Pencegahan masalah gizi perlu dimulai sejak masa kehamilan. Ibu hamil perlu mendapatkan asupan gizi yang memadai, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta penanganan jika mengalami gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi pertumbuhan janin.
Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dianjurkan apabila memungkinkan. Ketika anak berusia enam bulan, makanan pendamping ASI perlu diberikan dengan memperhatikan kecukupan energi, protein, serta zat gizi penting lainnya. Pemberian ASI dapat dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih.
Selain memperhatikan makanan, orang tua perlu menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan cuci tangan, memastikan air yang digunakan aman, serta mengikuti imunisasi sesuai jadwal. Langkah-langkah tersebut membantu mengurangi risiko infeksi yang dapat mengganggu nafsu makan dan pertumbuhan anak.
Pemantauan berat dan tinggi badan secara berkala di posyandu atau fasilitas kesehatan juga tidak kalah penting. Melalui pemantauan tersebut, perubahan pertumbuhan dapat diketahui lebih awal sehingga anak bisa memperoleh pemeriksaan dan dukungan gizi yang sesuai.
Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika berat badan anak tidak bertambah sesuai harapan, tinggi badannya tampak mengalami perlambatan pertumbuhan, atau anak terlihat semakin kurus. Pemeriksaan juga diperlukan jika anak sering sakit atau mengalami kesulitan makan dalam waktu lama.
Apabila anak mengalami pembengkakan pada kedua kaki, tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mampu minum atau menyusu, maupun menunjukkan tanda bahaya lainnya, segera cari pertolongan medis.
Semakin cepat masalah gizi dikenali, semakin cepat pula anak dapat memperoleh penanganan yang dibutuhkan. Namun, jenis perawatan dan dukungan gizi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
Pada akhirnya, stunting dan wasting merupakan dua masalah gizi yang berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan perhatian. Dengan memahami ciri-cirinya, memenuhi kebutuhan gizi, menjaga kesehatan anak, dan memantau pertumbuhan secara teratur, orang tua dapat mengambil langkah yang lebih tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir