Pendidikan
M. Panji Maulana

Siswa Lama Tidak Hadir dan Tertinggal Pelajaran? Ini Cara Guru Membantu Mengejar Materi

Siswa Lama Tidak Hadir dan Tertinggal Pelajaran? Ini Cara Guru Membantu Mengejar Materi

30 Oktober 2026 | 06:11

Dukungan dan Koordinasi

Bentuk Dukungan Sekolah:

..........................................

Hasil Komunikasi dengan Orang Tua/Wali:

..........................................

Penyesuaian Pembelajaran yang Diperlukan:

..........................................

D. Evaluasi Perkembangan

Tanggal Evaluasi: ..........................................

Hasil Perkembangan:

..........................................

Materi yang Sudah Dikuasai:

..........................................

Materi yang Masih Membutuhkan Bantuan:

..........................................

Tindak Lanjut:

..........................................

Catatan Guru:

..........................................

Format tersebut merupakan contoh administrasi praktis untuk membantu guru merencanakan pendampingan. Format ini bukan formulir resmi yang diwajibkan Kemendikdasmen.

Informasi pribadi dan kondisi sensitif siswa perlu disimpan secara terbatas sesuai kebutuhan sekolah.

Bagaimana Jika Siswa Absen Lama karena Sakit?

Ketika ketidakhadiran disebabkan kondisi kesehatan, guru perlu memberikan perhatian terhadap kesiapan siswa untuk kembali mengikuti pembelajaran.

Sebagian siswa mungkin masih mengalami kelelahan atau mempunyai pembatasan aktivitas tertentu selama masa pemulihan.

Guru tidak sebaiknya langsung memberikan jadwal tambahan yang padat.

Sekolah dapat berkoordinasi dengan orang tua dan, jika diperlukan serta sesuai kewenangan, mempertimbangkan informasi dari tenaga kesehatan mengenai kebutuhan penyesuaian aktivitas.

Beberapa siswa mungkin dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa dengan bantuan materi tambahan.

Siswa lainnya mungkin membutuhkan penyesuaian waktu, intensitas kegiatan, atau cara mengakses bahan pembelajaran.

Dalam panduan reintegrasi sekolah yang diterbitkan Staffordshire County Council di Inggris, kepulangan siswa setelah ketidakhadiran panjang dianjurkan melalui rencana yang melibatkan sekolah, keluarga, dan tenaga pendukung sesuai kebutuhan.

Prinsip tersebut dapat dijadikan referensi praktik pendampingan, tetapi bukan ketentuan administratif yang berlaku otomatis di sekolah Indonesia.

Hal yang paling penting adalah tidak menempatkan target akademik di atas keselamatan dan kesehatan siswa.

Bagaimana Jika Siswa Sering Absen Berulang?

Situasi berbeda dapat terjadi apabila siswa tidak hadir secara berulang dalam jangka waktu panjang.

Dalam kondisi tersebut, guru perlu mencari tahu hambatan yang memengaruhi kehadiran melalui komunikasi yang menghargai siswa dan keluarga.

Langkah yang dapat dilakukan adalah memeriksa pola kehadiran, berkoordinasi dengan wali kelas, guru BK, atau guru wali, serta menyusun tindak lanjut berdasarkan kebutuhan.

Misalnya, seorang siswa mengalami kesulitan transportasi menuju sekolah.

Pendampingan akademik saja mungkin belum cukup apabila hambatan kehadirannya belum dapat diatasi.

Begitu pula apabila siswa mengalami perundungan atau persoalan keamanan di lingkungan sekolah.

Sekolah perlu menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai prosedur perlindungan peserta didik, bukan hanya meminta siswa meningkatkan kehadiran.

Jika terdapat kekhawatiran mengenai kondisi psikologis, guru tidak boleh menetapkan diagnosis berdasarkan perilaku absen.

Sekolah dapat melibatkan tenaga profesional yang kompeten sesuai kebutuhan dan persetujuan atau prosedur yang berlaku.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Guru

Dalam menangani siswa yang tertinggal pelajaran akibat ketidakhadiran, terdapat beberapa kesalahan yang perlu dihindari.

Pertama, langsung memberikan seluruh tugas lama. Banyaknya tugas dapat membuat siswa kesulitan menentukan prioritas.

Kedua, menganggap semua siswa absen karena tidak disiplin. Alasan ketidakhadiran perlu dipahami berdasarkan informasi yang tersedia.

Ketiga, memaksa siswa menguasai semua materi dalam waktu singkat. Pemulihan pembelajaran membutuhkan target yang realistis.

Keempat, membandingkan siswa dengan teman-temannya. Perbandingan yang mempermalukan dapat mengganggu kepercayaan diri siswa.

Kelima, hanya memberikan rangkuman tanpa memeriksa pemahaman. Siswa tetap membutuhkan penjelasan dan umpan balik sesuai kebutuhannya.

Keenam, tidak berkoordinasi antarguru. Siswa dapat menerima banyak tugas tambahan dari beberapa mata pelajaran pada saat yang sama.

Ketujuh, menjadikan teman sebagai penanggung jawab utama pendampingan. Bantuan teman dapat digunakan, tetapi guru tetap bertanggung jawab terhadap pembelajaran.

Kedelapan, tidak melakukan evaluasi. Tanpa evaluasi, guru sulit mengetahui apakah pendampingan telah membantu siswa memahami materi.

Kapan Program Pendampingan Dapat Dihentikan?

Program pendampingan tidak harus berlangsung sampai seluruh kegiatan lama diulang satu per satu.

Guru dapat meninjau beberapa indikator perkembangan.

Pertama, siswa telah memahami materi prasyarat yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran saat ini.

Kedua, siswa mampu mengerjakan kegiatan belajar utama dengan tingkat bantuan yang sesuai.

Ketiga, siswa menunjukkan kesiapan untuk mengikuti pembelajaran bersama teman-temannya.

Keempat, hasil asesmen formatif menunjukkan perkembangan yang memadai.

Kelima, guru dan siswa telah mengetahui langkah yang perlu dilakukan jika kembali muncul kesulitan.

Apabila indikator tersebut tercapai, pendampingan khusus dapat dikurangi secara bertahap.

Namun, pemantauan biasa tetap perlu dilakukan agar siswa tidak kembali mengalami ketertinggalan.

Membantu Siswa Mengejar Materi Tanpa Membebani

Siswa yang kembali setelah absen lama membutuhkan kesempatan untuk menyesuaikan diri, memahami materi yang terlewat, dan membangun kembali kepercayaan dirinya dalam belajar.

Guru mempunyai peran penting untuk memastikan proses tersebut berlangsung secara terarah.

Langkah yang dapat dilakukan tidak harus rumit. Guru dapat memulai dengan menyambut siswa secara positif, memetakan materi penting, melakukan asesmen awal, memberikan pendampingan bertahap, serta menjalin komunikasi dengan keluarga.

Ketika seluruh materi yang tertinggal dianggap sama pentingnya, proses pemulihan berisiko menjadi terlalu berat.

Sebaliknya, dengan menentukan prioritas dan melakukan evaluasi secara berkala, guru dapat membantu siswa kembali mengikuti pembelajaran sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

Pada akhirnya, keberhasilan pendampingan bukan hanya terlihat dari banyaknya tugas yang telah diselesaikan, melainkan dari kemampuan siswa memahami pelajaran, kembali berpartisipasi, dan merasa didukung selama menjalani proses belajar.

Referensi

  1. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Panduan Pembelajaran dan Asesmen, Edisi Revisi 2025. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/33290/
  2. Education Endowment Foundation. (2024). Build a Holistic Understanding of Pupils and Families, and Diagnose Specific Needs. https://educationendowmentfoundation.org.uk/education-evidence/leadership-and-planning/supporting-attendance/build-a-holistic-understanding-of-pupils-and-families-and-diagnose-specific-needs
  3. Education Endowment Foundation. Supporting School Attendance: Summary of Evidence. https://educationendowmentfoundation.org.uk/education-evidence/leadership-and-planning/supporting-attendance/summary-of-evidence
  4. Education Endowment Foundation. (2024). Communicate Effectively with Families. https://educationendowmentfoundation.org.uk/education-evidence/leadership-and-planning/supporting-attendance/communicate-effectively-with-families

     

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:

Komentar Pengguna