Sebagian orang memilih mengunyah permen karet ketika mulai mengantuk saat belajar. Aktivitas mengunyah mungkin memberikan efek sementara terhadap kewaspadaan pada sebagian orang, tetapi bukti mengenai manfaatnya untuk meningkatkan konsentrasi masih beragam.
Karena itu, permen karet sebaiknya tidak dianggap sebagai cara utama untuk mengatasi kelelahan. Efeknya tidak dapat menggantikan tidur yang cukup atau memulihkan energi tubuh secara menyeluruh.
Jika ingin mencobanya, pilih permen karet bebas gula untuk membantu mengurangi paparan gula pada gigi. Namun, jika rasa kantuk semakin berat, hentikan kegiatan belajar dan beristirahatlah.
Jangan sampai upaya mempertahankan konsentrasi justru membuat Anda mengabaikan sinyal tubuh yang membutuhkan pemulihan.
Tidak semua rasa lelah bisa diatasi dengan mengubah metode belajar. Setelah menjalani kegiatan yang padat, tubuh mungkin memang membutuhkan waktu untuk pulih.
Jika sulit memahami kalimat sederhana, terus menguap, atau membaca materi berulang kali tanpa mengingat isinya, pertimbangkan untuk berhenti sejenak. Tidur singkat dapat membantu sebagian orang mengurangi rasa kantuk, sedangkan tidur malam yang cukup penting untuk mendukung konsentrasi dan daya ingat.
Mahasiswa dan orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Bagi remaja usia 13–18 tahun, kebutuhan tidurnya biasanya sekitar 8–10 jam.
Selain tidur, pastikan kebutuhan makan dan minum terpenuhi. Aktivitas fisik ringan dan waktu untuk melakukan hobi juga dapat membantu menjaga keseimbangan antara kewajiban dan pemulihan.
Jika kelelahan terus berlangsung meskipun sudah cukup tidur, atau disertai keluhan lain yang mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Belajar dalam keadaan lelah bukan berarti Anda harus menyerah pada tugas yang menumpuk. Namun, produktivitas juga tidak diukur dari berapa lama seseorang duduk di depan buku.
Memilih satu tugas penting, mengulang materi dengan metode yang sesuai, dan mengambil jeda ketika konsentrasi menurun dapat menjadi strategi yang lebih masuk akal daripada memaksakan diri menyelesaikan semuanya sekaligus.
Jika tugas tidak harus selesai malam itu, pertimbangkan untuk melanjutkannya ketika kondisi tubuh lebih segar. Sebaliknya, jika ada pekerjaan mendesak, prioritaskan bagian yang paling penting dan pecah menjadi beberapa langkah kecil.
Baca Juga: 3 Mindset Belajar yang Bisa Menghambat Kemajuan, Mahasiswa dan Pelajar Perlu Menghindarinya
Menjaga fokus belajar setelah kuliah atau bekerja membutuhkan keseimbangan antara pengaturan waktu, pemilihan metode belajar, istirahat, dan perawatan diri.
Lima langkah yang bisa dicoba adalah menyusun jadwal realistis, memilih metode belajar yang lebih ringan, mengambil jeda secara berkala, tidak mengandalkan permen karet sebagai solusi utama, serta memenuhi kebutuhan istirahat.
Ingat, belajar secara efektif bukan berarti harus terus memaksakan diri ketika lelah. Mengenali batas kemampuan tubuh dan mengatur waktu dengan bijak justru membantu membangun kebiasaan belajar yang lebih sehat dan berkelanjutan.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir