KebonCinta.com Wajah yang terus terlihat mengilap meskipun sudah mencuci muka sering membuat pemilik kulit berminyak merasa frustrasi. Sebagian orang kemudian memilih menggunakan sabun dengan efek kesat, melewatkan pelembap, atau mencoba berbagai produk untuk menghilangkan minyak secepat mungkin.
Sayangnya, kebiasaan tersebut tidak selalu membantu mengatasi akar masalah. Kulit berminyak tetap membutuhkan kelembapan dan perlindungan agar lapisan pelindungnya berfungsi dengan baik.
Produksi sebum berlebih memang dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat dan jerawat. Namun, strategi perawatan yang terlalu agresif justru berpotensi menyebabkan iritasi dan membuat kondisi kulit semakin sulit dikendalikan.
Dilansir dari Real Simple melalui Kompas.com, para ahli kulit merekomendasikan pendekatan yang berfokus pada keseimbangan minyak dan kesehatan skin barrier. Berikut sejumlah kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Baca Juga: Gratis Masuk Ancol hingga 31 Oktober 2026, Ada Diskon Kuliner 15 Persen! Cek Jadwal dan Syaratnya
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah mencuci muka berulang kali setiap kali wajah mulai mengilap.
Padahal, minyak alami kulit memiliki fungsi penting dalam membantu mempertahankan kelembapan dan melindungi permukaan kulit. Jika pembersihan dilakukan terlalu sering atau menggunakan produk yang terlalu keras, lapisan pelindung kulit dapat terganggu.
Ian Michael Crumm, ahli estetika sekaligus pembawa acara Beauty Curious Podcast, menjelaskan bahwa pembersihan berlebihan dapat menghilangkan minyak alami dan memicu respons kompensasi berupa produksi sebum yang lebih banyak.
Solusinya, gunakan pembersih lembut dengan pH seimbang, misalnya produk berbasis gel. Membersihkan wajah dua kali sehari umumnya cukup bagi banyak orang, dengan penyesuaian setelah aktivitas yang menyebabkan banyak keringat.
Kesalahan berikutnya adalah sengaja tidak memakai pelembap karena khawatir wajah semakin licin.
Perlu diketahui, kulit berminyak belum tentu memiliki kadar air yang cukup. Sebum merupakan minyak alami kulit, sedangkan hidrasi berkaitan dengan kandungan air pada kulit.
Karena itu, kulit yang menghasilkan banyak minyak tetap bisa mengalami dehidrasi. Melewatkan pelembap juga dapat membuat kulit terasa kering atau tidak nyaman.
Crumm menegaskan bahwa menghindari pelembap karena takut wajah semakin berminyak justru bukan pendekatan yang tepat.
Pilih pelembap berbasis gel atau air yang terasa ringan. Kandungan seperti gliserin dan hyaluronic acid dapat membantu menjaga hidrasi tanpa meninggalkan sensasi terlalu berat.
Keinginan mendapatkan kulit bebas jerawat sering mendorong seseorang mencoba retinol, eksfoliator, serum, dan produk perawatan lainnya secara bersamaan.
Padahal, penggunaan banyak bahan aktif tanpa memperhatikan toleransi kulit dapat meningkatkan risiko kemerahan, kering, mengelupas, dan iritasi.
Retinol memang dapat membantu memperbaiki pergantian sel kulit dan mengurangi penyumbatan pori. Namun, bahan ini sebaiknya diperkenalkan secara bertahap, terutama bagi pemula.
Catherine DiGiorgio, dokter kulit bersertifikat di Boston, menjelaskan bahwa retinol maupun tretinoin dapat membantu mengatur regenerasi sel pada pori-pori.
Mulailah dengan satu bahan aktif terlebih dahulu dan perhatikan respons kulit. Jangan langsung meningkatkan frekuensi penggunaan jika kulit belum beradaptasi. Tretinoin, yang merupakan obat resep, sebaiknya digunakan sesuai arahan dokter.
Sebagian pemilik kulit berminyak menghindari tabir surya karena khawatir wajah terlihat semakin mengilap. Padahal, sunscreen tetap dibutuhkan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Paparan UV yang berulang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan memperburuk sejumlah masalah, termasuk perubahan warna serta tanda penuaan dini.
Untuk meningkatkan kenyamanan, pilih sunscreen spektrum luas minimal SPF 30 dengan tekstur yang sesuai. Formula ringan atau berlabel non-komedogenik bisa menjadi pilihan bagi kulit yang mudah mengalami penyumbatan pori.
Gunakan tabir surya setiap pagi dan ulangi pemakaian sesuai kebutuhan, terutama setelah berkeringat, berenang, atau mengusap wajah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir