Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

SMPN 2 Palimanan Cirebon Juara 1 Sekolah Siaga Kependudukan Nasional 2026, Integrasikan 11 Isu ke Mata Pelajaran

SMPN 2 Palimanan Cirebon Juara 1 Sekolah Siaga Kependudukan Nasional 2026, Integrasikan 11 Isu ke Mata Pelajaran

05 November 2026 | 19:21

KebonCinta.com — SMP Negeri 2 Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berhasil meraih juara pertama Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Klasifikasi Paripurna tingkat nasional kategori SMP/MTs.

Prestasi tersebut diperoleh melalui penerapan pendidikan kependudukan yang diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menjelaskan bahwa sekolah tersebut dinilai berhasil menghadirkan pembelajaran kependudukan secara lebih nyata.

Keterangan itu disampaikan dalam laporan Radar Cirebon yang diterbitkan Rabu, 4 November 2026.

SEBELAS ISU KEPENDUDUKAN MASUK PEMBELAJARAN

Baca Juga: Bukan Sekadar Lauk Murah, Ini Kandungan Gizi Tempe dan Manfaatnya bagi Kesehatan 

Keunggulan SMPN 2 Palimanan terletak pada upayanya mengintegrasikan 11 isu kependudukan ke dalam 11 mata pelajaran.

Berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat digunakan sebagai bahan pembelajaran agar siswa dapat memahami hubungan antara pengetahuan di sekolah dan kehidupan sehari-hari.

Isu tersebut mencakup pertumbuhan jumlah penduduk, persebaran penduduk, kualitas pendidikan, kemiskinan, kesehatan, serta angka kematian ibu dan bayi.

Materi lainnya berkaitan dengan pengangguran, kekurangan gizi dan stunting, perkawinan usia dini, hingga kriminalitas dan masalah sosial.

PELAJARAN IPA DIGUNAKAN MEMBAHAS STUNTING

Indra Fitriani menjelaskan bahwa materi kependudukan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran.

Sebagai contoh, persoalan stunting dikaitkan dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memahami istilah stunting, tetapi juga diajak mengenali persoalan gizi dan kesehatan yang dapat memengaruhi perkembangan manusia.

Sementara itu, persoalan pengangguran dihubungkan dengan pembahasan ekonomi.

Adapun topik jumlah dan persebaran penduduk digunakan dalam pembelajaran yang berkaitan dengan geografi.

Pendekatan tersebut membantu peserta didik memahami bahwa permasalahan kependudukan berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

PROGRAM SUDAH DIIMBASKAN KE SEMBILAN SEKOLAH

Keberhasilan SMPN 2 Palimanan tidak hanya berasal dari penerapan pembelajaran di lingkungan sekolah sendiri.

Menurut DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, program SSK yang dikembangkan telah diimbaskan kepada sembilan sekolah lain di wilayah Kabupaten Cirebon.

Salah satu kelompok satuan pendidikan yang turut disebut dalam pengimbasan adalah Sekolah Rakyat.

Kegiatan pengimbasan bertujuan memperluas pemahaman mengenai pendidikan kependudukan serta berbagi pengalaman penerapan program.

Namun, laporan yang diperiksa belum memerinci daftar lengkap sembilan sekolah dan hasil evaluasi pelaksanaan program di setiap sekolah tersebut.

SISWA JUGA DILIBATKAN SEBAGAI KONSELOR SEBAYA

SMPN 2 Palimanan mulai melibatkan peserta didik dalam kegiatan konselor sebaya.

Melalui pembinaan tersebut, siswa dipersiapkan untuk menjadi teman diskusi dan memberikan edukasi kepada sesama peserta didik.

Pendekatan ini diharapkan membantu siswa lebih terbuka dalam membicarakan berbagai persoalan remaja yang relevan dengan pendidikan kependudukan.

Meskipun demikian, konselor sebaya bukan pengganti guru bimbingan konseling atau tenaga profesional ketika menangani persoalan yang membutuhkan pendampingan khusus.

PRESTASI DIKONFIRMASI DPPKBP3A CIREBON

Indra Fitriani menyampaikan bahwa keberhasilan SMPN 2 Palimanan telah diumumkan oleh BKKBN tingkat pusat.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas upaya sekolah menjadikan persoalan kependudukan sebagai bagian dari proses pendidikan.

Prestasi tersebut juga menunjukkan pentingnya kerja sama sekolah dan perangkat daerah dalam menghadirkan materi pembelajaran yang relevan dengan kondisi masyarakat.

MENJADI CONTOH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Pengintegrasian isu kependudukan memungkinkan siswa mempelajari berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Kegiatan tersebut dapat membantu membangun pemahaman mengenai kesehatan, pendidikan, kehidupan keluarga, dan tanggung jawab sosial.

Meski demikian, keberhasilan suatu program tetap memerlukan evaluasi berkelanjutan untuk melihat bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan oleh peserta didik.

Bagi Kabupaten Cirebon, penghargaan nasional ini menjadi salah satu capaian pendidikan yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antarsekolah.

SEKOLAH LAIN DAPAT MEMPELAJARI PENDEKATANNYA

Penerapan SSK di SMPN 2 Palimanan dapat menjadi referensi bagi satuan pendidikan lain yang ingin mengembangkan pembelajaran berbasis persoalan masyarakat.

Sekolah dapat mempertimbangkan pemanfaatan contoh persoalan nyata sesuai tingkat perkembangan siswa dan tujuan kurikulum.

Namun, penghargaan yang diterima SMPN 2 Palimanan tidak berarti seluruh sekolah di Kabupaten Cirebon telah menerapkan program dengan hasil yang sama.

Perkembangan program dapat dipantau melalui DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Dinas Pendidikan, dan kanal resmi instansi terkait.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran yang dikembangkan dari lingkungan daerah dapat memperoleh pengakuan pada tingkat nasional.

Tags:
SMPN 2 Palimanan sekolah berprestasi Cirebon Sekolah Siaga Kependudukan 2026 juara nasional sekolah pendidikan kependudukan DPPKBP3A Cirebon SSK Paripurna stunting sekolah.

Komentar Pengguna