Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

Siswa SDN Kendayakan 1 Indramayu Sempat Mogok Sekolah akibat Kekurangan Guru, Disdik Siapkan Pengganti

Siswa SDN Kendayakan 1 Indramayu Sempat Mogok Sekolah akibat Kekurangan Guru, Disdik Siapkan Pengganti

02 November 2026 | 06:37

KebonCinta.com — Kegiatan belajar mengajar di SDN Kendayakan 1, Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sempat terganggu setelah puluhan siswa tidak mengikuti kegiatan sekolah.

Persoalan tersebut terjadi setelah muncul polemik pemindahan tiga guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan pengunduran diri sejumlah guru honorer.

Berdasarkan laporan detikJabar pada Jumat, 30 Oktober 2026, aksi tidak masuk sekolah berlangsung sejak Rabu, 28 Oktober 2026.

Meski aksi mulai mereda, kegiatan pembelajaran belum sepenuhnya kembali normal karena sebagian orang tua masih khawatir terhadap keterbatasan jumlah tenaga pengajar.

MUTASI GURU PICU KEKHAWATIRAN ORANG TUA

 

Pemindahan tiga guru ASN menjadi salah satu persoalan utama yang memicu keresahan di lingkungan sekolah.

Ketiga guru tersebut sebelumnya bertugas pada mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), serta sebagai wali kelas VI.

Dalam waktu yang berdekatan, sejumlah guru honorer juga dilaporkan mengundurkan diri.

Kondisi ini menyebabkan jumlah tenaga pendidik yang tersedia dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan pembelajaran pada enam tingkatan kelas.

Salah seorang wali murid, Asnali, menyampaikan bahwa sejumlah orang tua berharap sekolah kembali memiliki guru yang cukup agar kegiatan belajar dapat berjalan seperti biasa.

BERMULA DARI POLEMIK ADMINISTRASI TABUNGAN

Menurut penjelasan Asnali kepada detikJabar, persoalan di sekolah sebelumnya berkaitan dengan administrasi tabungan siswa.

Dalam dokumen pengelolaan tabungan tersebut, penggunaan istilah pajak untuk menyebut potongan administrasi diduga menimbulkan kesalahpahaman.

Asnali menjelaskan bahwa potongan yang dimaksud merupakan imbalan untuk pekerjaan pengelolaan tabungan oleh guru, bukan pungutan pajak sebagaimana tertulis dalam dokumen.

Namun, penjelasan tersebut merupakan keterangan dari wali murid, bukan hasil pemeriksaan resmi yang memastikan seluruh aspek administrasi tabungan telah sesuai ketentuan.

Persoalan tersebut kemudian dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan berkembang menjadi polemik di lingkungan sekolah.

SEKOLAH DISEBUT HANYA MENYISAKAN TIGA GURU

Asnali menyebutkan bahwa sekolah sempat hanya memiliki tiga tenaga pendidik aktif yang bertanggung jawab pada kelas I, III, dan V.

Keterbatasan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai pelaksanaan pembelajaran pada tingkatan kelas lainnya.

Beberapa orang tua memilih tidak mengirimkan anaknya ke sekolah sampai terdapat kepastian mengenai pemenuhan tenaga pengajar.

Aksi tidak masuk sekolah mulai mereda setelah pihak Dinas Pendidikan turun menangani persoalan tersebut.

Meski demikian, hingga laporan 30 Oktober diterbitkan, kehadiran siswa disebut belum pulih sepenuhnya.

DINAS PENDIDIKAN BENARKAN MUTASI GURU

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Caridin, membenarkan adanya pemindahan tiga guru ASN dari SDN Kendayakan 1.

Menurut Caridin, mutasi dilakukan sebagai bagian dari pembenahan dan penyegaran di lingkungan sekolah.

Mengenai pengunduran diri sejumlah guru honorer, Caridin menyatakan belum memperoleh informasi secara menyeluruh.

Dinas Pendidikan telah melakukan pertemuan dengan komite sekolah untuk membahas kondisi tersebut dan mencari langkah penyelesaian.

Caridin juga mengakui adanya persoalan komunikasi antarpihak yang turut memperburuk situasi di lingkungan sekolah.

DISDIK TARGETKAN PENGGANTIAN GURU SATU MINGGU

Untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu menyampaikan bahwa proses penyiapan guru pengganti sedang dilakukan.

Caridin menargetkan penyesuaian kebutuhan tenaga pengajar selesai paling lambat satu minggu sejak keterangannya pada 30 Oktober 2026.

Artinya, target tersebut masih membutuhkan tindak lanjut dan belum dapat dinyatakan sudah tercapai pada 2 November.

Caridin juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan setiap kelas memiliki tenaga pendidik yang cukup agar pembelajaran berlangsung tanpa gangguan berkepanjangan.

PEMULIHAN KEGIATAN BELAJAR MENJADI PRIORITAS

Selain pemenuhan guru pengganti, penyelesaian persoalan di SDN Kendayakan 1 membutuhkan komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua, komite sekolah, dan Dinas Pendidikan.

Kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan menjadi bagian penting yang perlu dipulihkan setelah terjadinya polemik.

Hingga informasi terakhir yang terverifikasi dari laporan 30–31 Oktober 2026, belum terdapat konfirmasi bahwa seluruh guru pengganti sudah resmi mulai bertugas.

Perkembangan selanjutnya perlu menunggu laporan terbaru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu mengenai realisasi penempatan guru dan pemulihan kegiatan belajar mengajar.

Tags:
SDN Kendayakan 1 pendidikan Indramayu siswa mogok sekolah mutasi guru ASN guru honorer Indramayu Disdik Indramayu kekurangan guru SD Kecamatan Terisi.

Komentar Pengguna