Berita
Hilmi An Naufal

SMK di Maluku Utara Didorong Kembangkan Keahlian Sesuai Potensi Daerah

SMK di Maluku Utara Didorong Kembangkan Keahlian Sesuai Potensi Daerah

24 September 2026 | 14:14

TERNATE — Pengembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Maluku Utara didorong agar semakin dekat dengan potensi ekonomi daerah. Sektor perikanan, pariwisata, dan pertambangan menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Ternate pada Rabu malam, 23 September 2026.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Mutaqin, menyampaikan bahwa layanan pendidikan perlu memberi manfaat nyata bagi masa depan siswa. Keberhasilan pendidikan, menurutnya, tidak berhenti pada tersedianya gedung dan peralatan sekolah. Siswa juga perlu memperoleh bekal untuk menuntaskan pendidikan serta melanjutkan langkahnya ke dunia kerja, perguruan tinggi, atau dunia usaha.

Karena itu, pengembangan SMK perlu memperhatikan kebutuhan wilayah tempat sekolah berada. Di Maluku Utara, keahlian yang diajarkan dapat dikaitkan dengan kegiatan ekonomi yang memang berkembang di daerah. Dengan begitu, pembelajaran siswa memiliki hubungan yang lebih jelas dengan peluang setelah mereka lulus.

Salah satu pendekatan yang disoroti Tatang ialah teaching factory. Melalui pendekatan ini, kegiatan praktik di SMK dibuat menyerupai proses kerja di dunia usaha atau industri. Siswa mendapat kesempatan belajar melalui pekerjaan yang lebih dekat dengan kondisi yang akan mereka hadapi di luar sekolah.

Kemendikdasmen juga mendorong setiap SMK memiliki mitra industri yang nyata. Kemitraan tersebut tidak harus selalu melibatkan perusahaan besar. Pelaku usaha yang sesuai dengan bidang keahlian sekolah dapat menjadi mitra untuk membantu mempertemukan pembelajaran dengan kebutuhan kerja setempat.

Dalam rakor itu, Tatang turut memaparkan sejumlah arah pengembangan pendidikan kejuruan, termasuk penguatan hubungan SMK dengan industri, penyiapan lulusan untuk peluang kerja internasional, serta penyusunan program keahlian berdasarkan kebutuhan kawasan tertentu. Berbagai pilihan tersebut memerlukan penyesuaian dengan kondisi sekolah dan daerah masing-masing.

Perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada SMK. Untuk jenjang SMA, Tatang mengajak para guru memperkuat budaya literasi siswa. Kemampuan membaca teks panjang dan menyimpulkan informasi dinilai penting agar siswa dapat memahami materi pelajaran dengan lebih baik, termasuk saat menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

Rapat koordinasi tersebut mempertemukan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepala sekolah, dan tenaga pendidik. Kerja sama mereka menjadi bagian penting agar rencana pengembangan pendidikan dapat diterapkan sesuai kebutuhan siswa di Maluku Utara.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna