Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

SMK Auto Matsuda Kuningan Perkuat Kompetensi Guru melalui Workshop Job Sheet, Dorong Pembelajaran Sesuai Kebutuhan Industri

SMK Auto Matsuda Kuningan Perkuat Kompetensi Guru melalui Workshop Job Sheet, Dorong Pembelajaran Sesuai Kebutuhan Industri

02 November 2026 | 06:20

KebonCinta.com — SMK Auto Matsuda Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memperkuat kompetensi tenaga pendidik melalui kegiatan workshop yang berfokus pada pembelajaran mendalam berbasis job sheet.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, dengan tema "Pembelajaran Mendalam Berbasis Job Sheet" sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran kejuruan yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Berdasarkan laporan Kuningan Mass yang diterbitkan pada Minggu, 1 November 2026, workshop tersebut menjadi bagian dari langkah sekolah untuk mendorong guru mengembangkan metode pembelajaran sesuai perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja.

GURU DITUNTUT BERADAPTASI DENGAN PERKEMBANGAN INDUSTRI

Baca Juga: Beasiswa S1 dan S2 Guru Madrasah Diniyah Jawa Tengah Dibuka hingga 22 November 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya 

Kepala SMK Auto Matsuda, Abdul Muhyi, menjelaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan besar terhadap kebutuhan kompetensi tenaga pendidik.

Guru tidak cukup hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa memperoleh keterampilan sesuai bidang keahlian.

Menurutnya, perubahan paradigma pendidikan menempatkan guru sebagai fasilitator yang mendampingi peserta didik mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Karena itu, pembelajaran di SMK perlu semakin menekankan praktik langsung dan keterlibatan aktif peserta didik.

PEMBELAJARAN BERBASIS JOB SHEET

Workshop tersebut mengangkat penggunaan job sheet sebagai salah satu instrumen pembelajaran kejuruan.

Job sheet merupakan lembar kerja yang dapat digunakan untuk memberikan petunjuk kegiatan praktik, tahapan pekerjaan, dan informasi tugas yang harus diselesaikan siswa.

Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran dapat diarahkan agar peserta didik memahami hubungan antara teori yang dipelajari dan penerapannya dalam pekerjaan.

Pengembangan job sheet juga dapat membantu guru menyusun aktivitas pembelajaran yang lebih sistematis, terutama pada mata pelajaran praktik kejuruan.

Namun, efektivitas pendekatan tersebut tetap bergantung pada kesesuaian materi, fasilitas praktik, dan pelaksanaan pembelajaran di masing-masing kelas.

DORONG PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK

Abdul Muhyi menilai pendidikan kejuruan perlu terus memperkuat penerapan pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan bidang keahliannya.

Sekolah juga perlu memperhatikan prinsip link and match, yakni keselarasan antara keterampilan yang diajarkan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Dengan demikian, pengembangan kompetensi guru merupakan salah satu unsur penting dalam mempersiapkan lulusan SMK menghadapi dunia kerja.

GURU DIAJAK MEMANFAATKAN TEKNOLOGI DIGITAL

Pengawas Pembina SMK, Iseu Triasa, yang menjadi pemateri workshop, menekankan pentingnya pembaruan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan kurikulum dan teknologi membuat pendidik perlu terus mempelajari pendekatan pembelajaran yang relevan.

Salah satu kemampuan yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu guru mengembangkan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.

WORKSHOP JADI BAHAN EVALUASI PEMBELAJARAN

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia, Sugianda, menjelaskan bahwa workshop merupakan bagian dari program kerja bidang kurikulum.

Kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari In House Training (IHT) yang sebelumnya sudah dilaksanakan oleh sekolah.

Berbeda dengan pelatihan yang hanya memperkenalkan konsep baru, workshop kali ini lebih diarahkan pada diskusi, pendalaman materi, dan evaluasi modul pembelajaran yang telah diterapkan.

Sekolah berharap guru dapat mengetahui bagian pembelajaran yang perlu diperbaiki serta mengembangkan perangkat ajar yang lebih efektif.

PERKUAT KERJA SAMA DENGAN ORANG TUA

Selain memperkuat kompetensi teknis, SMK Auto Matsuda juga menekankan pentingnya komunikasi antara guru dan orang tua.

Pendampingan peserta didik dinilai memerlukan kepedulian, keteladanan, serta pemahaman terhadap kebutuhan perkembangan masing-masing siswa.

Melalui komunikasi yang baik, sekolah dan keluarga diharapkan dapat bekerja sama mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.

Workshop ini menjadi salah satu langkah SMK Auto Matsuda Kuningan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Tags:
SMK Auto Matsuda Kuningan pendidikan Kuningan workshop guru SMK pembelajaran mendalam job sheet SMK kompetensi guru Pendidikan Vokasi teknologi AI pendidikan.

Komentar Pengguna