KebonCinta.com-- Membangun kebiasaan baru sering kali terdengar mudah, tetapi kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak orang ingin mulai rutin berolahraga, membaca buku setiap hari, atau mempelajari bahasa asing. Sayangnya, keinginan tersebut kerap berhenti di tengah jalan karena sulit menjaga konsistensi.
Salah satu penyebabnya adalah kita cenderung memilih aktivitas yang terasa mudah dan menyenangkan. Menggulir media sosial, misalnya, bisa dilakukan tanpa persiapan. Sebaliknya, kebiasaan seperti berolahraga atau membaca membutuhkan usaha dan niat yang lebih besar, terutama saat belum terbiasa.
Namun, membangun kebiasaan baik tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Ada strategi sederhana yang dapat membantu mengurangi rasa berat saat memulai sekaligus membuat aktivitas baru lebih mudah dilakukan secara rutin.
Berikut dua cara yang bisa diterapkan untuk membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Bagaimana Kebiasaan Terbentuk? Kenali Siklus Otak dan Cara Membangun Kebiasaan Baik
Langkah pertama adalah membuat kebiasaan baik menjadi lebih praktis, sekaligus mengurangi hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian.
Semakin banyak persiapan yang dibutuhkan, semakin besar kemungkinan seseorang menunda aktivitas. Karena itu, cobalah mengatur lingkungan agar kegiatan yang ingin dilakukan bisa dimulai tanpa banyak usaha.
Jika ingin rutin berolahraga pada pagi hari, misalnya, siapkan pakaian dan sepatu olahraga sejak malam sebelumnya. Ketika bangun tidur, kita tidak perlu lagi menghabiskan waktu mencari perlengkapan.
Begitu pula jika ingin membiasakan diri membaca buku. Letakkan buku di meja samping tempat tidur atau di tempat yang mudah terlihat. Dengan cara ini, kita lebih mudah mengingat rencana membaca sebelum tidur.
Selain mempermudah kebiasaan baik, penting juga untuk mengurangi godaan yang membuat kita kembali pada kebiasaan lama.
Jika ingin mengurangi konsumsi camilan kurang sehat, cobalah menyediakan pilihan lain, seperti pisang atau apel. Apabila media sosial sering mengganggu waktu belajar, simpan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau selama sesi belajar berlangsung.
Intinya, jangan hanya mengandalkan kemauan. Atur lingkungan agar kebiasaan positif lebih mudah dilakukan, sementara kebiasaan yang ingin dikurangi tidak selalu berada di depan mata.
Cara berikutnya adalah menggunakan prinsip dua menit, yaitu memulai kebiasaan baru melalui tindakan kecil yang dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Sering kali, hal paling sulit bukan menjalankan aktivitasnya, melainkan mengambil langkah pertama. Membayangkan harus berolahraga selama 30 menit atau membaca puluhan halaman buku bisa terasa melelahkan sebelum kegiatan tersebut dimulai.
Untuk mengatasinya, sederhanakan target awal. Jika ingin rajin membaca, mulailah dengan dua halaman setiap malam. Jika ingin lebih aktif bergerak, cobalah berjalan kaki selama beberapa menit.
Target kecil tersebut membantu mengurangi tekanan karena kita tidak harus langsung melakukan semuanya dengan sempurna.
Sebagai contoh, seseorang yang ingin rutin berlari dapat memulai dengan mengenakan sepatu olahraga dan melakukan lari ringan selama dua menit. Setelah berhasil memulai, ia mungkin merasa lebih siap untuk melanjutkan aktivitasnya.
Hal serupa berlaku saat membaca buku. Ketika sudah menyelesaikan dua halaman, rasa penasaran terhadap isi berikutnya bisa mendorong kita untuk membaca lebih lama.
Meski begitu, melanjutkan aktivitas bukanlah keharusan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir