.
Pilih beberapa istilah penting, konsep inti, atau hubungan sebab-akibat yang menjadi dasar materi tersebut. Selanjutnya, susun menjadi kalimat singkat yang mudah dipahami.
Sebagai contoh, ketika mempelajari fotosintesis, kamu dapat mencatat bahwa tumbuhan memanfaatkan energi cahaya untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi gula, dengan oksigen sebagai hasil samping.
Catatan ringkas seperti ini membantu menyederhanakan informasi yang panjang. Namun, jangan sampai ringkasan menghilangkan konsep penting atau membuat penjelasan ilmiah menjadi keliru.
Setelah membuat kata kunci, tutup buku dan cobalah menjelaskan kembali materi menggunakan kalimat sendiri. Jika masih ada bagian yang sulit dijelaskan, buka kembali sumber belajar untuk memeriksa pemahamanmu.
Salah satu kebiasaan belajar yang kurang efektif adalah menghafal seluruh materi dalam satu waktu, terutama menjelang ujian. Cara ini mungkin membuat informasi terasa familier untuk sementara, tetapi belum tentu membantu ingatan bertahan lama.
Sebagai alternatif, gunakan metode spaced repetition atau pengulangan berjeda. Artinya, materi dipelajari kembali dalam beberapa sesi yang diberi jarak waktu.
Kamu bisa mencoba jadwal sederhana berikut.
Jadwal tersebut bukan aturan yang harus diikuti semua orang. Jarak pengulangan dapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi, waktu ujian, dan seberapa baik kamu menguasainya.
Hal terpenting bukan sekadar membaca ulang, melainkan berusaha mengingat informasi terlebih dahulu sebelum melihat jawabannya. Latihan ini dikenal sebagai active recall atau mengingat secara aktif.
Baca Juga: Anak Tidak Mau Meminta Maaf setelah Menyakiti Teman, Bagaimana Mendampinginya?
Setiap materi memiliki karakteristik berbeda. Rumus matematika, istilah biologi, kosakata bahasa asing, dan konsep sejarah tentu tidak selalu cocok dipelajari dengan cara yang sama.
Karena itu, menggabungkan beberapa teknik dapat membantu proses belajar menjadi lebih terarah.
Flashcard untuk menguji ingatan
Flashcard merupakan kartu belajar yang berisi pertanyaan di satu sisi dan jawaban di sisi lainnya. Misalnya, pada bagian depan tertulis nama suatu konsep, sedangkan bagian belakang berisi pengertian atau penjelasannya.
Cobalah menjawab pertanyaan sebelum membalik kartu. Pisahkan materi yang sudah dikuasai dari materi yang masih sulit, lalu prioritaskan pengulangan pada bagian yang belum dikuasai.
Mnemonik untuk mengingat informasi tertentu
Mnemonik adalah teknik membantu ingatan melalui singkatan, pola, irama, atau hubungan dengan sesuatu yang sudah dikenal.
Teknik ini cocok untuk mengingat urutan, daftar istilah, maupun informasi tertentu. Buat singkatan yang mudah diingat, tetapi pastikan setiap bagian tetap memiliki arti yang jelas.
Analogi untuk memahami konsep yang rumit
Jika suatu materi terasa abstrak, cobalah membandingkannya dengan kejadian sehari-hari.
Misalnya, sistem peredaran darah dapat dianalogikan sebagai jaringan transportasi yang mengantarkan berbagai kebutuhan ke seluruh bagian tubuh. Analogi membantu membangun gambaran awal, meskipun tidak selalu menggambarkan seluruh detail ilmiah secara tepat.
Mind map untuk menyusun hubungan antarkonsep
Peta pikiran atau mind map membantu menampilkan gagasan utama dan cabang-cabang informasi dalam satu tampilan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir