Berita
Hilmi An Naufal

SMPN 4 Kota Serang Dikaji Pindah ke Lahan 2 Hektare, Pemkot Siapkan Konsep Sekolah Unggulan

SMPN 4 Kota Serang Dikaji Pindah ke Lahan 2 Hektare, Pemkot Siapkan Konsep Sekolah Unggulan

02 September 2026 | 23:06

KEBONCINTA.COM – Pemerintah Kota Serang tengah mengkaji rencana relokasi SMP Negeri 4 Kota Serang dari Jalan Juhdi menuju kawasan Ciracas. Rencana tersebut menjadi perhatian karena lokasi sekolah yang sekarang nantinya juga masuk dalam penataan kawasan pusat kota.

Pemkot menegaskan wacana relokasi tersebut belum menjadi keputusan final.

Berbagai aspek masih akan dikaji serta dibicarakan bersama sekolah, guru, siswa, orang tua dan komite sebelum keputusan akhir diambil.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan salah satu pertimbangan relokasi adalah kondisi sekolah yang dinilai semakin terbatas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan pengamatannya saat mengunjungi SMPN 4, terdapat ruang kelas yang digunakan hingga sekitar 45 siswa.

Jumlah tersebut dinilai terlalu padat untuk menciptakan proses pembelajaran yang ideal.

Selain persoalan kepadatan ruang kelas, sekolah juga menghadapi keterbatasan lahan dan sarana pendukung.

Kondisi tersebut membuat pengembangan fasilitas di lokasi lama sulit dilakukan.

Pemerintah kemudian mempertimbangkan kawasan Ciracas sebagai lokasi yang dinilai lebih memungkinkan untuk pengembangan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan lahan yang dipersiapkan di Ciracas memiliki luas sekitar dua hektare.

Di kawasan tersebut telah terdapat bangunan sekolah yang sebelumnya dibangun sekitar tahun 2007 namun belum dimanfaatkan sebagaimana rencana awal.

Bangunan tersebut pada awalnya sempat direncanakan menjadi lokasi relokasi SMPN 2 Kota Serang, tetapi rencana tersebut batal dilaksanakan.

Pemkot kemudian melihat peluang untuk mengembangkan kawasan itu menjadi lokasi baru SMPN 4.

Pemerintah ingin SMPN 4 nantinya dikembangkan sebagai sekolah unggulan atau sekolah percontohan dengan fasilitas yang lebih representatif.

Dindikbud menyebut kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana untuk konsep sekolah unggulan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar hingga Rp7 miliar.

Pemerintah juga memiliki target jangka menengah terhadap rencana tersebut.

Apabila seluruh proses kajian, pembangunan dan koordinasi berjalan sesuai rencana, relokasi menuju sekolah unggulan diarahkan untuk mulai diwujudkan sekitar 2028.

Namun proses tersebut tetap harus melalui berbagai tahapan terlebih dahulu.

Pemkot perlu memastikan perpindahan tidak menimbulkan persoalan baru bagi siswa yang selama ini bersekolah di SMPN 4.

Salah satu masalah yang menjadi perhatian adalah jarak sekolah dari tempat tinggal siswa.

Komite SMPN 4 sebelumnya mempertanyakan dampak rencana relokasi terhadap siswa di sekitar lokasi lama.

Ketua Komite Sekolah Mohammad Safari menilai SMPN 4 saat ini sudah memiliki ekosistem pendidikan yang terbentuk selama bertahun-tahun.

Banyak murid yang tinggal tidak jauh dari sekolah.

Karena itu, pemindahan ke lokasi yang lebih jauh berpotensi memengaruhi akses siswa dan pertimbangan wilayah penerimaan murid.

Dinas Pendidikan Kota Serang menyatakan persoalan tersebut akan dibahas bersama berbagai pihak.

Pemerintah akan melakukan koordinasi dengan orang tua, siswa, guru maupun komite sebelum relokasi benar-benar dilakukan.

Pemkot juga beralasan distribusi SMP negeri di kawasan Ciracas masih terbatas.

Menurut Dindikbud, wilayah sekitar lokasi lama SMPN 4 masih memiliki sejumlah pilihan sekolah negeri seperti SMPN 15, SMPN 2 dan SMPN 3.

Sementara kawasan Ciracas disebut masih membutuhkan tambahan fasilitas sekolah.

Atas dasar itu, relokasi juga dipandang sebagai salah satu upaya pemerataan akses pendidikan.

Di sisi lain, rencana pemanfaatan lokasi lama SMPN 4 juga menjadi sorotan masyarakat.

Pemkot berencana memanfaatkan sebagian kawasan tersebut untuk mendukung kebutuhan parkir dan penataan kawasan perdagangan di pusat kota.

Wali Kota Serang mengatakan pemerintah tidak ingin aset daerah menjadi terbengkalai setelah sekolah dipindahkan.

Lokasi tersebut nantinya dapat dikembangkan sehingga memiliki fungsi ekonomi sekaligus mendukung penataan kawasan.

Namun Dindikbud menjelaskan bekas lokasi SMPN 4 tidak serta-merta seluruhnya hanya berubah menjadi tempat parkir.

Sejumlah ruang juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat, edukasi maupun fasilitas penunjang lainnya sesuai rancangan yang nantinya disepakati.

Rencana tersebut berkaitan dengan penataan kawasan Jalan Juhdi dan Pasar Lama yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Serang.

Meski demikian, aspek pendidikan masih menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum relokasi dilakukan.

Pemerintah menyatakan keputusan akhir harus menghasilkan kondisi yang lebih baik bagi siswa.

Pembangunan sekolah unggulan di Ciracas diharapkan memberikan ruang belajar yang lebih luas serta fasilitas yang lebih memadai apabila rencana akhirnya disetujui.

Dengan lahan sekitar dua hektare, pengembangan fasilitas dinilai memiliki ruang yang jauh lebih besar dibandingkan lokasi SMPN 4 saat ini.

Pemkot Serang karena itu masih akan melakukan kajian secara komprehensif sebelum mengambil keputusan.

Masyarakat, terutama orang tua dan siswa SMPN 4, masih harus menunggu hasil pembahasan pemerintah daerah mengenai waktu, mekanisme serta kepastian relokasi.

Pemerintah memastikan komunikasi dengan warga sekolah akan menjadi bagian dari proses sebelum rencana pemindahan tersebut benar-benar dilaksanakan.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna